MANAGED BY:
KAMIS
06 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 19 Desember 2018 14:08
MUI: 28 Desember Lokalisasi Ditutup
ILUSTRASI

PROKAL.CO,

TARAKAN - Setelah menunggu sekian lama, akhirnya penutupan lokalisasi kembali menuai janji dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan. Tanggal 28 Desember 2018. Meski tak pindah dari lokalisasi, namun masing-masing pekerja lokalisasi diberi janji sebanyak Rp 5,5 juta per pekerja lokalisasi untuk membangun bisnis positif yang terbebas dari kegiatan prostitusi.

Kepada Radar Tarakan, Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Tarakan K.H. Muhammad Anas mengatakan, bahwa pada dasarnya penutupan lokalisasi tak hanya menjadi aspirasi MUI saja, melainkan juga dari kalangan masyarakat hingga munculnya dukungan dari Pemkot dan Polres. “Demi negara, ini harus ditutup. Tapi tetap ada pembinaan,” ujarnya dalam pertemuan di Kantor Wali Kota, kemarin (18/12).

Anas mengungkapkan bahwa pekerja lokalisasi memutuskan untuk tetap tinggal diam di kawasan bekas prostitusi untuk melakukan pembinaan, namun jika ingin berpindah tempat tinggal, maka pekerja prostitusi hendaknya berkoordinasi dengan pemerintah lebih dulu. “Jadi ada sistem memanusiakan manusia, diharapkan kondisi kerohaniannya (pekerja prostitusi) dapat berkembang agar tidak kembali kepada pekerjaannya,” tuturnya.

Jika sampai tanggal 28 Desember penutupan lokalisasi tak juga dilakukan, para eks pekerja prostitusi akan dikenakan sanksi tegas. Melalui hal tersebut, MUI optimistis setelah tanggal 28 Desember 2018 Kota Tarakan akan bebas dari kegiatan prostitusi.

Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga membenarkan bahwa penutupan lokalisasi dibutuhkan proses. Pertemuan intens akan terus dilakukan hingga mendekati hari H pelaksanaan.

Nah, khusus pekerja lokalisasi akan diberi santunan Rp 5,5 juta per orang untuk perubahan status pekerjaan. Selanjutnya Pemkot akan melakukan pertemuan rutin bersama dinas terkait sampai kepada proses penutupan lokalisasi. “Nanti kami akan melakukan pendataan kembali (jumlah pekerja prostitusi). Akan ada macam-macam tawaran pekerjaan, tapi bukan yang begitu lagi,” urainya. (*/shy/lim)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers