MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 07 November 2018 11:22
Pohon Mangrove Dijadikan Benteng Pertahanan
TANAM MANGROVE: Bibit pohon mangrove yang ditanam Satgas Marinir Ambalat XXIII Garda Nusa di Pantai Sebatik, Senin (5/11). ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak 30 ribu bibit pohon mangrove ditanam oleh Satuan Tugas (Satgas) Marinir Ambalat XIII Garda Nunukan di Pantai Sebatik. Ribuan bibit ini dijadikan sebagai pertahanan negara dari ancaman musuh dari luar.

Komandan Satgas Marinir Ambalat XIII Garda Nusa, Kapten Mar Yusuf M mengatakan, penanaman bibit pohon mangrove dilakukan di bibir pantai Pulau Sebatik. Penanaman bibit pohon mangrove merupakan salah satu bentuk tugas di perbatasan Indonesia-Malaysia. “Sekaligus merayakan HUT Korps Marinir yang ke 73 tahun, penanaman bibit pohon mangrove sebagai bentuk perhatian terhadap tempat tugas yakni di Pulau Sebatik,” kata Yusuf.

Menurutnya, Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove seluas 3 juta hektar (ha), atau 20 persen dari total luas kawasan hutan mangrove dunia. Mencapai sekira 15 juta ha. Hutan mangrove sangat bermanfaat besar bagi penduduk di Indonesia.

Lanjut dia, sebanyak 40 persen hingga 50 persen masyarakat Indonesia tinggal di daerah dekat pantai. Untuk itu, pohon mangrove berfungsi untuk mencegah terjadi abrasi pantai, bahkan tsunami. Sekaligus menghindari air laut meresap hingga ke daratan. “Sebagai satuan yang peduli terhadap pelestarian hutan mangrove, maka perlu digalakan terutama daerah yang berada di kepulaun yang memiliki banyak pantai,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hutan mangrove memiliki sejuta manfaat kepada masyarakat. Dapat meningkatkan perekonomian daerah, serta dapat dijadikan tempat perlindungan bagi hewan seperti, burung, ikan, kepiting, lebah dan hewan lainnya. Selain itu, dapat dijadikan sebagai sarana pertahanan dari ancaman musuh. Untuk itu, perlu ada komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove yang ada di Pulau Sebatik. Karena Pulau Sebatik adalah pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Sementara, salah seorang masyarakat Sebatik, Firman, sangat mendukung dengan adanya pelestarian hutan mangrove. Karena dilihat saat ini bibir pantai mulai ada yang terkena abrasi. Jika tak dilakukan perawatan saat ini, maka ke depan masyarakat yang tinggal di bibir pantai akan tergerus habis pemukimannya. “Siapa lagi yang akan merawat Pulau Sebatik, kalau bukan masyarakatnya sendiri. Untuk itu, perlu digalakkan pelestarian hutan mangrove ini,” singkatnya. (nal/fly)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*