MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 November 2018 14:13
Terapkan Tiga Aspek Pembangunan Perbatasan
NARASUMBER: Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat menjadi pembicara dalam kegiatan The International Public Service (IPS) Forum 2018 di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (7/11). HUMAS UNTUK RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, JAKARTA - Untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di bawah arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, Dr. H. Irianto Lambrie – H. Udin Hianggio mengarahkannya pada tiga aspek kebijakan pembangunan.

Ketiga aspek itu meliputi pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan. “Hal ini sudah diwujudkan Pemprov Kaltara, tentunya dengan dukungan pemerintah pusat. Hasilnya, pembangunan infrastruktur berjalan sangat cepat di kawasan perbatasan Kaltara. Seperti, jalan yang mulus, bandara dan lainnya,” tutur Irianto saat menjadi narasumber sesi II The International Public Service (IPS) Forum 2018 dengan fokus tema ‘Expanding Service Delivery’ di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (7/11).

Aspek kedua, yakni pengembangan pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan. Hal ini, salah satunya dengan dicetuskannya ide pembangunan Toko Indonesia di kawasan perbatasan. Termasuk, memunculkan gagasan bahan bakar minyak (BBM) satu harga di kawasan perbatasan Kaltara.

“Gagasan BBM satu harga itu, sebenarnya bermula dari Kaltara. Tepatnya, dengan dibangunnya APMS di Krayan. Lalu, dibuatlah program BBM satu harga, dalam hal ini Pertamina,” urai Irianto dalam paparannya yang bertajuk ‘Akselerasi Pelayanan Publik Provinsi Kalimantan Utara’.

Aspek ketiga, yaitu aspek pelayanan sosial dasar kawasan perbatasan. Dalam pengimplementasiannya, Pemprov Kaltara melakukan sejumlah program unggulan yang ditindaklanjuti oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebut saja, program pelayanan kesehatan gratis melalui dokter terbang, pelayananan penerbitan administrasi kependudukan melalui Sipelandukilat dan lainnya.

“Kaltara juga terus mengusahakan percepatan pelayanan di perbatasan, mengingat banyaknya daerah tertinggal yang terbatas infrastrukturnya, dan lainnya. Tapi, dalam 5 tahun ini, dengan dukungan Kabinet Kerja, Kaltara berusaha bergerak cepat mengatasi permasalahan ini,” ungkap Gubernur.

Salah satu usaha yang tengah dilakukan Pemprov Kaltara untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan, juga Kaltara seluruhnya adalah pengembangan potensi investasi. Utamanya, potensi besar pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan.

“Sekita awal bulan lalu, sudah dilakukan penandatanganan kontrak pembangunan PLTA Kayan I 900 megawatt. Ini sudah dapat menghasilkan cakupan kelistrikan yang memadai untuk area Kalimantan, bahkan di Indonesia mungkin yang terbesar. Jika PLTA Kayan terealisasi seluruhnya, maka potensi daya yang dihasilkan bisa mencapai 10 ribu megawatt lebih,” ulas Irianto.

Selain PLTA Kayan, potensi investasi yang juga dikembangkan di Kaltara adalah pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kota Baru Mandiri dan lainnya.

Tak itu saja, di bidang pendidikan, Pemprov Kaltara telah memberikan insentif khusus kepada guru dan penyelenggara PAUD sebesar Rp 500 ribu per orang yang diberikan tiap bulan dan disalurkan melalui bantuan keuangan (bankeu) khusus kabupaten/kota.

“Ini merupakan upaya pemprov untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Kaltara, dimulai dari usia 0-8 tahun. Kaltara juga bekerja sama dengan Pemerintah Australia, untuk pengembangan budaya literasi nasional. Di tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi, ada program Kaltara Cerdas. Kaltara juga tengah mengembangkan SMA/SMK berasrama di kawasan perbatasan, salah satunya di Krayan yang bekerja sama dengan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” beber Gubernur.

Di bidang kesehatan, Pemprov Kaltara mengembangkan program dokter spesialis/psikolog gratis yang berafiliasi dengan program dokter terbang. “Jujur saja, program ini berbiaya tinggi, karena harus carter pesawat. Pun demikian, pemprov tetap konsisten menyelenggarakannya. Bahkan, Pemprov Kaltara berusaha menyediakan ambulans udara, menyusul tersedianya ambulans air. Tak itu saja, juga ada layanan jemput pasien. Yang pasti, pembangunan fasilitas kesehatan dan penopangnya, terus menjadi perhatian,” urai Irianto.

Sebelum Gubernur, pada kesempatan itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Eko Putro Sandjojo menjadi pemateri pertama. Menurut Gubernur, dari paparan Mendes-PDTT ada beberapa hal yang patut dicuplik dan dicermati oleh jajaran Pemprov Kaltara juga pemerintah daerah di Kaltara. Mendes-PDTT sendiri banyak mengupas soal pelayanan publik dan pengelolaan dana desa.

“Salah satu penegasan Mendes-PDTT, bahwa pelayanan publik merupakan produk dan kapasitas dari pelayan publik itu sendiri. Kondisi saat ini, di desa dan daerah tertinggal, 60 persen kepala desa (kades) hanya tamatan SD dan SMP. Dari itu, dibutuhkan pendampingan yang kuat, lantaran  sejak 2015, Pemerintah Indonesia mengucurkan dana desa. Dan bersama World Bank, kini pemerintah menyediakan ribuan pendamping desa,” jelas Gubernur

Dengan pendampingan yang baik, setiap kepala desa, termasuk di Kaltara mampu mengelola anggaran dana desa dengan baik. Penyerapan dana desa juga terus meningkat dari tahun ke tahun. “Penyerapan ini menunjukkan kemampuan tata kelola dana desa sudah baik. Bahkan pemanfaatan dana desa itu telah berujung pada terbangunnya sejumlah sarana penunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan sarana peningkatan kualitas hidup masyarakat desa,” ungkap Irianto.

Berdasarkan data Kemendes-PDTT, sepanjang 2015-2017 telah terjadi peningkatan daya serap dana desa di seluruh Indonesia. Rinciannya, pada 2015, dana desa yang disalurkan se-Indonesia sebesar Rp 20,67 triliun (rata-rata per desa Rp 280,3 juta) dan berhasil terserap 82,72 persen (74,093 desa), lalu di 2016 disalurkan Rp 46,98 triliun (Rp 643,6 juta per desa) terserap 97,65 persen (74,754 desa), 2017 disalurkan Rp 60 triliun (Rp 800,4 juta per desa) terserap 98,54 persen (74.910 desa), dan di 2018 disalurkan Rp 60 triliun (Rp 800,4 juta per desa) untuk 74.957 desa.

Persoalannya, dengan terbangunnya berbagai infrastruktur di desa saat ini, kebutuhan masyarakat desa pun meningkat. Untuk ke depannya, dalam pemanfaatan dana desa perlu diarahkan kepada pengembangan kualitas SDM desa dan pengembangan ekonomi desa. “Dengan melibatkan Bank Dunia, Kemendes-PDTT pun membuat Bursa Inovasi Desa. Di mana, saat ini ada 30 ribu lebih inovasi masyarakat di seluruh Indonesia yang dapat dipakai dan dikembangkan di desa lain. Ini akan mempercepat transformasi layanan masyarakat desa,” tutur Irianto.

“Yang jelas, kata Pak Mendes-PDTT, kunci keberhasilan pemanfaatan dana desa, adalah partisipasi aktif masyarakat. Sementara dalam pengawasannya, Kemendes-PDTT berkoordinasi dengan BPK, Inspektorat, Kepolisian dan lainnya. Kemendes-PDTT pun ditargetkan menuntaskan 15 ribu desa menjadi desa mandiri,” timpal Gubernur.

Sebagai informasi, selain Mendes-PDTT dan Gubernur Kaltara, tampil sebagai narasumber pada acara tersebut adalah Mrs. Kelly McLaughn, perwakilan World Bank dan Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (humas/eza)

Terapkan Tiga Aspek Pembangunan Perbatasan


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 09:50

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan Peserta Terbaik

TARAKAN – Hampir satu minggu berlalunya pawai pembangunan 2019, yang…

Jumat, 23 Agustus 2019 09:47

Heart of Borneo Dorong Ekowisata Terwujud

TARAKAN - Program Heart of Borneo (HOB) merupakan kerja sama…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:53

5.495 Peserta PBI Terancam Dinonaktifkan

TARAKAN - Sebanyak 5.495 penerima bantuan iuran (PBI) Kota Tarakan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:51

Anthon Joy Ditunjuk sebagai Direktur Radar Tarakan

TARAKAN – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB)…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:49

Pasar di Tarakan Masih Jorok

TARAKAN - Untuk ketiga kalinya di tahun 2019 ini Balai…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:47

PLN Akan Dapat Pasokan Daya 36 MW

TARAKAN – Sebagai upaya memberikan keandalan listrik di Bumi Paguntaka,…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:46

JANGAN MAIN-MAIN..!! Dua OPD Ini Rentan Tindak Pidana Korupsi

TARAKAN - Dua organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai rentan akan…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:45

Abdul Kadir, Sempat Vakum dari Politik karena Sakit

Kehilangan seorang kakak, yang merupakan penyemangat Abdul Kadir, S.T dalam…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:18

Dapati Kendaraan Tidak Layak Jalan

TARAKAN - Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat berhasil…

Kamis, 22 Agustus 2019 11:16

Lestarikan Tari Jepin di Kalangan Pelajar

TARAKAN – Gerak gemulai para pelajar terlihat saat menarikan tarian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*