MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Januari 2019 14:20
Pastikan Tak Ada Aktivitas di Lokalisasi
DITUTUP: Salah satu lokasi praktik prostitusi yang ada di Jalan Persemaian, Kelurahan Nunukan Tengah. Asisten Kesra Setkab Nunukan, H. Hanafiah memastikan tak ada lagi kegiatan prostitusi di lokalisasi tersebut. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Praktik prostitusi di lokalisasi Jalan Persemaian, Kelurahan Nunukan Tengah dipastikan telah berakhir. Hanya saja, penutupan secara seremonial yang biasanya dilakukan pejabat daerah belum dapat dilakukan. Sehingga, setiap aktivitasnya menjadi pantauan dari perangkat daerah terkait.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan H. Hanafiah menegaskan, jika dalam pengawasan akhirnya ditemukan aktivitas prostitusi maka hal tersebut sudah menjadi pelanggaran. Dan, perangkat daerah yang mengawasi diminta memprosesnya secara hukum. “Sejak rapat koordinasi beberapa bulan lalu, pengelola lokalisasi sudah mengakui dan plang nama dicabut sebagai bentuk penutupan tempat prostitusi di lokalisasi itu. Jadi, kalau aktivitas serupa maka sudah tidak resmi dan patut dihentikan,” tegas Hanafiah saat ditemui media ini kemarin.

Kendati demikian, lanjut Hanafiah,  dari sisi administrasi memang belum selesai. Namun jika dari sisi aktivitas di lapangan sudah dianggap selesai. Jadi, untuk menguatkan bahwa aktivitas di lokaslisasi itu sudah tidak ada maka memang seharusnya dilakukan acara seremonial penutupan. “Hanya persoalan pengakuan saja. Tapi, penutupan secara resmi tetap dilakukan juga tahun ini,” ujarnya.

Sebelumnya, batalnya penutupan lokalisasi menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Sebab, di tengah persiapan matang penutupan pun harus ditunda lantaran anggaran jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial (Kemensos) telah dialihkan ke korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).  

Tak ayal, aktivitas di lokalisasi yang berdiri sejak 1990-an itu pun dikhawatirkan akan kembali eksis. Padahal, jadwal penutupan dan program bebas prostitusi 2019 telah disepakati. Karena, hingga saat ini bangunan yang berstatus miliki pribadi dan bersertifikat itu masih utuh.

“Kalau misalnya tempatnya dipaksakan ditutup, tapi biaya pulang dan biaya lainnya untuk WTS ini tidak diberikan. Yah, berkeliaran jadinya mereka. Makanya, terpaksa ditunda dulu,” ungkap Yaksi Belanning Pratiwi kepada media ini kemarin.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan ini mengungkapkan, meskipun tertunda, penutupan tersebut tetap dilakukan. Karena, informasi yang diterima dari Kemensos, Januari-Februari 2019 dana jadup telah disiapkan. “Sebenarnya, kami ingin penutupan secara resmi. Disaksikan pejabat dan masyarakat sekitar. Tapi masalahnya, setelah penutupan itu, WTS-nya masih ada dan belum dipulangkan. Nanti jadi masalah lagi,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini nama lokalisasi telah berganti. Papan namanya telah dibukan dan digantikan. Namun, sayangnya, aktivitas di lokasi itu tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Sebab, ada hiburan berupa karaoke. “Informasinya itu, sebagian dari WTS ingin diperkerjakan di sana. Tapi, masih informasi saja. Inilah yang ingin kami telusuri,” ujarnya.

Kepala Bidang Sosial Dinsos Nunukan Alis Sujono menambahkan, pihaknya saat ini hanya dapat memantau aktivitas di lokalisasi saja. Apakah kembali terbuka atau tidak. Namun, yang jelas pihaknya telah meminta agar pemiliknya menutup dan tidak lagi beraktivitas. “Kami sudah mengimbau ke pemiliknya. Walaupun sebenarnya ini berat, tapi harus dilakukan juga. Karena, belum ada aksi pemulangan terhadap WTS itu tadi,” akunya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya tidak dapat berbuat banyak jika lokalisasi tersebut kembali beroperasi. Sebab, plang yang menyatakan jika usaha tersebut tutup tidak ada. Sehingga, apapun aktivitas yang dilakukan belum dapat dihentikan. “Selama beluma ada penutupan maka selama ini juga aktivitas mereka berjalan. Jadi, masih beroperasi karena belum ada plang larangan terpasang,” pungkasnya. (oya) 

   

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*