MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

OLAHRAGA

Senin, 17 Desember 2018 09:29
Defisit Anggaran, Cabor Diminta Berinovasi
TERUS BERINOVASI : Defisitnya anggaran di Pemkab Bulungan membuat cabor harus berjuang keras dan diminta untuk berinovasi. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menyarankan kepada cabang olahraga (cabor) di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bulungan untuk dapat berinovasi di tengah defisitnya anggaran saat ini.

Dikatakan Staf Ahli Politik, Pemerintah dan Pembangunan Pemkab Bulungan Agus Nurdiansyah, alasan dilontarkannya pernyataan tersebut dikarenakan kondisi anggaran yang ada saat ini terbilang kecil. Yakni hanya diangka Rp 1,1 triliun. Sementara dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp 2 triliun lebih. “Defisitnya anggaran ini harapannya bisa mengubah pola pikir pengurus cabor untuk berinovasi dalam melaksanakan suatu kegiatan,’’ ungkap Agus.

Adapun inovasi yang dapat dilakukan cabor, kata Agus, bisa dengan cara mengajak para pengusaha untuk dijadikan investor atau lazimnya dikenal dengan sebutan bapak angkat. Sehingga tatkala ada suatu kejuaraan bapak angkat tersebut dapat membantu dari segi pendanaan. “Tapi kami dari unsur pemerintah tetap akan memberikan secara maksimal kemampuan yang ada, demi berlangsungnya kegiatan para cabor. Namun, diharapkan cabor pun sekiranya dapat berusaha juga mencari para pengusaha-pengusaha untuk dijadikan bapak angkat,’’ ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Diseperindagkop dan UKM Bulungan ini.

Agus pun tak menampik bila dengan peran KONI sebagai tangan panjang pemerintah yang memiliki banyak persoalan, utamanya anggaran. Terlebih lagi pada tahun ini anggaran yang digelontorkannya ke KONI hanya Rp 750 juta. Dengan dana sebesar itu diakuinya tak mencukupi untuk mem-backup seluruh kegiatan yang ada. “Kami sadari jika dengan keluhan-keluhan yang ada. Ya, tak lain karena memang anggaran yang kami berikan ke KONI terbilang kecil (Rp750 juta),’’ kata pria yang murah senyum ini.

Apalagi, tambahnya, dalam suatu kegiatan atau event yang digelar tentu membutuhkan dana yang tak sedikit. Namun, pihaknya tetap tak dapat berbuat banyak karena keuangan tengah defisit. “Kami akui kalau soal sumber dana masih minim. Tapi, sumber daya manusia (SDM) sejatinya sudah mencukupi,’’ tuturnya.

Sementara itu, diketahui pada 2019 mendatang, KONI Bulungan mengusulkan anggaran sebesar Rp 6 miliar. Ketua KONI Bulungan Heru Rachmady mengatakan, pengajuan itu sangat realistis. Mengingat di tahun mendatang cukup banyak kejuaraan yang akan dihadapi. Oleh karenanya, perlu dari cabor berlatih dengan semaksimal mungkin.

“Tentunya dalam berlatih butuh anggaran sebagai penunjang. Itulah mengapa pengajuan anggaran yang kami sampaikan saat ini cukup besar,’’ ungkapnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya pun menyadari akan kondisi defisit anggaran pemerintah daerah. Sehingga pihaknya tak dapat memastikan dari pengajuan yang diberikan secara keseluruhan dapat terpenuhi. Hanya, pihaknya berharap pemerintah dapat melihat upaya KONI dalam memajukan olahraga guna promosi suatu daerah juga. “Kami menunggu saja berapa yang akan disetujui dari anggaran yang kami ajukan. Ya, meski dari pandangan kami besaran anggaran itu tetap tak dapat terpenuhi nantinya,’’ ujarnya.

Lebih jauh dikatakan pria yang akrab disapa Heru, saat ini sejatinya pihaknya hanya memiliki semangat dalam membangun olahraga di Bulungan ini. Untuk itu, harapannya dengan semangat yang tinggi dapat memberikan perubahan yang postif di dunia olahraga di Bulungan ini. “Semangat kami sangat tinggi dalam memajukan olahraga. Jadi, harapannya ini dapat menjadi modal berharga,’’ ucapnya.

Di sisi lain, kembali Heru berharap setidaknya anggaran yang disetujui itu bisa lebih besar dari tahun ini sebesar Rp 750 juta. Jumlah tersebut diakui Heru sangat minim. Sehingga wajar bila di tahun ini banyak cabor ‘menjerit’ lantaran tidak adanya anggaran dalam mengikuti kejuaraan-kejuaraan. “Kami ingin membantu, tapi anggaran tidak ada. Anggaran masing-masing sudah ada pos-nya,’’ jelasnya. (omg/ash)


BACA JUGA

Jumat, 13 September 2019 15:15

Biaya Sendiri, Rafly Bertekad Lolos ke PON Papua

TARAKAN – Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk cabang olahraga…

Jumat, 13 September 2019 15:06

Keterbatasan, Tim Kaltara Tak Maksimal di Pra PON

TARAKAN - Atlet balap motor Kalimantan Utara saat ini masih…

Jumat, 13 September 2019 11:52

Menikmati Rute Perkotaan Sore Hari

  TARAKAN – Goweser dari berbagai komunitas sepeda di Tarakan…

Kamis, 12 September 2019 16:41
Olahraga

Martinus Dapat Lampu Hijau PB Pertina

TARAKAN – Habisnya masa kepengurusan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina)…

Senin, 09 September 2019 13:37

E-Sports Usulkan Dipertandingkan di PON

TARAKAN - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 akan…

Jumat, 06 September 2019 10:36
Olahraga

15 Atlet Diterjunkan di Kualifikasi PON

TARAKAN - Pelaksanaan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk cabang…

Jumat, 30 Agustus 2019 09:40

Persiapan Minim, Rafly di Peringkat Sembilan

TARAKAN - Dari hasil pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)…

Kamis, 29 Agustus 2019 09:48

Kerja Ekstra Menuju Delapan Besar

TARAKAN - Skuat Liga Nusantara Kalimantan Utara yang merupakan tim…

Kamis, 29 Agustus 2019 09:46

Empat Provinsi Dipastikan Didenda

TARAKAN - Pelakaanaan Liga Nusantara (Linus) 2019 diketahui hanya dihadiri…

Kamis, 29 Agustus 2019 09:44

Empat Lifter Kaltara Lolos ke PON

TARAKAN - Pelaksanaan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*