MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Jumat, 30 November 2018 18:51
PLN Segera Menambah Daya Pasok Listrik dari Gas
FOTO: LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah melakukan site survei kedua pada September lalu, PT PLN (Persero) terus menggarap pengerjaan pembangunan pembangkit listrik di area South Sembakung Gas Plant, Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Simenggaris.

Staf Teknis PT PLN Engineering, M. Sahroni mengatakan sejauh ini masih dalam tahap survei untuk menentukan struktur bangunan. Dalam artian, pembangunan atau pengadaan pembangkit ini masih menunggu hasil survei.

Yakni menunggu hasil sampel untuk mengetahui imbas dan kekuatan bangunan. Dikatakannya setidaknya membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan survei. Sampel yang dikirim ke Jakarta pun membutuhkan waktu dua minggu, untuk mendapatkan hasilnya.

“Kan ada bukit dan lembah juga, jadi perlu diratakan. Jadi dari PLN juga masih menunggu hasil survei ini,” terangnya Kamis (29/11).

Lebih lanjut dijelaskannya, adapun sampel ini dilakukan suling. Yang mana mengambil sampel tanah per meter, dengan kedalaman 40 meter. Kemungkinan, akhir tahun ini hasil survei sudah diketahui.

“Dari kita gambarannya sudah ada, jadi tinggal menentukan pondasi bawahnya saja. Akhir Desember sudah bisa diketahui,” jelasnya.

Perlu diketahui juga bahwa pembangkit yang akan dibangun oleh PLN nanti merupakan relokasi pembangkit 2x25 MW dari Kalimantan Barat, sehingga kemungkinan operasionalnya akan lebih cepat satu tahun.

Potensi gas yang ada di South Sembakung ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan masyarakat di wilayah Kalimantan Utara. Dikatakan Field Superintendent JOB, Franciscus Aditya, kapasitas gas plant yang ada saat ini mencapai 30 Milion Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Jumlah gas ini bisa untuk membangkitkan 150 MW listrik.

Permasalahan letak geografis menjadi kendala utama dalam penyaluran gas ini. “Jadi potensi ini bisa dimanfaatkan lebih luas. Kalau pembangunan jaringan listrik bisa diselesaikan secepatnya maka pembangkit mulut tambang yang dibangun di sini, listriknya bisa dialirkan ke seluruh penjuru Kalimantan Utara,” jelasnya usai penanaman pohon di wilayah kerja South Sembakung, Kamis (29/11).

Sesuai dengan dengan perjanjian jual beli gas (PJBG) antar PLN dan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris, jumlah gas yang akan diserap adalah sebesar 8 BBTU per hari yang cukup untuk membangkitkan 40-50 MW listrik.  Dengan kontrak sekitar 20-an tahun. Masih ada potensi produksi listrik tambahan 100 MW lagi dari sumur gas milik JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris.

“Dikatakannya di South Sembakung saat ini terdapat empat titik sumur yang siap diproduksi kapanpun. Hanya satu titik sumur yang digunakan untuk Kecamatan Tanah Merah, itupun belum maksimal. Padahal satu titik sumur bisa mengalirkan 8 BBTU per hari. Sangat bagus potensinya. Jika pembangkit PLN dan jaringannya ada saat ini, maka kami pun siap untuk memproduksi gas kami saat ini juga, “ terangnya.

Sesuai dengan PJBG dan RUPTL PLN, kesepakatan mengalirkan listrik dari Simenggaris hingga menuju Tarakan dan Tanjung Selor dimulai pada 2020/ kuartal 1 2021. 

Semenjak dioperasionalkan aliran listrik di Kecamatan Tanah Merah pada 2015, kawasan ini menunjukkan perkembangan pembangunan. Seperti didirikan bangunan sekolah terpadu dan fasilitas sosial dan ekonomi lainnya. 

Dalam artian, baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara maupun pusat,  perlu terus memberikan dukungan dalam merealisasikan pengerjaan infrastruktur listrik di Sembakung ini sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah Kalimantan Utara bisa segera melejit. Yang terutama perlu segera dipercepat adalah proses pembebasan lahan untuk tapak transmisi menggunakan UU No. 2 Tahun 2012.

“PLN dan JOB memang harus bersinergi. Tidak hanya itu, Pemprov Kaltara juga terus memberikan dukungan kemudahan perolehan perizinan dan mengawal tim monitoring untuk segera menyelesaikan konstruksi jaringan listrik 150 kV di 2019, JOB Simenggaris sangat berharap dukungan dari para stakeholder, pemerintah provinsi dan daerah serta masyarakat supaya proses percepatan pengaliran gas tersebut dapat berjalan sesuai target agar manfaatnya bisa langsung di rasakan secara luas oleh masyarakat Kalimantan Utara," tutupnya. (adv/*/one/har)


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*