MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 06 Desember 2018 13:10
Pastikan ODGJ Tak Digiring

Tegaskan ODGJ Terdaftar, Bukan Gelandangan dan Terlantar

IKUTI REGULASI: Soal ODGJ, Ketua KPU Kaltara tegaskan akan mengikuti regulasi yang ada. Ia pun mengatakan jika ODGJ akan terdaftar. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menampik akan adanya anggapan suatu potensi penggiringan hak pilih orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pada Pemilu 2019 mendatang.

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini KPU RI tentu sejatinya sudah membuat regulasi-regulasi yang di dalamnya mengatur tentang tata cara penggunaan hak pilih ODGJ.

Oleh karenanya, pihaknya meyakini tidak ada sistemnya selaku penyelenggara akan keberpihakan terhadap para calon peserta pemilu. "Sejauh ini juga kami dalam bekerja terus berdasarkan peraturan perundang-undangan. Artinya, konsep kerja kami jelas dan terarah," ungkap Surya kepada Radar Kaltara, Selasa (4/12).

Lanjutnya, meski pihaknya menyadari dengan semakin dekatnya proses pesta demokrasi yang berlangsung secara serentak. Yang mana, banyak hal-hal baru yang dianggap tabu menjadi suatu personalan. Akan tetapi, pihaknya tetap berusaha menempatkan kedudukan KPU sebagai wadah yang baik.

"Prinsipnya kami sepanjang adanya regulasi dalam kebijakan tersebut tidak melarang. Tentu kami akan patuhi dan menindaklanjutinya," ujar pria yang pernah menjabat Ketua KPU Bulungan ini.

Lebih jauh dikatakan, misal dalam konteks tata cara penggunaan hak pilih ODGJ. Maka pihak KPU di seluruh kabupaten/kota tentunya harus memberikan fasilitas sebuah pendampingan. Tujuannya, agar ODGJ dapat dengan baik menggunakan hak pilihnya.

“ODGJ ini mungkin tak ubahnya seperti penyandang disabilitas. Artinya, ada perlakuan khusus yang harus diberikan nantinya,” katanya.

Dan, tambahnya, pendampingan itu tatkala ODGJ berada di dalam bilik suara. Ini bilamana tidak ada pendamping dari pihak keluarga. Sehingga KPU melalui kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang bertugas mendampingi.

“Pihak keluarga atau petugas KPPS bisa mendampingi saat di bilik suara nantinya," ujarnya. “Pendampinginan itu tentu tujuannya untuk mengarahkan kepada pemilih ke bilik suaranya. Dan menyiapkan alat bantu coblos,” timpalnya.

Namun, terlebih penting guna menjaga keaslian data yang diberikan oleh ODGJ. Dalam proses pendamping itu sekalipun keluarga wajib sebelumnya mengisi form C3. Isinya, pernyataan bahwa yang bersangkutan tidak akan membocorkan pilihan si ODGJ. “Jadi, perlakuan-perlakuan seperti itulah yang akan diberikan nantinya,” bebernya.

Dikatakannya juga, upaya lain mencegah adanya anggapan negatif terhadap pihak penyelenggara. Pihaknya kembali menjelaskan akan hasil Putusan MK No. 135/2015. Yang mana, menyatakan bahwa gangguan jiwa/ingatan tersebut, dari sisi waktu/durasi ada perbedaan. Pertama, perbedaan terhadap ODGJ permanen/kronis dan non-permanen/episodik.

"Kalau dari sisi kualitas dibedakan menjadi tiga. ringan,sedang, dan berat," sebutnya seraya mengutip hasil putusan MK dari sumber yang dipercaya. Di samping informasi yang didapatinya dari KPU RI.

Tambahnya juga, mengenai ODGJ ini juga diuraikan dalam Putusan MK itu bahwa gila hanya salah satu jenis dari abnormalitas mental. Sedangkan, untuk jenis yang lain ada banyak. Ini meliputi, stres, depresi, cemas, paranoid, latah, fobia, dan fikiran buruk.

"Jenis-jenis itulah yang terkadang tak banyak dipahami. ODGJ itu masing-masing memiliki perbedaan tingkat pemulihan, baik dari sisi kecepatan maupun kualitasnya," ujarnya.

Di sisi lain, Surya menegaskan juga terkait sistem pendataan pemilih. Disebutkan bahwa terdapat tiga sistem yang dilakukan oleh seluruh petugas di KPU kabupaten/kota di Kaltara. Pertama, dengan mendatangi dari rumah ke rumah menanyakan berapa anggota keluarga yang sudah memiliki hak pilih. Dan termasuk apakah didalam keluarga itu ada penyandang disabilitas ataupun tidak.

"Jadi, misalnya ada penyandang disabilitas. Maka, petugas akan menanyakan secara detail untuk mengelompokkan jenis-jenis penyandang disabilitasnya,"ucapnya.

"Kemudian, kalau cara kedua dan ketiga yaitu petugas bisa saja menerima laporan langsung dari masyarakat, yang merasa belum terdaftar. Atau sudah terdaftar tapi ada data (nama, tanggal lahir, alamat dan lainnya) yang salah.Termasuk, meminta data penghuni di panti sosial, Lapas, Rutan, dan sejenisnya, lalu nama-nama itu dikroscek sesuai alamat tinggalnya," sambungnya.

Dikatakannya kembali, dari keseluruhan tata cara yang ada dalam sistem pendataan dan lain sebagainya. Artinya jelas terlihat bahwa KPU tidak mendata orang gila yang ada di jalan-jalan. Sebab, ditegaskan hal tersebut bukan begitu prosedur kerjanya.

"Dalam putusan MK juga sudah dinyatakan bahwa orang dengan psikosa (gila) yang berciri-ciri hidup menggelandang, makan sembarangan, bersifat asosial, bahkan tidak menyadari keberadaan dirinya sendiri. Itu sudah pasti soal penalaran yang wajar, tentuk tidak akan didaftarkan sebagai pemilih," pungkasnya. (omg/fly/udn)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 09:29

RS Tipe B Akan Dibangun dengan APBD

TANJUNG SELOR – Meski rencana peminjaman dana ke PT Sarana…

Selasa, 17 September 2019 09:25

Zona Hijau, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

TANJUNG SELOR – Meski wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tengah diselimuti…

Selasa, 17 September 2019 09:17

24 Hektare Lahan Hangus

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi…

Selasa, 17 September 2019 09:12

Hanura Belum Rekomendasikan Nama

TANJUNG SELOR – Partai politik (parpol) yang akan menduduki kursi…

Senin, 16 September 2019 23:32

Suasana Haru Sambut Jamaah Haji Bulungan

    TANJUNG SELOR – Meski pemulangan jamaah haji asal…

Senin, 16 September 2019 09:06

Kelakuan Remaja Menyimpang, Pola Asuh Orang Tua Jadi Faktor

TANJUNG SELOR – Psikolog, Fanny Sumajouw, S.Psi mengungkapkan, terkait perbuatan…

Senin, 16 September 2019 08:50

Potensi Hujan Rendah, Kabut Asap Berlanjut

TANJUNG SELOR – Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika…

Senin, 16 September 2019 08:45

Jemaah Haji Bulungan Pulang Lewat Darat

TANJUNG SELOR – Keberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara)…

Senin, 16 September 2019 08:14

Inginkan Bidang Pertanian Mampu Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Nama               : Albertus…

Minggu, 15 September 2019 13:33

Kepulangan Jamaah Haji Tertunda

TANJUNG SELOR – Kepulangan jamaah haji  kloter 14 dari Balikpapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*