MANAGED BY:
SENIN
27 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 13 Desember 2018 12:16
Pengoperasian RS Pratama Tertunda

Terkendala Instalasi Listrik Belum Rampung

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Rencana pemerintah untuk meresmikan Rumah Sakit Pratama Sebatik atau rumah sakit tipe D di Pulau Sebatik 1 Desember 2018 ini harus tertunda.

Rumah sakit yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 45 miliar itu dinilai belum mampu memberikan pelayanan ke masyarakat, lantaran masih mengalami beberapa kekurangan salah satunya, jaringan listrik.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dr. Meinstar Tololiu mengatakan, untuk perlengkapan sumber daya manusia (SDM) atau personel kini sudah ada. Sebanyak 50 orang pegawai akan ditempatkan di rumah sakit pratam tersebut.

“Peresmian memang belum. Tapi, di Desember ini, penataan tempat oleh petugas yang ada. Persiapan untuk diresmikan. Karena, sebelum dioperasikan, penataan ruangan dan tempat-tempat pelayanan harus dipersiapkan dulu. Tidak langsung digunakan setelah pembangunan dan alat-alatnya disiapkan,” jelasnya kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, meskipun diisi 50 orang namun belum melakukan pelayanan. Sebab untuk bisa memaksimalkan nantinya, juga sedang mengurus beberapa izin penting di kemenkes sebelum beroperasi. “Permintaan bupati itu, minimal dirjen dari kemenkes yang hadir meresmikannya. Nah, inilah yang sedang dipersiapkan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, instalasi listrik juga belum selesai. Sehingga untuk membukan pelayanan tentunya sangat sulit. Karena listrik merupakan kebutuhan vital dalam memberikan pelayanan ke pasien. Anggaran yang sebelumnya ingin digunakan terpaksa dialihkan karena PT PLN mengaku tidak dapat menyelesaikan permintaan jaringan listrik tersebut.

 “Nah, hal ini sudah disampaikan ke pak sekda. Kemungkinan peresmian itu Januar-Februari 2019,” ujarnya.

Berbeda dengan dua rumah sakit dengan tipe yang sama di Kecamatan Sebuku dan Krayan. Kedua rumah sakit pratama itu belum dapat dinikmati masyarakat. Sejumlah kendala masih belum menemukan solusinya. Sebab, alat kesehatan (alkes) yang menjadi sarana dan prasarana penunjang pelayanan belum dimiliki kedua rumah sakit tipe D tersebut, yakni RS Pratama Sebuku dan Krayan belum juga dimiliki.

Bahkan, baru-baru ini, RS Pratama Sebuku justru memberhentikan pelayanan kesehatannya. Pelayanan kesehatan warga Sebuku dan sekitarnya dikembalikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebuku. Hal tersebut dilakukan karena RS Pratama Sebuku secara kelengkapan dan aturan belum dapat digunakan.

Seperti diketahui, minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab Nunukan menjadi kendala utama pengadaan alkes di RS Pratama Sebuku saat ini. Tak ayal, rumah sakit tipe D yang sangat diharapkan masyarakat di wilayah 3 (Kecamatan Sebuku, Sembakung dan Lumbis). (oya/nri)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers