MANAGED BY:
MINGGU
22 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 November 2018 15:25
Sisi Jalan Inspeksi Kanal Wajib Steril

Kekhawatiran Mengenai Permukiman Sekitar Bandara

RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Kanal Bandara Internasional Juwata Tarakan diproyeksikan sebagai jalur masuk speedboat atau angkutan air sejenis yang melayani penumpang penerbangan. Bandara Juwata kelak akan bersolek, melengkapi pelabuhan serta koridor, melayani penumpang dari empat kabupaten. Namun, belakangan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kalimantan Utara (Kaltara) mengkhawatirkan permukiman yang dibangun di sekitar kanal.

 

---

 

PENGEMBANGAN antarmoda oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara itu telah direncanakan sejak lama. Kanal nantinya memegang dua fungsi, sebagai jalur masuk penumpang dan pengendali banjir.

Jumat (16/11) lalu, Kepala DPUPR-Perkim Suheriyatna mengungkap jika telah berkomunikasi secara langsung kepada Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga untuk segera membebaskan lahan warga yang berada di kawasan sekitar jalur yang dilalui kanal. “Harus ada ketegasan dari Pemkot untuk membuat estetika tata ruang di sini bagus, jadi jangan semua lahan yang ada di sini dimanfaatkan untuk permukiman,” ujarnya.

Selain itu, kanal dapat terbebas dari limbah dan sampah, sebab ke depannya kanal akan dikelola dalam mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Pengerjaan kanal di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat itu berkemajuan. Kendati realisasinya, kata dia, menyangkut dukungan anggaran pemerintah pusat.

DPUPR-Perkim juga akan membangun kolam putar dermaga di sisi pelabuhan udara. Tak hanya itu, Suheriyatna mengungkapkan bahwa Gubernur Dr. H. Irianto Lambrie pun berencana bertemu dengan Menteri PUPR membahas  turap yang mendukung kanal. “Sheet pile 1,5 kilometer itu bukan sedikit anggarannya, ditambah kolam putarnya lagi,” bebernya.

Untuk diketahui, pembangunan kanal mencapai Rp 70 miliar secara keseluruhan. DPUPR-Perkim membuat anggaran tahunan khusus kanal. Di tahun 2017 lalu, pembangunan kanal dialokasikan Rp 12 miliar, tahun ini Rp 10 miliar dan rencana tahun 2019 dialokasikan Rp 10 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Irigasi DPUPR-Perkim Kaltara Tri Wahyu Wibowo mengatakan jika Pemprov membangun tiga kanal. Dua dari tiga kanal di Tanjung Selor. Di antaranya dibangun di belakang Pasar Induk dan Jalan Rawa Payau. “Kalau kanal di Bandara Juwata Tarakan panjangnya 1,5 km,” kata Wibowo, Rabu (21/11) lalu.

Dijelaskan Wibowo, pembangunan kanal dilakukan DPUPR-Perkim, sedangkan pembangunan dermaga oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara.

 

WARGA MERASAKAN DAMPAK NORMALISASI

Warga yang bermukim di sekitar area kanal sangat mendukung kanal terintegrasi dengan penerbangan itu. Paling tidak, ada dampak positif yang bisa dirasakan warga.

Santer (38), warga RT 18 Kelurahan Karang Anyar Pantai mengatakan, pembangunan kanal akan menambah estetika kawasan tersebut. “Apalagi untuk sungainya, yang dulunya tidak terurus, sekarang menjadi lebih baik lagi,” ujar wanita yang sudah dua tahun belakangan bermukim di kawasan tersebut.

Diakuinya sungai yang ada dulunya sangat sempat, banjir sudah menjadi langganan hingga betis orang dewasa. Sejak kanal di-normalisasi, genangan pun tak seperti dulu.

Warga di kawasan itu menyambut baik niat pemerintah meningkatkan jalan inspeksi yang saat ini dijadikan warga sebagai jalan umum. Jika hujan tiba, jalur tersebut berlumpur, dan hal tersebut sangat mengganggu produktivitas warga.

Dikatakan, dirinya bersedia jika lahan miliknya harus digeser untuk pemeliharaan jalan. “Kalau dipindah, yah kita pindah, maksudnya geser ke belakang,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Sumarni (42), warga di RT yang sama. Bermukim di dekat sungai yang kini jadi kanal sejak lama. Bahkan ia menyaksikan kawasan itu perlahan ramai dengan adanya pembangunan kanal. Apalagi menyusul adanya pembangunan perumahan Jokowi, sehingga menguntungkan bagi pedagang sembako seperti dirinya. Dia sendiri berharap jalanan bisa diperbaiki, agar masyarakat sekitar menjadi leluasa beraktivitas. “Saya senang dengan adanya pembangunan, saya harap cepat terealisasi. Karena selama 10 tahun saya tinggal, baru kali ini merasakan pemerataan yang adil,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Asmaul Husnah Tarakan Abdul Aziz melalui Komisaris Pengawasan Perumahan Program Jokowi Edy Idris mengatakan, pembangunan perumahan mengaku dibangun perumahan di dekat kanal. Posisinya strategis.

Pembangunan perumahan sudah dimulai sejak tiga bulan yang lalu, dan target selesai 2019 mendatang. Tahap pertama 90 unit rumah sudah dipesan. Akan ada tambahan 200 unit di tahap kedua.

Untuk kriteria penghuni juga sama atau umum seperti perumahan lainnya, tetapi kriteria khususnya dengan pendapatan yang di bawah Rp 4 juta, karena sudah ada subsidi. “Unit pertama sudah ada pemesannya, kalau tahap kedua pendaftar juga sudah masuk,” ujarnya.

 

ASAL ADA AKSES JALAN

Staf Gubernur Percepatan Pembangunan Syamsul Banri menilai jika jalan inspeksi di sekitar kanal harus dibebaskan dari permukiman. Jalan tersebut akan digunakan sebagai pemeriksaan dan operasional nantinya.

“Saya belum tahu di titik mana untuk perumahan. Kecuali untuk daerah yang sekarang jalan masuk, itu memang perlu dibebaskan,” terangnya kepada Radar Tarakan, Sabtu (24/11).

Apalagi kanal yang sementara dalam tahap pembangunan dan terus berprogres ini sudah jelas. “Lebarnya (jalan) kan sudah jelas, dan kanal itu dibuat untuk akses masuk ke bandara bukan untuk dipakai umum. Saya kira (permukiman) tidak bersinggungan langsung dengan kanal, yang penting ada akses ketika mau dilakukan perbaikan. Jadi (permukiman) tidak menjadi penghalang,” bebernya.

“Kanal dibuat untuk akses masuk ke bandara dan untuk memperlancar sungai yang dari kota. Air dari Jalan Mulawarman, dan sungai dekat pasar buah yang letaknya depan runway. Jadi itu juga manfaatnya kanal. Debit air pada sungai-sungai ini cukup besar saat hujan,” jelasnya.

Dalam hal pembangunan, lanjut dia, tentu sudah dilakukan kajian-kajian sebelumnya. Mulai dari penataan hingga program penghijauan, yang dirancang sedemikian rupa demi meningkatkan pelayanan. “Kajian dari PU (DPUPR-Perkim), kalau terkait dengan perumahan saya belum tahu sampai mana pembangunannya dan arahnya ke mana,” imbuhnya.

Mantan Kepala Bandara Juwata Tarakan ini mengharapkan pembangunan di kawasan sekitar tak mengganggu keselamatan penerbangan. “Penerbangan itu juga harus bebas dari gedung-gedung tinggi. Seperti pembangunan BPK yang sudah dimulai di Jalan Mulawarman. Padahal lokasinya cukup jauh, tetapi tetap harus memperhatikan keselamatan penerbangan. Sehingga jumlah lantai bangunannya nanti, sesuai yang direkomendasikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Salman Aradeng menyatakan bahwa pembangunan kanal tentu tak akan lepas dari dukungan Pemkot Tarakan. Menurutnya, jika ada hal yang menjadi kewajiban Pemkot, maka dibahas bersama. “Apa pun keputusan menyangkut kanal ini, pasti akan dibicarakan dengan Pemerintah Kota dan DPRD, misalnya soal pembangunan permukiman tadi,” tuturnya.

Menurut Salman, jika ke depan dibutuhkan kerja sama masyarakat sekitar dalam upaya sterilisasi sekitar kanal, DPRD siap memfasilitasi. Demi jalan keluar yang terbaik. “Ini pasti dibicarakan. Nanti akan dibicarakan bersama Pemerintah Kota, DPRD dan Pemerintah Provinsi. Apa pun itu kalau terbaik bagi masyarakat, ya pasti dilakukan, tentunya pemerintah duduk bersama warga untuk membicarakan hal ini,” ujarnya.

Mengenai hal-hal yang dibutuhkan dalam pembangunan kanal sebagai jalur masuk penumpang, diakui Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga akan terus dikoordinasikan dengan Pemprov Kaltara. Dalam perjalanan pembangunan, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi salah satu kawasan ekonomi. 

“Nanti dikoordinasikan dengan semua yang terkait. Dikoordinasikan dulu. Kau (pewarta) tanya sama orangnya (kenapa bisa ada dibangun rumah di sekitar kanal),” singkatnya. (*/one/*/shy/*/naa/lim)

 

Jalur Jalan Inspeksi Kanal Wajib Steril


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 09:34

Rogoh Kocek hingga Rp 400-an Ribu tiap Bulan

TARAKAN - Embung Binalatung yang terletak di Kampung Satu Skip,…

Sabtu, 21 September 2019 09:26

Ketua HIPMI Tertarik Pilgub Kaltara?

TARAKAN - Dari 13 figur yang mengambil formulir pendaftaran calon…

Sabtu, 21 September 2019 09:17

Malam Ini, Babak Penyisihan Tarakan Timur

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Sabtu, 21 September 2019 08:35

Budi Daya Rumput Laut Sudah Langgar Batas Negara

TARAKAN- Wilayah budi daya rumput laut yang masih ditemukan di…

Sabtu, 21 September 2019 08:20

Sulap Lingkungan RT Menjadi Wadah Pendidikan

SEIRING berkembangnya zaman, kecanggihan tekonolgi tidak dapat dihindari. Tapi tergantung…

Jumat, 20 September 2019 09:33

BREAKING NEWS! Pipa Gas Bocor Keluar Api

TARAKAN - Warga sekitar RT 1 Kelurahan Gunung Lingkas dihebohkan,…

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*