MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 12 November 2018 08:38
Produksi Padi Tinggi, tapi Belum Surplus
PRODUKSI TINGGI: Hasil produksi padi Kaltara mengalami peningkatan tiap tahunnya yang tahun ini diprediksi akan tembus 45 ribu ton. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Produksi padi di Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini terbilang cukup tinggi. Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS), per Desember nanti hasil produksinya akan tembus 45,32 ribu ton.

Adapun luas panen padi di 2018 diprediksikan 14,13 ribu hektare sesuai data BPS. Sebab, catatan BPS mulai Januari sampai September 2018, luas panen di provinsi termuda Indonesia ini sudah mencapai 11,12 ribu hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Andi Santiaji Pananrangi mengatakan, berdasarkan data BPS tersebut, produksi gabah kering giling sejak Januari hingga September sudah mencapai 34,85 ribu ton. 

“Berdasarkan kondisi yang ada saat ini, kami optimistis prediksi itu akan tercapai,” ujar Andi kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Jumat (9/11).

Andi menjelaskan, untuk luas panen tertinggi sepanjang tahun ini terjadi pada Februari yang jumlahnya mencapai 3,38 ribu hektare. Sementara di April, luas panen mengalami penurunan. Bahkan menjadi yang terendah dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, yakni hanya 334 hektare. 

“Tapi itu bukan karena terjadinya kegagalan panen dan lainnya, tapi karena saat itu kebanyakan petani sudah selesai panen. Biasanya kembali naik menjelang Agustus,” jelasnya. 

Dijelaskannya, pada tiga bulan terakhir mulai Oktober hingga Desember diprediksi panen yang berbeda, yakni Oktober 4,13 ribu ton, November 3,44 ribu ton, dan Desember 2,91 ribu ton.

Adapun, hasil panen tertinggi tahun ini di Nunukan dengan jumlah 17,38 ribu ton. Kemudian disusul Bulungan sebanyak 16,86 ribu ton. Lalu Malinau 9,37 ribu ton, dan Tana Tidung 1,7 ribu ton. Sementara Kota Tarakan terbilang masih cukup rendah. 

Tapi, produksi tinggi ini belum mampu mengimbangi tingkat konsumsi beras di Kaltara. Saat ini tercatat masih mengalami defisit produksi sebanyak 36,72 ribu ton. Hanya saja, itu dapat ditutupi dengan beras Bulog dan beras kemasan dari luar daerah seperti dari Sulawesi.

“Pastinya kita akan dorong terus agak produksi padi di Kaltara ini bisa surplus dengan memberikan pelatihan kepada petani dan beberapa jenis kegiatan lain untuk petani,” pungkasnya. (iwk/eza)

Produksi Padi Tinggi, tapi Belum Surplus

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*