MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 November 2018 10:38
Remaja Paling Banyak Lakukan Pelanggaran
DIAMANKAN: Petugas Satlantas Polres Bulungan saat melakukan penilangan kepada salah satu pelanggar lalu lintas. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pacsa Operasi Zebra Kayan 2018 yang digelar kepolisian, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bulungan mencatat ada peningkatan perkara di tahun ini jika dibandingkan tahun lalu. Pelanggaran didominasi pelajar dan mahasiswa atau pada rentang usia remaja.

Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasubbag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto, berdasarkan data yang ada di tahun ini, tercatat pada Operasi Zebra Kayan 2018 yang dilakukan belum lama ini, usia 16 hingga 20 tahun paling mendominasi melakukan pelanggaran. “Dari data bisa dilihat bahwa rentang usia tersebut yang mendominasi dibandingkan rentang usia lainnya,” ujarnya.

Data yang tercatat, angka pada kategori tersebut ada sebanyak 197 orang, memang jika dibandingkan pada tahun sebelumnya terjadi penurunan. Namun tetap saja masih mendominasi. “Tahun lalu itu ada sebanyak 212 orang. Untuk di 2018 ini turun sebanyak 15 orang atau 7 persen,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, lanjut dikatakan Tutut, juga dapat dilihat bahwa rentang usia tersebut berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa. Pada kategeroi profesi ini jumlahnya mencapai 221 orang. “Ini juga mendominasi pada kategori pekerjaan para pelanggar, ada sebanyak 221 orang,” jelasnya.

Sementara profesi lain-lain atau serabutan itu berada di bawahnya, angkanya mencapai 141 orang, kemudian diikuti karyawan atau swasta sebanyak 112 orang. “PNS juga ada, angkanya hanya mencapai 23 perkara, lebih banyak memang dibandingkan dengan yang berprofesi sebagai pengemudi yang hanya mencapai angka 46 perkara,” jelasnya.

Khusus pelajar atau mahasiswa, ia katakan memang angkanya di tahun ini meningkat jika dibandingkan 2017 lalu yang hanya sebanyak 204 orang. “Dalam operasi tersebut dapat diketahui, bahwa usia remaja ini lah yang kerap melanggar, lantaran belum banyak pengetahuan  yang cukup dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Untuk itu dirinya juga mengimbau peran orang tua dalam hal ini, agar tidak mudah memberikan kendaraan pada buah hatinya yang belum memiliki usia genap untuk dapat mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) atau 17 tahun.

“Memang masih ditemukan pengemudi dibawah umur, angkanya mencapai 105 orang dan tentu tilang dilakukan, ini kebanyakan pengendara roda dua, untuk roda empat tidak ada,” ungkapnya.

Pengendara dibawah umur kata dia tentu juga akan berpotensi menyebab atau menimbulkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya lantaran belum cukup pengetahuannya mengenai lalu lintas. Pun demikian pada sisi psikologis anak yang belum siap menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi di jalan raya.

“Memang ini juga harus selalu disosialisasikan, baik bagi kami, sekolah dan pengawasan bagi orang tuanya juga sangat perlu, demi menekan angka kecelakaan di jalan raya,” ungkapnya.

Secara keseluruhan kata dia, tahun ini  ada sebanyak 543 tilang yang dilakukan, memang ada peningkatan jika dibandingkan tahun lalu yang hanya 533 tilang saja. Dimana didominasi pengendara roda dua.

“Untuk teguran juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2017 ada sebanyak 243 teguran yang disampaikan kepada pengendara, ditahun ini meningkat sebanyak 48 perkara atau menjadi 291 teguran,” pungkasnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*