MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 Desember 2018 14:23
Awas, Ayam Tak Layak Konsumsi

Dinkes Akan Sidak dan Lakukan Uji Kesehatan

MASIH AMAN: Ayam yang dijajakan di Pasar Induk sejauh ini masih dikategorikan aman. Namun, Dinkes Bulungan dan instansi terkait lainnya tetap akan melakukan pengecekan secara langsung. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dipastikan jauh meningkat dibanding hari-hari biasanya.

Salah satu sembako yang biasa paling banyak diburu pembeli yaitu ayam potong yang dijajakan di pasar-pasar tradisional. Pasalnya, ayam potong ini biasa digunakan sebagai pelengkap untuk berpesta ria sembari menunggu pergantian tahun. Bisa dengan dipanggang ataupun cara lain dalam penyajiannya.

Antisipasi pun dilakukan untuk ayam yang tidak layak konsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulungan dalam waktu dekat bersama Tim Satgas Pangan lainnya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pedagang.

Tak lain, tujuannya agar masyarakat tak sampai terkena dampak dari ayam ataupun sembako lainnya yang tak layak konsumsi. Misal, pada daging ayam yang dijajakan itu terdapat zat yang berbahaya dan mengandung formalin. Kemudian, ayam tersebut ternyata mati kemarin (tiren) dan ayam hasil suntikan.

Dikonfirmasi, Kepala Dinkes Bulungan, I Dewan Budi Santoso membenarkan akan adanya pemeriksaan yang dilakukan menjelang dua perayaan tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu sangatlah penting dan sifatnya wajib untuk dilaksanakan pihaknya dan instansi terkait lainnya.

“Jika dari kami (Dinkes Bulungan, Red) siap untuk turun ke lokasi. Tapi, sebelumnya tetap akan melakukan koordinasi terlebih dahulu oleh instansi terkait lainnya,” ungkap Budi kepada Radar Kaltara melalui sambungan telepon pribadinya.

Lanjutnya, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan meminta juga kepada masyarakat selaku konsumen untuk dapat lebih cermat dalam memilah sembako yang akan dibeli. Sebab, secara kasat mata sebenarnya ciri-ciri sembako, misal ayam yang sehat ataupun tidak itu akan ada perbedaannya.

“Atau kalau bisa masyarakat sekiranya membeli kepada penjual yang sudah menjadi pelanggan. Ya, bukan orang yang baru dan menawarkan harga yang terkadang berbeda,” ujanya.

Lebih jauh dikatakan, sejauh ini soal isu adanya ayam yang utamanya tak layak konsumsi. Budi memastikan bahwa isu itu belum pernah didengarnya. Ini dikarenakan kinerja yang ekstra oleh tim satgas pangan yang melakukan antisipasi sejak jauh-jauh hari.

“Aman saja sejauh ini. Tapi, nanti tetap akan melakukan aksi-aksi pencegahan yang lebih jauh. Tentunya, ini agar masyarakat tak sampai resah dan termakan isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggung jawabkan,” tutur pria yang juga murah senyum ini.

“Termasuk soal sidak barang-barang kedaluwarsa. Karena bisa saja momen seperti itu dimanfaatkan. Dan tentunya dari segi kesehatan ini sangat berbahaya bisa menyebabkan keracunan,” sambungnya.

Untuk itu, Budi berharap dengan langkah yang akan dilakukannya nanti, sekaligus melakukan uji kesehatan pada ayam potong dan lainnya. Maka, itu dapat menambah rasa ketenangan masyarakat dalam mengonsumsi ayam dan sembako lainnya. “Kita akan terus melakukan koordinasi. Mudahan, ini dapat segera dilaksanakan,” pungkasnya. (omg/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers