MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 29 November 2018 09:36
Kontraktor Terkesan Buru-Buru

DPRD Berharap Ada Ganti Rugi

HARUS KLIR: Belum diganti rugi, proyek normalisasi Sungai Supil sudah dikerjakan. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Ketua Komisi I DPRD KTT, Michael Yunus menilai pekerjaan normalisasi Sungai Supil Desa Seputuk,  Kecamatan Muruk Rian terkesan tergesa-gesa. Alhasil, banyak tanam tumbuh warga belum mendapatkan kompensasi/ganti rugi dari pemenang lelang proyek tersebut.

“Andai saja mereka mempunyai itikad baik, pasti tidak ada yang dirugikan,” kata Yunus kepada Radar Tarakan, Selasa (27/11).

Sebelumnya, kata pria yang sudah melihat langsung proyek penanggulangan banjir itu, banyak pekerjaan yang masuk ke Desa Seputuk baru kali ini permasalah.

“Karena tidak mengindahkan hak-hak warga Desa Seputuk," kata Yunus.

 Menurutnya, banyak contoh yang bisa jadi pelajaran. Seperti proyek normalisasi Sungai Sebidai, tidak ada masalah tanam tumbuh warga, semua pekerjaaan berjalan baik dan lancar.

Karena itu, dia berharap CV Garuda Perkasa untuk tidak bekerja sebelum semua permasalahan  di lokasi proyek klir.

Yunus pun mengingatkan kepada kontraktor untuk mengacu pada pasal 36 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. Dalam UU tersebut menjelaskan, hak asasi manusia menjamin tidak seorang pun boleh dirampas miliknya dengan sewenang- wenang dan secara melawan hukum. Diperkuat pada Pasal 37 ayat (1), bahwa pencabutan hak milik atas suatu benda demi kepentingan umum, hanya di perbolehkan dengan menganti kerugian yang wajar dan segera, serta pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang undangan.

Yunus menambahkan, pengerjaan kanal juga tanpa koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) KTT, Syaid Agil . Sebab, dari hasil koordinasi, kepala DPU tidak pernah memerintah CV Garuda Perkasa untuk melakukan pekerjaan sebelum tanam tumbuh warga mendapatkan ganti rugi dari kontraktor.

"Ketika saya tanyakan Syaid Agil, kepala Dinas PU melalui telepon selulernya siang tadi (kemarin, Red), dia heran kenapa direktur CV Garuda Perkasa sampai saat ini (kemarin, Red) belum ada ketemu dengannya,” ungkapnya.

“Siapa yang menyuruh melakukan pengerjaan tersebut, dan nanti siapa yang akan mengganti rugi tanam tumbuh warga,"sambung Yunus meniru ucapan kepala DPU.

Sebelumnya, Sofian salah satu penanggung jawab proyek normalisasi Sungai Supil CV Garuda Perkasa Berau mengatakan, proyek normalisasi ini merupakan  usulan warga melalui Musrenbang sejak beberapa tahun lalu. Namun baru bisa terlaksana tahun ini karena sudah ada anggarannya.

 

"Saya di sini hanya pelaksana saja,” sebutnya.

“Memang dari awal proyek ini bisa dikatakan ribet lah,” sambungnya.

Namun, kata dia, sebelum masuk ke lokasi proyek sudah dikonsultasikan kepada kepala desa.

“Memang inilah yang dihindari, setelah kita beberapa kali mediasi kepada warga di sini dan mungkin kebetulan kesibukan warga, sehingga kami susah menemui pemilik lahan yang akan kami garap. Dan memang ini belum ada kejelasannya,"ungkap Sofian, Senin (26/11).

Pihaknya sudah berusaha berkoordinasi keada warga dan DPU, namun tidak pernah ada titik temu. Pihak DPU mengambil kesimpulan bahwa akan dibentuk tim konpensasi untuk tanam tumbuh,dan kemarin sudah masuk tim konpensasi ke lokasi dan mencatat pohon sawit warga yang akan diganti.

 

"Kami bersama pihak kepala desa juga sosialisasi kepada pemilik lahan dan yang datang hanya sebagian kecil dan di situ yang membuat susah kami sehingga yang kami kerjakan ini hanya bagi warga yang mau saja,"katanya. (*/rko/ana)


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 09:01

Antisipasi Pengetap, Pelat Kendaraan Dicatat

TANA TIDUNG- Pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk…

Sabtu, 14 September 2019 08:55

Dua Rumah Tak Layak Huni Direhab

TANA TIDUNG - Koramil 0903/08 Kodim 0903/Tsr dibantu warga melaksanakan…

Jumat, 13 September 2019 11:42

Permasalahan pada SDM

TANA TIDUNG – Hasil perikanan sampai saat ini sebagian besar…

Jumat, 13 September 2019 11:39

Berbuah 5 Tahun Sekali, Lepiu Diburu Warga

TANA TIDUNG - Buah lepiu merupakan buah asli Kalimantan Utara.…

Selasa, 10 September 2019 11:26
Kenakalan Remaja

Hutan Ini Dijadikan Tempat Favorit Ngelem, Ini Buktinya...

TANA TIDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali…

Senin, 09 September 2019 14:23

Warga Kesal Sering Tidak Kebagian LPG 3 Kg

TANA TIDUNG - Warga di Desa Tideng Pale,Kecamatan Sesayap, kembali…

Sabtu, 07 September 2019 10:24

Tolak Life Jacket, Speedboat Tak Mau Jalan

TANA TIDUNG -  Kesadaran penumpang speedboat di Kabupaten Tana Tidung…

Jumat, 06 September 2019 10:49
Miras

Ratusan Miras Hasil Sitaan Satpol PP Akan Dimusnahkan

TANA TIDUNG – Ratusan botol minuman keras hasil sitaan Satuan…

Kamis, 05 September 2019 12:20

Akta Kelahiran Bisa Dicetak Sendiri

TANA TIDUNG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana…

Kamis, 05 September 2019 12:18

Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

TANA TIDUNG - Maraknya penyalahgunaan narkoba saat ini membuat kepolisian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*