MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

ADV

Selasa, 13 November 2018 21:00
Dokter Ari Yusnita Terima Penghargaan dari Menteri PPPA
DAPAT PENGHARGAAN: Anggota DPR RI Dapil Kaltara, dr. Ari Yusnita menerima penghargaan dari Menteri PPPA Yohana Susana Yembise di acara wisuda XX Universitas Borneo Tarakan di Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, Tarakan, Selasa (13/11).

PROKAL.CO, TARAKAN – dr. Ari Yusnita tidak hanya sukses menjadi politikus yang dapat diandalkan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Utara di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Namun, politikus asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga dinilai sebagai salah satu tokoh yang ikut berperan besar dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan serta melindungi anak-anak Kalimantan Utara.

Itu dibuktikan dengan penghargaan yang diterima dr. Ari Yusnita dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang diserahkan langsung Menteri Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Tarakan untuk menghadiri wisuda XX Universitas Borneo Tarakan di Gedung Tenis Indoor Telaga Keramat, Selasa (13/11).

Penyerahan penghargaan itu disaksikan juga Gubernur Kalimantan Utara Dr. Irianto Lambrie bersama istri Hj. Rita Ratina Irianto, sejumlah istri pejabat di Kalimantan Utara, serta wisudawan-wisudawati UBT. Atas penghargaan tersebut, Ari Yusnita menyambut baik.

“Alhamdulillah pada siang hari ini (kemarin)  mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan berupa Anugerah Dedikasi untuk Kaltara,” ujar anggota Komisi VII DPR RI itu usai mendapatkan penghargaan.

Meskipun Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bukan mitra Komisi VII DPR RI, namun Ari Yusnita mengaku tetap berbuat untuk memajukan kaum perempuan dan melindungi hak-hak anak di Kaltara melalui solialisasi dan mendengarkan aspirasi mereka ketika melakukan reses ke daerah-daerah.

“Untuk perempuan dan anak yang pasti melakukan sosialisasi. Mungkin ketemu dengan masyarakat apa sih yang menjadi permasalahan yang ada di Kaltara, dan kalau untuk pemberdayaan perempuan mungkin mereka sharing saja kalau misalnya biasanya anak-anaknya masalah sekolah yang susah yang jaraknya jauh ditempuh,” jelas putri mantan Wali Kota Tarakan Jusuf Serang Kasim ini.

Ari Yusnita juga mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam memberdayakan perempuan dan melindungi hak-hak anak. Dengan cara melakukan sosialisasi terhadap bahaya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kalaupun tidak didukung dengan anggaran untuk sosialisasi, Ari Yusnita berharap pemerintah daerah dapat menyuarakannya ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mendapatkan bantuan melalui program-program.   

Misalnya dengan program kota layak anak. Menurut Ari Yusnita, program tersebut cukup bagus. Hanya saja perlu disesuaikan dengan kondisi daerah. Di Kaltara, program ini cocok untuk Tarakan serta Nunukan.

“Kalau Tarakan inikan penduduk terbesar nomor satu. Kalau di Nunukan karena dia dekat dengan perbatasan. Makanya cocok sekali dilakukan kota layak anak,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menaruh perhatian khusus terhadap Kaltara karena termasuk provinsi yang angka kekerasan perempuan dan anak cukup tinggi di Indonesia.

Penilaian tersebut berdasarkan hasil temuan tim Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang memantau langsung ke Kaltara.

“Kami sudah kirim tim saya untuk melihat kira-kira sejauh mana kasus itu. Tadi saya tanya kepada kepala dinas yang ada di sini, ternyata kasus yang ada. Bukan hanya itu kasus anak-anak yang ada juga cukup tinggi,” ujar wanita kelahiran Manokwari, Papua, 1 Oktober 1968 ini.

Lulusan Sarjana Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Seni di FKIP Universitas Cenderawasih berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat berperan aktif membantu pemerintah pusat dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak, terutama terhadap kejahatan seksual. Apalagi sudah ada Undang-Undang Perlindungan Anak nomor 17 tahun 2016.  (adv/ww/har)

 


BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers