MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

ADV

Selasa, 18 Desember 2018 19:56
Kampanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
STOP KEKERASAN: BPD Peruati Kaltara saat foto bersama usai melaksanakan sosialisasi yang bertajuk Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Minggu (16/12).

PROKAL.CO, MALINAU – Badan Perwakilan Daerah (BPD) Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi (Peruati) Kalimantan Utara (Kaltara) melaksanakan sosialisasi yang bertajuk “Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”, Minggu (16/12) lalu, di lima Resort yang ada di Kaltara secara serentak.

Kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak ini dilaksankan sebagai bagian dari tanggungjawab terhadap negara dan masyarakat dalam menanggapi dan menangani berbagai persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kegiatan tersebut juga masih dilanjutkan di hari-hari berikutnya dan diikuti oleh ratusan jemaat GKPI yang ada.

Sosialisasi yang melibatkan para pengerja gereja bersama dengan dukungan dari majelis gereja tersebut dilaksanakan di lima Resort yang ada di Kaltara. Yakni di Resort Sungai Kayan, Resort Malinau dan Malinau Mentarang, Resort Tana Tidung, Resort Sembakung. Selain itu, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di berbagai kesempatan acara Natal dan pertemuan masyarakat, serta pembagian pin dan stiker kampanye HAKTP.

Dalam kesempatannya, Ketua Peruati Kaltara, Pendeta Ina Vera Trecia Tobing, MMin. MA, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh jemaat GKPI, BPN Peruati, Sinode GKPI Tarakan dan media cetak Radar Tarakan. “Pada kesempatan ini saya juga mengajak agar gereja dan seluruh elemen masyarakat bekerjasama dan bergerak untuk secara aktif mencegah dan menghentikan berbagai bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan, terutama terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan mengalaminya yaitu perempuan dan anak,” jelasnya.

Ina melanjutkan, gereja tidak boleh tinggal diam dan apatis terhadap berbagai isu kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat. “Justru itulah panggilan utama bagi setiap pelayan dan jemaat gereja untuk menghentikan kekerasan dan menghadirkan keadilan,” tegasnya.
Secara khusus dalam kampanye tahun ini, lanjut Ina, isu yang juga diangkat oleh Peruati adalah mengenai desakan pengesahan terhadap RUU P-KS (Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual) oleh DPR. “Mengingat bahwa pengesahan ini penting dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas dalam tahun ini, maka sangat urgen bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama berbicara dan bertindak melindungi anak-anak dan perempuan yang bisa saja adalah bagian dari keluarga mereka sendiri,” ujarnya.

Data Komnas Perempuan menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2017 sudah terjadi 350.472 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Data tersebut meningkat dari tahun sebelumnya 2016 yang berjumlah 259.150 kasus. “Dan setiap dua jam terjadi ada tiga perempuan mengalami kekerasan. Ini berarti bahwa sebenarnya masyarakat kita sedang berada dalam darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Ina.

Ina melanjutkan, diperlukan bukan hanya kesadaran masyarakat tetapi juga wadah hukum yang benar-benar secara utuh memiliki pemahaman yang berpihak pada korban ketidakadilan serta informasi lebih dalam tentang berbagai bentuk kekerasan yang komprehensif. “Dalam setiap kegiatan kampanye yang dilakukan sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada perempuan saja, tetapi juga kepada laki-laki, orang dewasa, dan kaum muda. Sehingga diharapkan kebutuhan yang sangat mendesak ini akan menjadi suara yang didengarkan dengan baik oleh pihak DPR dan pemerintah,” ujar Ina.

Ina mengunkapkan, beberapa respon masyarakat dari kegiatan sosialisasi yang dilakukan juga disimpulkan, bahwa sebenarnya banyak kekerasan terjadi di keluarga dan masyarakat. Namun selama ini masyarakat enggan atau malu menyampaikannya karena seakan-akan tabu dan menjadi aib bagi keluarga. “Ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan gereja dan masyarakt tentang UU KDRT dan apa itu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal itu menjadi salah satu faktor maraknya berbagai kasus kekerasan terjadi,” kata Ina.

Selain itu, lanjutnya, sebagian besar jemaat juga merespon dengan antusias kampanye dan sosialisasi yang dilakukan. Mereka mengakui bahwa selama ini mereka kurang memahaminya. Sehingga ke depannya Peruati akan terus berusaha mengangkat isu ini dalam segala kesempatan yang ada bersama dengan seluruh mitra di masyarakat. “Dengan demikian harapannya akan hadir sebuah kehidupan yang nihil kekerasan dan sebaliknya nilai-nilai penghargaan dan kesetaraan serta keadilan menjadi nilai yang selalu hadir dalam kehidupan bersama,” tuturnya.

Ina menambahkan, kesempatan merayakan Natal dan berbagai kegiatan gereja dalam bulan ini dirasakan menjadi waktu yang tepat untuk menyerukan perlunya aksi nyata untuk menghadirkan damai sejahtera yang berkeadilan. Sebagaimana Natal adalah sebuah karya Allah untuk menghadirkan keadilan dan damai terutama bagi mereka yang rentan dan termarginalkan. “Natal memiliki pesan agar mereka yang berkuasa dan memiliki kekuatan melindungi dan menjaga kelompok-kelompok yang kecil dan lemah. Seperti Yesus yang menjadi bagian dari mereka yang lemah itu maka kita harus berjalan bersama-sama dalam keberpihakan kepada mereka yang menjadi korban,” pungkasnya. (adv/sur)


BACA JUGA

Rabu, 04 September 2019 20:52

Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Manjakan Peserta

TARAKAN -  Merayakan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2019, selama dua…

Selasa, 03 September 2019 20:47

BPJS Kesehatan Naik, Baznas Kesulitan Bayar Tunggakan

MENYIKAPI rencana pemberlakuan kenaikan tarif baru asuransi BPJS Kesehatan, beberapa…

Senin, 02 September 2019 20:01

Sosialisasi Program JKN-KIS Sampai Perbatasan

NUNUKAN - BPJS Kesehatan sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial khususnya…

Jumat, 30 Agustus 2019 07:52

Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinilai Inovatif

MALINAU — Desa Batu Lidung, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau…

Jumat, 30 Agustus 2019 07:42

Pelayanan Administrasi JKN-KIS Makin Cepat

TARAKAN - Sebagai organisasi penyelenggara pelayanan publik yang kinerjanya diukur…

Jumat, 30 Agustus 2019 07:42

Pelayanan Administrasi JKN-KIS Makin Cepat

TARAKAN - Sebagai organisasi penyelenggara pelayanan publik yang kinerjanya diukur…

Senin, 26 Agustus 2019 20:43

Klaim Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Melalui Pick-Up Service

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tarakan melakukan…

Minggu, 25 Agustus 2019 23:37

Baznas Baksos untuk Veteran

TARAKAN - Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI, Baznas…

Minggu, 25 Agustus 2019 23:34

Wali Kota Tarakan Launching Klinik Gratis Baznas

BAZNAS Tarakan semakin memantapkan perannya dalam kepeduliannya untuk pelayanan kesehatan…

Senin, 19 Agustus 2019 20:45

Telkomsel Bangun Fasilitas Sanitasi dan Air Bersih di Tarakan

TARAKAN - Telkomsel sebagai bagian dari Telkom Group berpartisipasi dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*