MANAGED BY:
RABU
27 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 20 Desember 2018 13:59
Cake Lapis Terap dan Sambal Dayak Jadi Unggulan

Produk Lokal Mampu Tembus Ke Negeri Jiran

JAJAKAN: Produk UMKM Tarakan berupa cake lapis terap dan sambal dayak mampu menembus pasar Negeri Jiran Malaysia. JOHANNY/RADAR TARAKAN

Festival Adon Genkasi yang dilakukan di Bumi Paguntaka menghadirkan kuliner khas Kota Tarakan. Di antaranya Sambel Dayak dan cake lapis rasa terap yang rasanya sampai menggoyang lidah.

YEDIDAH PAKONDO

Meski hujan rintik membasahi Bumi Paguntaka, namun rasa antusias masyarakat Kota Tarakan dalam aksi festival Adon Genkasi yang dilaksanakan Rabu (19/12) kemarin masih menyelimuti masyarakat Kota Tarakan.

Dari puluhan jajanan makanan yang disediakan bagi pecinta kuliner, hanya ada satu stan yang menyediakan makanan khas Kota Tarakan. Bahkan penjualannya tembus sampai ke tingkat internasional.

Salah satu pedagang UMKM Kota Tarakan, Rika Pratiwi mengatakan bahwa setiap produk yang diperdagangkan oleh pihaknya merupakan bahan baku yang berasal dari Tarakan. Seperti buah terap, amplang rumput laut, aneka hasil laut dan cabai dayak asli Tarakan. “Tarakan kan punya pendapatan, kebanyakan dari hasil laut. Jadi itulah yang kami olah,” ujarnya.

Sejak dua hari mendirikan stan, Rika menyatakan bahwa yang paling digemari para pecinta kuliner ialah sambel dayak asli Tarakan dan cake lapis buah terap. Di antara kedua olahan tersebut, cabai dayak ternyata telah tembus sampai ke jenjang internasional, yakni sampai ke Negeri Jiran, Malaysia.

Untuk diketahui, dalam proses pembuatan sambel dayak khas Tarakan, menggunakan cabai khas Tarakan yang tumbuh di kawasan Juata Kota Tarakan dan diolah secara tradisional. Pada dasarnya, cabai dayak memiliki empat varian rasa, yakni ebi, bawang, udang pepija dan udang papai. Satu botol cabai dayak, dijual dengan harga Rp 25 ribu dengan berat 125 ml.

Sementara itu, cake lapis terap juga merupakan salah satu khas Kota Tarakan yang biasa dikantongi oleh pejabat daerah luar yang berkunjung ke Tarakan. Buah terap merupakan buah khas Kota Tarakan yang tumbuh tidak mengenal musim, yang kemudian diolah menjadi cake lapis oleh Susanti Karyadi. Satu kotak cake lapis terap dijual seharga Rp 50 ribu.

Dari hasil penjualan tersebut, Rika mengaku omzet yang ia peroleh meningkat keras yakni mencapai 65 persen. Hanya saja saat membuka stan kemarin, ia terkendala oleh ketersediaan lampu atau penerangan agar produk yang dijual menjadi jelas terlihat oleh masyarakat.

“Ini lampu tadinya mati, tapi sudah diperbaiki. Jadi bisa dilihat konsumen sudah,” pungkasnya. (***/eza)

Cake Lapis Terap dan Sambel Dayak Jadi Unggulan


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers