MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 26 Desember 2018 11:20
Kaltara Masih Kekurangan Guru, Diperlukan Segini Nih...

Guru Produktif Sangat Dibutuhkan

KUNJUNGAN: Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menyalami para guru saat berkunjung ke salah satu sekolah di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Saat ini jumlah guru di Kaltara dinilai masih kurang. IWAN KURNIAWAN/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara (Kaltara) telah melakukan pemetaan dan pendataan guru pegawai negeri sipil (PNS) dan non PNS di provinsi termuda Indonesia ini.

Kepala Disdikbud Kaltara, Sigit Muryono mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan dan pendataan tersebut, pihaknya mendapatkan rumus bahwa guru SMA, SMK dan SLB di lima kabupaten/kota di Kaltara ini masih kurang 341 orang.

“Sebenarnya, Kaltara kekurangan 616 guru. Tapi sebagian dapat tertutupi dengan 275 guru rekrutmen CPNS tahun ini. Makanya tinggal kurang 341 guru,” kata Sigit kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi akhir pekan kemarin.

Sementara, Sigit menyebutkan, yang eksisting di lapangan dari hasil pendataan itu, Disdikbud Kaltara memiliki 543 guru tidak tetap. Tapi, tentu tidak ada keputusan yang tidak berisiko. Termasuk dengan masuknya 275 guru hasil rekrutmen CPNS tahun ini. “Karena mau tidak mau, kita tetap harus melakukan pemetaan dan redistribusi ulang terhadap 543 guru tidak tetap yang ada ini,” kata Sigit.

Namun, jika ada kebijakan tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan tidak menyalahi aturan dan tidak bertentangan dengan regulasi yang ada, secara pribadi Sigit berharap yang sudah eksis itu yang diangkat.

Dengan begitu, guru yang selama ini mendapat gaji atau honor dari pemerintah, berikut insentif Rp 500 ribu per bulan, dapat terus berkontribusi dengan segala kekurangan Kaltara yang terdiri atas tiga jenis guru SMA, SMK, dan SLB.

“Tiga jenis guru itu, normatif, adaptif dan produktif. Untuk kategori guru ini, di SMK yang paling kurang jenis produktif. Sementara formasi CPNS tahun ini belum mengakomodir itu,” jelasnya.

Dengan begitu, jika ada formasi guru pada rekrutmen CPNS tahun depan, Sigit mengatakan, pihaknya ingin mengusulkan khusus guru produktif saja. Tujuannya, agar program Inpres yang menyebut revitalisasi SMK di seluruh Indonesia, khususnya di Kaltara dapat terpenuhi. “Makanya kami berharap ada formasi guru produktif. Namun, jika tidak ada maka kami akan tetap mengambil langkah-langkah dengan mengefektifkan guru honorer yang ada,” tuturnya sembari memastikan pihaknya telah memiliki peta sebaran guru di masing-masing satuan pendidikan. (iwk/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*