MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 26 November 2018 15:22
Belum Diimunisasi, Potensi Menderita Penyakit MR
MEMBANTU KEKEBALAN: Cakupan imunisasi MR di Tarakan masih rendah. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Perpanjangan pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) hingga 31 Desember melalui Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor: SR.02.06/MENKES/680/2018, sudah seharusnya disambut masyarakat luas yang masih enggan mengimunisasi anaknya. Strategi tindak lanjut kampanye imunisasi MR fase II itu sebagai upaya pemerintah meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketua Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda PP-KIPI) Kaltara dr. Franky Sientoro, Sp.A, menilai apa yang sudah dicanangkan tersebut tak lain demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat ke depannya. “Bila SDM kita tidak sehat, tentu berdampak pada penurunan SDM kita sendiri. Imunisasi MR ini sangat penting untuk menciptakan kelompok yang kebal dari penyakit measles dan rubella,” ujarnya, Minggu (25/11) kepada Radar Tarakan.

Pria yang juga ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini juga menjelaskan bila anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang tidak diimunisasi MR berpotensi menderita measles dan rubella. Kedua penyakit ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan.

Measles lebih kita kenal dengan campak, dapat menyebabkan infeksi paru-paru, radang otak hingga kematian, sementara rubella ini sangat berbahaya bila menginfeksi ibu hamil terutama di trimester pertama, karena dapat menyebabkan 80 hingga 90 persen bayi yang dilahirkan mengalami kecacatan seperti kelainan jantung, buta, katarak hingga tuli. Bila parah, dapat menyebabkan bayi meninggal di dalam kandungan,” ungkapnya.

Satu-satunya cara terhindar dari kedua penyakit tersebut dengan imunisasi MR. Pemerintah menargetkan setiap daerah harus mencapai cakupan 95 persen ke atas.

“Kenapa minimal harus 95 persen untuk cakupannya, agar 95 persen yang sudah terimunisasi ini bisa melindungi 5 persen yang belum mendapatkan imunisasi, bila cakupan di bawah 95 persen tentunya berdampak pada risiko tertular penyakit measles dan rubella lebih besar. Hal ini tentunya secara tidak langsung mempengaruhi kualitas SDM yang akan hadir di masa yang akan datang,” bebernya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat yang belum memberikan imunisasi MR produk Serum Intitute of India (SII) kepada anaknya untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan yang ada. “Ini program pemerintah tujuannya pasti baik, terlebih program ini tidak memungut biaya sepeser pun,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan Subono mengatakan, dirinya menyambut baik rencana perpanjangan pelaksanaan imunisasi MR hingga 31 Desember, namun dirinya mengharapkan puskesmas-puskesmas yang ada dapat berinovasi agar program-program lainnya tetap jalan. “Puskesmas-puskesmas yang ada pasti bisa melaksanakannya dengan baik, pelaksanaan imunisasi MR ini tetap berjalan bersama dengan program lainnya,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan saat ini pelaksanaan imunisasi MR di Tarakan baru mencapai 60 persen. “Kami tetap optimis, bisa capai cakupan 95 persen sesuai target yang ditentukan,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinkes Kaltara Usman menjelaskan, perpanjangan ini sebenarnya tidak hanya diberlakukan di Kaltara saja. Ada 28 provinsi di Indonesia yang juga diperpanjang oleh Kemenkes. “Artinya, saat ini ada 28 provinsi yang belum terpenuhi target nasional 95 persen,” ungkap Usman.

Kemenkes menilai cakupan di 28 provinsi itu belum cukup untuk melindungi seluruh masyarakat dari bahaya penyakit campak dan rubella. Oleh karena itu untuk memenuhi cakupan itu dilakukan perpanjangan. “Diharapkan dengan adanya penambahan waktu ini seluruh masyarakat dapat terlindung dari penyakit tersebut,” harapnya.

Sedengan untuk daerah yang terkena dampak bencana, sepeti di Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan becana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng), kegiatan imunisasai MR tetap berlanjut.

Usman menjelaskan, sebenarnya rendahnya imunisasi di Kaltara disebabkan masih adanya penolakan dari orang tua. Padahal pihaknya telah aktif melakukan sosialisasi akan bahaya penyakit campak dan rubella. 

“Tapi fakta di lapangan masih ada saja penolakan, saat ini saja cakupan MR di Kaltara hanya 65,33 persen saja,” ujarnya.

Melihat data itu, sambung Usman, Kaltara masih membutuhkan 30 persen untuk dapat mencapai taget yang telah ditetapkan Kemenkes 95 persen.

“Saya berharap masyarakat tidak ada lagi yang melakukan penolakan, apalagi hal ini untuk kebaikan bersama,” harapnya. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 09:29

45 Titik Panas Terpantau

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari belakangan berdampak pada…

Jumat, 20 September 2019 09:20

Langkah Andi Akbar Tergantung Mertua

TARAKAN – Kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Nunukan,…

Jumat, 20 September 2019 09:10

Gadai Sertifikat Tanah demi Pra PON

TARAKAN – Cabang olahraga panahan Kalimantan Utara (Kaltara) tertatih-tatih mengikutsertakan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Peserta per Kecamatan Dibatasi 260 Orang

TARAKAN – Babak penyisihan Lomba Domino Piala Irianto di Kecamatan…

Jumat, 20 September 2019 08:58

Harmoni Legislatif dan Eksekutif Kunci Sukses Kaltara

Nama                : Achmad…

Jumat, 20 September 2019 08:46
Aktif bermain tapi tidak disangka-sangka, di balik pakaian bocah yang bernama Juan, anak dari pasangan Try Wahyuni dan Petrus Seber ini terdapat luka sayatan bekas operasi beberapa bulan lalu.

Tiga Bulan Lagi Dioperasi, Berharap Bantuan Pemerintah

SUNGGUH teriris hati ini ketika melihat anak yang masih berusia…

Kamis, 19 September 2019 10:17

‘Telan’ Rp 100 M, Tengkayu I Baru Rampung Sisi Laut

TANJUNG SELOR – Pembangunan fasilitas transportasi laut di Kalimantan Utara…

Kamis, 19 September 2019 09:50

SABAR AJA...!! Di Sini Belum Ada Tanda-Tanda Hujan

TARAKAN - Kekeringan yang melanda Bumi Paguntaka akibat tidak diguyur…

Kamis, 19 September 2019 09:25

Undunsyah Optimistis Membangun Koalisi Parpol

TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung Dr. H. Undunsyah, M.Si,…

Kamis, 19 September 2019 09:13

Terdakwa Mati Kasus Sabu 10 Kg Ajukan Banding, Memori Banding Sudah di PT Kaltim

TARAKAN - Usai divonis hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*