MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 15 November 2018 11:32
Satlantas Keluarkan 543 Surat Tilang

Selama Operasi Zebra Kayan 2018

MELANGGAR : Polantas ketika menggelar Operasi Zebra Kayan 2018 lalu. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Satlantas Polres Bulungan mengeluarkan 543 surat tilang selama berlangsungnya Operasi Zebra Kayan 2018 yang digelar 30 Oktober -12 November lalu.

Surat tilang terbanyak diberikan kepada pengendara sepeda motor karena melanggar ketentuan berlalu lintas, yakni sebanyak 476 pelanggaran. Sedangkan mobil hanya 67 pelanggaran.

Kapolres Bulungan, AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasubbag Humas Polres Bulungan, Aiptu Tutut Murdayanto mengatakan, angka penilangan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 yang hanya 533 tilang.

“Tak hanya penilangan, pihaknya juga memberikan teguran kepada pengendara. Teguran juga meningkat,” sebutnya kepada Radar Kaltara, Rabu (14/11).

 

 Sementara jenis pelanggaran untuk pengendara sepeda motor terbanyak soal surat menyurat, seperti STNK maupun SIM.

“Jumlahnya ada 227 pelanggaran, disusul oleh pengendara di bawah umur dengan angka 105 perkara, kemudian diikuti pelanggaran penggunaan helm tidak SNI, itu ada sebanyak 73 perkara,” sebutnya.

Sementara itu, untuk mobil, yang banyak dilanggar juga sama terkait pelanggaran lain-lain, yaitu sebanyak 39 perkara.

"Diperingkat kedua tidak menggunakan safety belt atau sabuk pengaman, itu ada sebanyak 18 perkara," sebutnya.

Dalam operasi yang dilaksanakan selama 14 hari itu, petugas banyak menemukan pelanggaran yang dilakukan pelajar atau mahasiswa, yaitu 221 perkara. Sementara profesi lain-lain atau serabutan berada di bawahnya, sebanyak 141, kemudian karyawan atau swasta sebanyak 112.

"PNS juga ada, angkanya hanya mencapai 23 perkara," jelasnya.

"Khusus pelajar atau mahasiswa itu memang angkanya meningkat jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 204 perkara," sambungnya.

Dalam operasi tersebut, dapat diketahui bahwa usia remaja kerap melanggar, lantaran belum banyak pengetahuan yang mumpuni terkait berlalu lintas.

"Rentang usianya dari 16 tahun hingga 20 tahun, dengan angka 197, ini yang tertinggi di antara rentang usia di bawah maupun di atasnya," jelasnya.

Memang kata dia, dalam operasi tersebut tidak hanya dilakukan penindakan secara langsung, tapi juga ada sosialisasi agar pengendara bisa memahami apa yang seharusnya dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan.

"Semoga dalam operasi ini, pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, utamanya yang berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya bisa kita tekan, itu tujuan sebenarnya," bebernya mengakhiri.(sny/ana)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*