MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 27 November 2018 11:38
Bangun Kanal di Kebun Sawit, Warga Minta Ganti Rugi

Kontraktor Akui Sudah Lakukan Mediasi dengan Pemilik Lahan

PROSES PENGERJAAN: Inilah proyek norma lisasi Sungai Supil Desa Seputuk yang mengakibatkan lahan tanam dan tumbuh seperti kebun sawit warga, ikut terkena imbasnya. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG – Proyek normalisasi banjir Sungai Supil di atas lahan tanaman wilayah Desa Seputuk, Kecamatan Muruk Rian  menuai protes warga. Rencananya proyek normalisasi tersebut akan dibangun kanal untuk mengantisipasi banjir Sungai Supil.

Karena letaknya berada di atas lahan yang telah ditanami beberapa pohon sawit,  warga pun meminta ganti rugi atas proyek normalisasi tersebut. Salah seorang warga Desa Seputuk, Roben (40) menjelaskan, pada dasarnya mereka tidak menghalangi proyek normalisasi Sungai Supil tersebut. Mengingat pembangunan kanal tersebut juga  menjadi kebutuhan bagi warga karena seringnya banjir. Dengan pembangunan kanal tersebut, bisa mengatasi persoalan banjir.  Namun lanjutnya, ia bersama warga lainnya meminta kepada pihak yang bertanggung jawab menangani proyek normalisasi tersebut agar bisa mengerti  karena tanaman yang ada di lokasi pembangunan kanal bernilai ekonomis.

"Intinya kami tidak mengahalangi proyek tersebut. Cuma tolonglah mengerti di lokasi itu ada sawit kami yang jadi korban kalau bisa ada penggantian ke kami. Jangan langsung kerja aja sebelum ada kejelasan berapa ganti ruginya kepada kami warga ini. Selesaikanlah dulu masalah ganti ruginya setelah selesai kan kita sama-sama enak. Jangan belum ada ganti rugi para kontraktor tersebut main kerja aja,"ujar Roben kepada Radar Tarakan yang juga salah seorang pemilik lahan kebun kelapa sati tersebut.

Di tempat yang sama, Sofian salah seorang penanggung jawab proyek normalisasi Sungai Supil CV Garuda Perkasa Berau mengatakan, ini salah satu proyek usulan dari warga melalui Musrenbang sejak beberapa tahun yang lalu. Dan memang  belum ada pengerjaannya. Dan saat ini karena sudah disediakan anggarannya, pihaknya sudah memulai proyek pengerjaan.

"Saya selaku pelaksana saja memang dari awal proyek ini bisa dikatakan sulit. Sebelum masuk ke sini saya juga sudah konsultasi kepada kepala desa dan memang inilah yang dihindari. Setelah beberapa kali mediasi kepada warga di sini dan mungkin kebetulan kesibukan warga sehingga kami susah menemui pemilik lahan yang akan kami garap. Dan memang ini belum ada kejelasannya," ungkap Sofian di lokasi saat di wawancarai Radar Tarakan, Senin (26/11).

 

Menurutnya, pihaknya sudah berusaha berkoordinasi keada warga dan pihak Dinas Pekerjaan Umum namun tidak pernah ada titik temunya. Lanjutnya lagi, pihak  Dinas Pekerjaan Umum mengambil kesimpulan bahwa akan dibentuk tim kompensasi untuk tanam tumbuh. “Dan kemarin sudah masuk tim konpensasi ke lokasi dan mencatat pohon sawit warga yang akan diganti,” lanjutnya.

Lebih jauh ditegaskannya, pihaknya bersama kepala desa juga melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan. Namun faktanya, yang datang hanya sebagian kecil. Itu yang membuat pihaknya kesulitan. “Sehingga yang kami kerjakan ini hanya bagi warga yang mau saja. Jadi yang dikerja ini bagi yang mau saja mengingat tahun ini sudah mepet betul. Kami berharap warga Desa Seputuk mendukung program ini mengingat ini untuk kepentingan bersama,"sambungnya seraya menyebutkan untuk pengerjaan sungai ini hanya kurang lebih 3 kilometer saja dengan total anggaran sekitar kurang lebih Rp 700 juta.

Sementara itu, Kepala Desa Seputuk, Yohanes   mengatakan, proyek ini adalah salah satu program untuk menangani banjir yang kerap terjadi di Desa Seputuk selama ini. Dan akhirnya menemukan solusi penanganannya yaitu dengan membuat kanal sehingga banjir dapat dibendung. Dan akhirnya saat ini sudah dikerjakan oleh kontraktor CV Garuda Perkasa namun ada sedikit kendala saat ini yaitu terkait lahan warga yang akan dijadikan proyek tersebut.

“Sebelum pihak kontraktor meminta izin kepada saya, saya sudah mengingatkan kepada mereka apakah sudah ada kesepakatan untuk permasalahan ganti rugi tanam tumbuh warga yang memang menjadi hak-hak warga,” ujarnya. Namun karena itu semua hak warga yang memang harus diganti, pihaknya berharap kepada Dinas Pekerjaan Umum  bersama kontraktor agar turun ke lapangan untuk melihat tanam tumbuh warga sehingga hasilnya bisa segera dirembukkan ke warga apa-apa saja kesepakatannya. “Jangan seperti ini menjadi tanda tanya bagi warga. Tolong ini segera diselesaikan secepatnya mengingat warga akan menghadapi Natal dan Tahun Baru,"jelasnya. (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 09:51

KELEWATAN BAH..!! LPG 3 Kg Dijual di Atas HET

 TANA TIDUNG – Warga mengeluhkan) LPG 3 kg bersubsidi dijual…

Senin, 21 Oktober 2019 11:16

Warga Harapkan Pertamini Ada di Daerah Pesisir

 TANA TIDUNG – Warga di Kecamatan Sesayap Hilir dan Desa…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:22

Rastra Akan Diganti Bantuan Non Tunai

 TANA TIDUNG -  Bantuan sosial beras untuk masyarakat sejahtera (Rastra)…

Jumat, 18 Oktober 2019 10:19

Dua Desa Belum Teraliri Listrik

 TANA TIDUNG - Hingga kini persoaan listrik menjadi perbincangan warga di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:55

NPHD Akhirnya Disepakati

 TANA TIDUNG - Setelah melewati tahapan panjang, akhirnya Naskah Perjanjian…

Jumat, 11 Oktober 2019 11:23

Belum Tandatangan NPHD, KPU Berharap Segera Dapat Solusi

 TANA TIDUNG- Hingga saat ini pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT)…

Kamis, 10 Oktober 2019 14:41

Buat SIM Harus ke Kabupaten Tetangga, Tapi di Kabupaten Ini Sering Razia

 TANA TIDUNG- Warga di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung mengeluhkan…

Rabu, 09 Oktober 2019 13:32

Janjikan Jalan Seputuk Selesai Tepat Waktu

TANA TIDUNG – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Selasa, 08 Oktober 2019 10:00

Jangan Posting Data Pribadi ke Medsos!

 TANA TIDUNG – Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi digital…

Selasa, 08 Oktober 2019 09:57

Utamakan Infrastruktur Jalan

TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung masih memiliki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*