MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 31 Desember 2018 13:11
Soal Ini, Dinkes Tunggu Instruksi dari Kemenkes

Soal Pemberian Imunisasi MR

BELUM TERPENUHI: Sejauh ini cakupan pemberian imunisasi MR di Kaltara hanya mencapai 66,68 persen. RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Senin (31/12), merupakan batas akhir dari pemberian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara). Setelah sebelumnya sempat dilakukan perpanjangan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Surat Edaran (SE) Kemenkes nomor : SR.02.06/MENKES/680/2018 tentang Strategi Tindak Lanjut Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) Fase II.

Dalam SE itu, Kemenkes memberikan kesempatan kepada daerah dengan capaian di bawah target nasional 95 persen, untuk tetap melakukan imunisasi hingga 31 Desember 2018. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman menjelaskan, berapapun hasil akhirnya, cakupan imunisasi MR di Kaltara akan tetap disampaikan kepada Kemenkes.

“Yang memliki program ini kan Kemenkes, jadi hasilnya akan kita laporkan untuk selanjutnya dilakukan evaluasi,” kata Usman kepada Radar Kaltara, Minggu (30/12).

Seperti apa langkah selanjutnya, Dinkes hanya menunggu instruksi dari Kemenkes. Karena yang mempunyai kebijakan langsung dari pemerintah pusat. “Kalaupun nanti akan diperpanjang lagi tentu kami akan di daerah akan menindaklanjuti,” ujarnya.

Sembari menunggu instruksi dari Kemenkes, Dinkes akan tetap melakukan beberapa strategi yang telah direkomendasikan oleh Kemenkes. “Jadi pemberian imunisasi akan tetap kita lakukan,” ujarnya. Khususnya, kepada anak umur 9 bulan, 6 tahun dan 7 tahun yang belum mendapatkan vaksin MR produk Serum Intitute of India (SII) saat masa kampanye. “Begitu juga dengan anak usia 7 hingga 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, anak usia 9 bulan hingga 6 tahun pun akan tetap diberikan imunisasi MR. Hal itu dilakukan agar seluruh anak di Kaltara terlindungi dari penyakit campak dan rubella. “Kita berharap cakupan MR di Kaltara bisa mencapai 100 persen, karena kalau cakupanya hanya 95 persen akan masih ada 5 persen anak akan menjadi sumber infeksius untuk anak yang lainya,” bebernya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 14 Juli 2020 11:06

Perbaikan Wajib Sertakan Dukungan Baru

TANJUNG SELOR – Batas waktu pelaksanaan verifikasi faktual (verfak) syarat…

Selasa, 14 Juli 2020 11:05

Anggaran Pilkada Terealisasi 100 Persen

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memastikan telah merealisasikan…

Selasa, 14 Juli 2020 11:04

Realisasi Pajak di Bawah Target

TANJUNG SELOR – Pandemi virus corona atau Covid-19, khususnya yang…

Selasa, 14 Juli 2020 11:02

Anggaran Refocusing Akan Diaudit

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menjadi salah satu…

Selasa, 14 Juli 2020 11:01

Jam Pelayanan RDT Dibatasi

TANJUNG SELOR – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan (Menkes)…

Selasa, 14 Juli 2020 10:59

Akhir Juli, Zero Kasus Covid-19

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien positif Coronavirus disease 2019 (Covid-19)…

Senin, 13 Juli 2020 10:15

Pembangunan MPP Gagal Terealisasi

TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan mal pelayanan publik (MPP) di…

Senin, 13 Juli 2020 10:13

Belum Penetapan, Bawaslu: Itu Sosialisasi

TANJUNG SELOR - Di sejumlah titik strategis di Kalimantan Utara…

Senin, 13 Juli 2020 10:12

Pedagang Bentol Masih ‘Menjamur’

TANJUNG SELOR – Meski telah beberapa kali dilakukan penertiban, pedagang…

Senin, 13 Juli 2020 10:10

OTG Reaktif Bertambah Delapan Orang

TANJUNG SELOR – Jumlah pasien orang tanpa gejala (OTG) reaktif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers