MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 November 2018 14:11
Ciptakan Water Turbidity Detector, Terinspirasi dari Kekeruhan Air Tarakan

Mengenal Pemegang Medali Perunggu OPSI-Kemendikbud

BERPRESTASI: Vincent dan Amirullah Achmad Nassardhi (tengah) saat berfoto bersama pembina dan finalis OPSI Kemendikbud usai meraih perunggu. IST

PROKAL.CO, Prestasi gemilang di usia muda menjadi nilai yang berharga, menjadi muda bukan berarti belum dapat berkarya. Tetapi berada d iusia muda menjadikan semangat berjuang dan berkarya lebih giat untuk mencapai prestasi. Membanggakan orang tua, sekolah dan tempat tinggal menjadi kebanggaan tersendiri bagi dua siswa SMA Negeri 1 Tarakan, yakni Vincent dan Amirullah Achmad Nassardhi.

YUSTINA LUMBAA

VINCENT, siswa kelas 12 IPA 1 yang ikut bertanding pada olimpiade penelitian siswa Indonesia (OPSI) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Vincent dan rekannya menjadi meraih perunggu dengan mengambil melakukan penelitian Wattery Tech “Water Turbidity Detector”.

Vincent dan rekannya mengirimkan berkas penelitian dari tiga bidang, yakni fisika terapan dan rekayasa, ilmu sosial dan humaniora dan matematika sains dan terapan. Dan pilihan jatuh pada fisika terapan dan rekayasa untuk dikirimkan berkas penelitian yang telah dilakukan.

Dari materi fisika terapan dan rekayasa, ia membuat alat Water Turbidity Detector untuk mengukur kekeruhan air. Saat membuat alat ini, diakuinya inspirasi didapatkan dari melihat kondisi air yang ada di Tarakan selama ini.

Karena kondisi air di Tarakan yang masih cukup keruh, tetapi tetap digunakan masyarakat. Dengan latar belakang itu ia melakukan penelitian. Agar dapat menanggulangi hal-hal ini, sehingga masyarakat bisa mendeteksi dan mengetahui terlebih dahulu tingkat kekeruhan air agar saat digunakan menjadi lebih baik dan efisien.

Diakui anak dari pasangan suami istri, Suharianto dan Eti Endrawati ini, membuat alat tersebut membutuhkan stamina dan waktu yang cukup lama. Diakuinya membuat satu alat membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan dan hanya berdua membuatnya. Dengan mempelajari secara autodidak, dan mengambil inspirasi dari internet untuk belajar tata caranya.

Begitu juga untuk komponen-komponen alatnya yang harus dipesan secara online karena tidak ada di Tarakan. Setelah itu, menyusunnya juga perlu waktu tenaga dan pikiran agar susunan itu mampu menghasilkan sebuah alat yang bisa bekerja sesuai apa yang diinginkan. Jadi setiap komponen yang akan disusun harus benar-benar sesuai dengan apa yang diinginkan. Tetapi untuk membeli komponen peralatan ini, Vincent dan rekannya mengeluarkan biaya sekira Rp 900 ribu.

Setelah menyelesaikan susunan komponen-komponennya, alat itu berhasil dibuat. Fungsi kerja alat ini yakni dengan memasukkan sampel air ke dalam alat. Partikel-partikel air yang kecil, lalu menggunakan komponen laser dioda untuk menembak partikel tersebut. Dan nantinya hasil tembakan itu dibaca foto dioda. Dari itulah diukur kekeruhan air, sehingga masyarakat pun dapat mengukur kekeruhan air dan menanggulanginya.

“Semakin banyak tembakan yang terhambur, maka semakin keruh air yang ada,” ujar anak ke tiga dari tiga bersaudara ini.

Diakuinya, saat akan berlomba menjadi tantangan besar yang dihadapinya karena cukup gugup tampil di depan juri dan peserta lainnya dengan memberikan penjelasan kepada tim juri. Baik alatnya, fungsinya, latar belakang dan gambaran umumnya juga dijelaskan. Selain itu juga dari juri memberikan pertanyaan yang harus dijawab mengenai alat ini.

“Jadi cukup gugup juga, tetapi bangga karena berhasil dengan baik dan bisa membawa pulang juara tiga,” urainya dengan bangga.

Karya yang telah diakui di tingkat nasional ini tentu menjadi prestasi yang membanggakan. Vincent berharap ke depannya alat ini dapat dikembangkan lebih jauh. Agar lebih efektif, dan alat ini bisa digunakan oleh seluruh masyarakat.

Karena diakuinya alat yang ada, masih perlu penyempurnaan lagi sebelum diterapkan di masyarakat. Selain itu, Vincent juga membuat aplikasi dan di dalamnya ada pembelajaran mengenai air. Diharapkan, pembelajaran itu bisa sampai ke seluruh masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan air.

“Inginnya sih diproduksi massal agar bisa digunakan, tetapi kami masih mau berdiskusi kembali untuk ke depannya,” tambahnya.

Vincent ingin menyempurnakan lagi alat ini agar dapat digunakan dengan baik. Jika mendapatkan inovasi lainnya yang baru juga akan mencoba eksperimen yang lainnya lagi. Meski membuat alat merupakan baru pertama kali dilakukannya. Hanya saja untuk aplikasi sudah sering dibuatnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tarakan, Hj. Arinda mengatakan lomba yang diikuti perwakilan peserta didik dari SMAN 1 Tarakan ini merupakan lomba karya ilmiah yang diselenggarakan Kemendikbud di Semarang, Jawa Tengah. Lomba ini dilakukan rutin setiap tahun, sama dengan olimpiade sains nasional maupun olimpiade lainnya.

Untuk karya ilmiah, dinamakan olimpiade penelitian siswa Indonesia (OPSI). Setiap tahun memang diakuinya mengikutkan untuk siswa SMAN 1 Tarakan ke OPSI, dan setiap tahun juga bisa masuk ke final. Biasanya saat masuk ke final biasanya hanya dua tim tetapi untuk tahun 2018 masuk lima tim.

“Untuk Kalimantan Utara, semuanya yang mewakili dari SMAN 1 Tarakan. satu tim itu terdiri dari dua orang,” ungkapnya.

Dan dari lima tim, ada satu tim yang berhasil mendapatkan medali perunggu karena mendapatkan juara tiga. (***/eza)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 10:35

Simon yang Mengidolakan Prabowo Sempat Tak Direstui ke Politik

Adanya keinginan kuat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, menjadi latar belakang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*