MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 08 November 2018 13:54
Terbukti Melanggar, ‘Dihadiahi’ Surat Tilang

Didominasi Kendaraan R2

TINDAK TEGAS: Polda Kaltara memastikan akan melakukan tindakan tegas terhadap warga yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Tampak, pelaksanaan Operasi Zebra 018 gabungan Polda Kaltara dan Polres Bulungan digelar belum lama ini. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polda Kalimantan Utara (Kaltara) mengaku tidak segan dalam memberikan surat tilang kepada setiap pengendara yang terbukti melakukan pelanggaran secara kasat mata dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2018.

Dan itu terbukti, tatkala operasi gabungan antara Polda Kaltara dan Polres Bulungan yang  digelar di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor beberapa hari terakhir. Ratusan kendaraan, baik roda dua (R2) dan roda empat (R4) yang terjaring razia secara langsung diberikan surat tilang.

Kepada Radar Kaltara, Kepala Seksi (Kasi) BPKB Ditlantas Polda Kaltara, AKP Aditya Rochoulia Suharto menjelaskan, alasan diberikannya surat tilang itu dikarenakan pelanggaran yang dilakukan oleh si pengendara terbilang fatal. Jika tindakan tegas tak segera diberikan, maka tak hanya pengendara itu sendiri yang menjadi korban.Tetapi juga pengendara lain yang sejatinya tak terlibat bisa berpotensi menjadi korban.

“Di sini dalam operasi memprioritaskan terhadap pelanggaran yang kasat mata. Karena ini sebagai upaya dalam meminimalisir terjadinya lakalantas di jalan raya ini,’’ ungkap Aditya, sapaan akrabnya saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Operasi Zebra berlangsung.

Lanjut Aditya, pelanggaran-pelanggaran yaang dimaksud meliputi: ketika pengendara melawan arus, kemudian tidak memakai helm. Atau biasa pada kendaraan mobil ban kendaraan yang tak layak.

“Mengapa roda juga kami lakukan pemeriksaan? Ini karena kondisi jalan di kota berliku. Jadi kalau roda kondisinya botak, itu sangat rawan terjadinya kecelakaan karena keseimbangan tak terjaga saat melaju,’’ jelasnya.

Namun, labih jauh dikatakan, di sisi lain bahwa bukan berarti urusan surat-menyurat kendaraan tak dilakukan pemeriksaan. Aditya mengungkapkan itu tetap dilakukan, tapi pasca proses pelanggaran kasat mata.

“Bicara surat-menyurat ini tetap penting. Karena bisa saja kendaraan yang tak disertai surat bisa diduga kendaraan hasil mencuri,’’ tuturnya.

Akan tetapi, Aditya mengatakan bahwa secara umum dalam pelaksanaan Operasi Zebra 2018 paling banyak pelanggaran melawan arus. Oleh karenanya, penting adanya kesadaran dalam berkendara agar kejadian pelanggaran itu tak terus terulang.

“Tentunya kami dari kepolisian akan terus memberikan tindakan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran seperti itu (melawan arus). Tapi, di sisi lain kami mengimbau kepada pengendara dapat mematuhi terhadap aturan yang berlaku,’’ imbaunya.

Sementara itu, di jajaran Polres Bulungan berdasarkan data selama sepekan berjalannya Operasi Zebra 2018, mencatat ada ratusan tilang yang telah dikeluarkan. Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kasat Lantas Polres Bulungan, Iptu Nyoman Jiwa dari pelanggaran tersebut paling banyak dilakukan pengendara R2 yang mendominasi. Pihaknya telah melakukan penindakan kurang lebih 200 penilangan.

“Kami juga pastikan seluruhnya yang melanggar itu langsung ditilang,’’ ungkapnya.

Sebab dalam operasi zebra tersebut penegakan hukum menjadi hal yang harus dilakukan jika menemukan pelanggaran-pelanggaran yang ada di jalan raya. “Jadi memang dalam hal ini penilangan harus kami lakukan jika pengendara melakukan pelanggaran,” ucapnya.

Untuk kepengurusan pasca tilang, dijelaskannya, orang tua yang bersangkutan juga dipanggil agar dapat memahami kesalahan apa yang telah dilakukan oleh anaknya agar tidak terulang kembali. Khususnya mereka yang belum memilik SIM. “Tapi banyak juga kami dapati pelajar yang telah mengantongi SIM, rata-rata mereka merupakan anak kelas III, kepemilikan SIM bagi yang cukup umur juga didukung penuh oleh pihak sekolah atas kebijakan yang ada,” bebernya.

Disinggung titik mana yang menjadi lokasi pelanggaran berupa melawan arus, disebutkannya yang paling menonjol ialah di persimpangan Jalan Sengkawit-Jalan Jeruk. “Di titik tersebut yang banyak pelanggaran melawan arusnya,” jelasnya.

Dalam Operasi Zebra tahun ini, pihaknya ditargetkan untuk melakukan penilangan sebanyak 520 tilang, atau naik 8 persen dari jumlah operasi yang sama tahun sebelumnya. Ia memprediksi angka tersebut bisa tercapai. “Sisa 7 hari lagi, kini sudah mencapai 200 tilang, saya rasa bisa tercapai juga target yang diberikan,” urainya.

Kegiatan operasi tersebut memang dilakukan secara stasioner atau tetap, mengingat jumlah personelnya saat ini juga terbatas. Hunting tetap akan dilakukan namun setelah selesai operasi. “Penegakan hukumnya yaitu pelanggaran yang kasat mata,” pungkasnya. (omg/zia)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*