MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 29 November 2018 12:46
Janji Perbaiki Sektor Perikanan Sebatik
DIIMPOR: Para nelayan yang di Sebatik hingga kini masih menjual hasil laut ke Tawau, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Hadirnyanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik, salah satu fungsinya adalah ingin memperbaiki sektor perikanan di daerah perbatasan. Terutama pengembangan potensi hasil laut di wilayah perbatasan.

Kepala SKPT Sebatik, Iswadi mengatakan pembangunan PPI Sebatik sangat banyak mendukung, terutama para tokoh masyarakat Sebatik. SKPT hadir untuk segera mengoperasionalkan PPI Sebatik dan mengawal pembangunan hingga selesai. “Jadi wajib untuk melakukan pembangunan, atas nama negara pekerjaan tersebut harus dituntastkan,” kata Iswadi.

Menurutnya, SKPT akan berusaha melakukan peningkatan dan pengembangan terhadap para nelayan yang ada di Sebatik, terutama membantu daerah untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Melalui sektor perikanan.

Untuk itu, sangat perlu pembangunan PPI Sebatik mendapat dukungan, karena SKPT hadir di garda paling depan Republik Indonesia (RI). Akan menjadikan Sebatik sebagai tempat persingahan para nelayan, sebelum di hasil laut diekspor ke luar, seperti ke Tawau, Malaysia.

Ke depan yang perlu dilakukan adalah pengawalan, karena yang masih menjadi persoalan adalah hasil laut Sebatik masih ada yang dibawa ke Tawau, Malaysia namun tidak melalui prosedur yang benar. Untuk itu, telah dikoordinasikan ke pihak Malaysia, petugas keamanan laut. Agar mengikut prosedur yang benar.

“Sudah menjadi kebiasan lama, membawa hasil laut ke Tawau, Malaysia. Untuk itu perlu ada pembenahan dengan hadirnya SKPT di Sebatik,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang nelayan, Asri mengatakan untuk hasil laut yang didapatkan sementara ini hanya dijual kepada pembeli. Untuk dibawa ke Tawau, Malaysia urusan pembeli. Karena nelayan hanya sebatas menangkap ikan.

“Tidak ada nelayan yang langsung menjual hasil tangkapan ikan ke Tawau, Malaysia,” kata Asri.

Menurutnya, harga ikan menyesuaikan dengan pembeli. Untuk harga tidak menentu. Untuk itu, perlu ada pengawalan dalam proses perdagangan ikan ke Tawau, Malaysia. Karena terkadang harga ikan rendah, para nelayan terkadang hanya terpaksa menjual. “Semoga dengan adanya SKPT itu. Bisa memberikan solusi yang baik kepada para nelayan di Sebatik,” harapanya. (nal/nri)

Janji Perbaiki Sektor Perikanan Sebatik

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 10:30

Aji Kuning Kini Jadi Langganan Banjir

NUNUKAN – Sejumlah desa yang ada di Sebatik menjadi langganan…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:26

PLBN Krayan Dibangun Akhir Tahun

LONG BAWAN - Pos lintas batas negara (PLBN) yang berada…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:09

Daya Berkurang Hingga 2,5 MW, Listrik Bakal Mati-Mati Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan, kembali…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:06

Tak Hadiri Apel Pagi, Kinerja Honorer Dipertanyakan

NUNUKAN - Banyaknya tenaga honorer di lingkungan Sekretariat Kabupaten (Setkab)…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:05

Hakim Tunda Sidang Selama Dua Pekan

NUNUKAN – Sidang perdana preperadilan kasus dugaan kayu ilegal akhirnya…

Rabu, 21 Agustus 2019 10:04

Tabrakan dengan Pelajar, Honorer Tewas di Tempat

NUNUKAN – Seorang honorer di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:27

Sejumlah Sekolah Terima Surat Palsu

NUNUKAN – Sejumlah sekolah negeri dan swasta di Nunukan menerima…

Selasa, 20 Agustus 2019 09:26

Bangun Sinergisme TNI-Polri, Polres Gelar Apel

NUNUKAN – Tetap ingin meneruskan jalinan sinergisme antar TNI-Polri, Polres…

Senin, 19 Agustus 2019 12:30

Calon Pengantin Nyaris Batal Nikah

DUA orang pria nyaris menjadi korban kecelakaan tunggal dalam insiden…

Senin, 19 Agustus 2019 12:11

Pasang Akuarium sebagai Pengingat Pengunjung

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mempunyai cara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*