MANAGED BY:
MINGGU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 02 Januari 2019 13:59
Tak Terkendali, Aktifkan Lahan Tersisa

DLH: Kondisi Darurat, Maksimalkan Tempat

BUTUH PENANGANAN: Kondisi TPA Hake Babu yang sudah masuk kategori darurat. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,

TARAKAN - Semakin overload Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake babu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengaktifkan lahan kosong pada sisi belakang TPA untuk memindahkan sebagian sampah yang kian menggunung. Hal tersebut diungkapkan Supriono selaku UPT Kepala DLH Kota Tarakan saat dikonfirmasi Radar Tarakan.

Supriono menerangkan, rencana penggunaan lahan kosong tersebut tidak terlepas dari semakin membludaknya sampah yang menggunung hingga pintu gerbang masuk TPA. Sehingga menurutnya kondisi tersebut dalam kategori darurat.

"Karena tumpukannya sudah tidak terkendali, nanti kita gunakan lahan kosong di belakang yang tidak seberapa luas. Diharapkan bisa sedikit membuat TPA ini kelihatan tidak overload," ujarnya kemarin,(1/1).

Meski mengetahui tindakan tersebut melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP), namun pihaknya tidak memiliki pilihan lain, mengingat pembangunan TPA Juata Laut belum berlanjut.

"Sebenarnya idealnya TPA tidak boleh di situ ada sampah karena TPA harus punya lahan free. Bisa dikatakan itu bukan lahan aktif lah, tapi karena kondisi darurat jadi kita bermaksud memaksimalkan tempat. Tapi lahan itu masih masuk lahan TPA," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya sudah membicarakan hal tersebut kepada badan terkait. Sehingga ia menegaskan dalam waktu dekat ini rencana tersebut  akan terealisasikan. Selain itu, ia menerangkan jika nantinya DLH akan membuat pintu tepat pada sisi belakang TPA guna memudahkan kendaraan keluar-masuk melakukan pembuangan sampah.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 23 Januari 2021 13:12

Over Kapasitas Lapas Capai 190 Persen

TARAKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan masih berstatus…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:47

Aatu Alat Butuh Rp 2 Miliar

TERAPI plasma konvalesen menjadi harapan baru dalam penyembuhan Covid-19. Potensinya,…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:33

KRI Fatahillah-361 Bawa Bantuan ke Mamuju

TARAKAN - Sejumlah bantuan dari warga Tarakan untuk korban bencana…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:27

Bayi Sebulan Meninggal karena Covid-19

JUMLAH kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara pada Jumat (22/1)…

Sabtu, 23 Januari 2021 12:27

Bayi Sebulan Meninggal karena Covid-19

JUMLAH kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kaltara pada Jumat (22/1)…

Jumat, 22 Januari 2021 11:30

Tahap I, 802 Orang Sudah Divaksin

 VAKSINASI Covid-19 tahap I terus berlangsung di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Jumat, 22 Januari 2021 11:29

Hujan Deras, Lubang Menganga di Tengah Rumah

TARAKAN - Tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak Kamis (21/1)…

Jumat, 22 Januari 2021 11:27

Tilang Elektronik Didukung, Pam Swakarsa Dikritik

KOMJEN Listyo Sigit Prabowo resmi menjadi kepala Kepolisian Republik Indonesia…

Kamis, 21 Januari 2021 10:12

Survei ITAGI, 35 Persen Ingin Vaksinasi Mandiri

TARAKAN - Vaksin mandiri dinilai Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan…

Kamis, 21 Januari 2021 10:11

Pidana 5 Tahun Penjara Jual Beli Tumbuhan Dilindungi

TARAKAN – Tingginya animo masyarakat dalam jual beli tumbuhan hias…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers