MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 16 November 2018 13:54
Hanya Malinau yang Surplus Beras

Angkat Beras Lokal, HET Perlu Diawasi

BELUM SWASEMBADA: Kebutuhan akan beras di Kaltara masih lebih banyak dipasok dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Tingkat kebutuhan akan beras di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan cukup tinggi. Untuk menutupi kebutuhan konsumen, sehingga dipasok beras dari luar kota, yakni dari Jawa dan Sulawesi.

“Walaupun Tarakan ini kecil, tapi kan satu pulau jadi kebutuhan berasnya tinggi. Sementara hasil sawahnya kurang. Jadi pasok dari Jawa dan Sulawesi,” terang Andi Santiaji Pananrangi, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Kamis (15/11).

Namun yang menjadi persoalan, seharusnya pemasok meminta rekomendasi dari instansi terkait. Dengan harapan, besaran volume yang dikirim mudah diketahui. “Kami imbau agar pengiriman antarprovinsi ini minta rekomendasi ke dinas pertanian tanaman pangan. Jadi ini yang kami minta, mari kami sinkronkan yang berkaitan dengan pangan lokal. Tarakan ke Nunukan, Bulungan pasti akan ada rekomendasi antara kabupaten/kota,” lanjutnya.

Dijelaskannya, daerah yang defisit beras lokal adalah Tarakan, Nunukan, Bulungan dan Tana Tidung. Dari kabupaten/kota di Kaltara ini, hanya Malinau yang surplus untuk beras lokal.

Untuk diketahui, hasil panen tertinggi tahun ini di Nunukan yakni 17.380 ton. Kemudian disusul Bulungan sebanyak 16.860 ton, Malinau 9.370 ton, dan Tana Tidung 1.700 ton. Sementara produksi beras di Tarakan ini masih sangat rendah. “Yang defisit beras ini di Tarakan, Bulungan, Nunukan dan Tana Tidung. Jadi hanya di Malinau yang surplus untuk beras,” bebernya.

Meski demikian, produksi ini tidak mampu mengimbangi tingkat konsumsi beras di Kaltara. Sehingga ditutupi dengan beras Bulog dan kemasan dari luar daerah.

Inilah salah satu letak permasalahan di mana sering dijumpai harga beras yang melambung tinggi. Sehingga dikeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

Untuk daerah Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp 9.950 per kilogram (kg). sementara HET beras premium sebesar Rp 13.300 per kilogram.

Adanya aturan tentu disusul dengan sanksi bagi pedagang yang melanggar atau menjual di atas HET. Dari teguran hingga pencabutan izin usaha. Maka dalam hal ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pengawasan dengan melibatkan instansi-instansi terkait. Apalagi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, sekiranya harga beras ini tetap stabil. “Insyaallah dengan hasil pertemuan ini kita bisa bersinergi dan tingkatkan koordinasi, agar bagaimana ketahanan pangan ke depannya,” katanya.

Tidak hanya mengharapkan pengiriman beras dari luar daerah. Meningkatkan produksi lokal menjadi pokok permasalahan dalam pembahasan. Diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan kepada para petani, termasuk memperluas lahan sawah.

Untuk diketahui produksi padi di Kaltara ini terbilang tinggi. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), per Desember diprediksi hasil produksi tembus 45.320 ton.

Sementara luas panen per September 2018 kemarin, Kaltara sudah mencapai 11.120 hektare. Adapun luas panen padi di 2018 ini diprediksi 14.130 hektare.

Sedangkan 2019 mendatang, luas sawah yang digarap untuk Bulungan seluas 300 hektare dan Nunukan seluas 100 hektare.

“Kalau tidak, pasti tidak bisa. Kaltara masih kurang produksi beras. Tapi ada kebanggaan sendiri, karena ada beras hitam dan bagaimana produk lokal menjadi keunggulan. Mungkin dari sisi beras kurang, tapi sektor perkebunan dan peternakan harus mendukung,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Tarakan Pengadilan Lubis mengatakan ketahanan atau stok beras menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, dapat dikatakan cukup aman. Namun sayangnya, ia tak dapat menyebutkan pasti stok beras yang ada saat ini. “Yang jelas stok beras di gudang aman. Bisa mencukupi sampai dua tahun,” jelasnya singkat.

Dalam waktu dekat ini pun pihaknya dan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Tarakan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Tidak hanya ditujukan pada harga beras, tetapi seluruh kebutuhan pokok lainnya. Sehingga menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, harga tetap stabil. “Kami akan melakukan pengawasan, nanti koordinasi sama Disdagkop,” tutupnya. (*/one/lim)

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 14:09

KJRI: Perbatasan Sebatik Bocor

TARAKAN – Di tengah upaya menekan penyebaran virus Covid-19, di…

Rabu, 01 April 2020 13:59

Petambak Ditemukan Mengapung

TARAKAN - Sempat dilaporkan menghilang pada Senin (30/3) sekitar pukul…

Rabu, 01 April 2020 13:57

Puluhan Ribu Disinfektan Disemprotkan

Seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan. Hal…

Rabu, 01 April 2020 13:56

1.113 Liter Sabun Cuci Tangan Terdistribusi

TARAKAN -  Setalah menerima sumbangan dari disributor sabun batang pada…

Rabu, 01 April 2020 13:53

Harga Cabai Rp 90 Ribu Sekilo

TARAKAN – Di tengah kegelisahan akan pandemi Covid-19, sejumlah kebutuhan…

Rabu, 01 April 2020 12:59

Pembelian Gula Mulai Dibatasi

TARAKAN- Stok gula mulai terasa langka di pasaran. Ini disebabkan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:39

Satu Kontak Pasien 02 Positif

TARAKAN – Sebanyak 132 orang yang kontak erat dengan pasien…

Selasa, 31 Maret 2020 13:31

Jangan Panik, Stok Cukup dan Semua Toko Tetap Buka

PANDEMI Covid-19 di Kota Tarakan juga menimbulkan kepanikan setelah adanya…

Selasa, 31 Maret 2020 13:29

Lockdown, Gubernur: Itu Ditetapkan Pusat

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto Lambrie menegaskan, kebijakan…

Selasa, 31 Maret 2020 13:26

Fasilitas Jemaah Eks Ijtima Gowa Diutamakan

TARAKAN - Sejumlah jemaah eks ijtima Pakatto, Gowa, Sulsel masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers