MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 06 November 2018 15:50
Di Kaltara, Pertama Kali Menumpang Speedboat

Mengenal Kepala Loka POM Tarakan

MEMBAWAHI KALTARA: Kepala Loka POM Tarakan Musthofa Anwari, S.Si, Apt, di ruang kerjanya, Senin (5/11). LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Baru dua bulan tinggal di Kota Transit ini, Musthofa Anwari, S.Si., Apt merasa tertantang. Maklum, sebelumnya ia bertugas di Gorontalo. Di mana dapat ditempuh dengan jalur darat. Berbeda pula dengan wilayah Kaltara ini. Dari daerah ke daerah lainnya, menggunakan speedboat.

LISAWAN YOSEPH LOBO

PADA 14 Agustus Agustus lalu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Ir. Penny K. Lukito, MCP melantik 40 kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) yang tersebar di kabupaten/kota. Salah satu di antaranya adalah Musthofa Anwari, S.Si., Apt, bertugas memimpin Loka POM Tarakan.

Konon, Kantor Loka POM di Tarakan ini membawahi seluruh daerah di Kalimantan Utara (Kaltara). Terang pria kelahiran Gersik, 3 Mei 1979 itu jika sebelumnya pengawasan obat dan makanan di Kaltara di bawah Balai POM Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Namun setelah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM RI terbentuk di kabupaten/kota, termasuk di Kota Tarakan, pengawasan pun dapat dilakukan secara mandiri.

Melihat dari letak geografis Kalimantan bagian paling utara ini, dibatasi perairan dan sungai-sungai. Musthofa terheran-heran, lantaran keluar kota ke daerah lainnya harus menggunakan speedboat. Pertama kalinya naik speedboat, tetapi ia merasa asyik.

Harus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, ia mengatakan harus menyeberang dahulu. Itulah pertama kalinya merasakan bagaimana sensasi menumpangi speedboat menyusuri sungai-sungai saat ke Bulungan.

Namun yang paling ia ingat, saat perjalanan ke Malinau. Waktu itu, cuaca tidak bersahabat. Menyusuri sungai dan banyak batang kayu. Butuh waktu empat jam di perairan. “Kalau di Gorontalo dapat ditempuh dengan jalur darat. Nah, kalau di sini mau koordinasi dengan Pemprov, harus menyeberang dulu. Kalau kondisinya urgen, naik pesawat. Tapi kalau enggak, naik speedboat,” katanya sambil tertawa lepas.

Terlepas dari soal jalur perairan, Provinsi Kaltara ini juga berbatasan langsung dengan negara lain. Tentu diperlukan koordinasi yang lebih kuat. Tidak hanya dengan Pemprov, pemerintah daerah lainnya. Tetapi juga melibatkan instansi-instansi terkait dalam hal pengawasan peredaran obat dan makanan. “Kami sudah berkoordinasi dengan gubernur, wali kota dan bupati di masing-masing daerah Kaltara ini. Instansi lainnya juga, seperti kepolisian, dinkes, disdagkop, bea cukai, karantina dan lainnya,” bebernya.

Setelah melakukan pengawasan, tantangan lainnya pun bermunculan. Banyak produk dari negara lain, tepatnya Negeri Jiran. Produk makan dan minuman yang dijual tanpa izin edar. Inilah menjadi pekerjaan rumah (PR) Loka POM Tarakan ini. “Kalau sesuai dengan aturan, semua produk obat dan makanan harus diregistrasi. Boleh beli produk luar, tapi dikonsumsi untuk pribadi dan tidak dijual lagi,” tegasnya.

Ke depannya pun diupayakan melalui mekanisme ekspor dan impor yang sesuai aturan dan legal. Dijelaskannya, pengawasan secara umum, alias sistem pengawasan obat dan makanan, terdapat tiga lapis. Dari lapis produsen wajib membuat produk yang aman dan bermutu.

Kemudian lapis pemerintah, termasuk BPOM yang mengawasi dan membuat aturan. Ketiga lapis masyarakat selaku konsumen obat dan makanan, harus menjadi konsumen yang bijaksana. “Yang akan kami lakukan nanti lewat legalnya. Mekanisme ekspor dan impor ada data. Importir dan pengekspornya siapa, dan itu perlu koordinasi dengan Pemprov dan daerah, komunikasi dengan pusat,” katanya.

Nah, mengapa pula ia tertarik dengan dunia kefarmasian?

Diceritakannya, dahulu ia berpikir bahwa obat sangat penting. Kegunaan dari obat ini dapat dilihat dengan dua sisi. Satu sisi, obat dapat menyembuhkan penyakit. Namun di sisi lain, jika salah digunakan, obat juga dapat menjadi racun dan membahayakan kesehatan.

Namun ia tidak melihat rumitnya dunia farmasi ini dalam meracik obat. Ia merasa, ini lah yang menjadi seni di dalam bidangnya ini. “Jadi itu tantangannya menjadi seorang apoteker dan inilah seninya,” bebernya.

Memiliki dua orang anak, tentunya di waktu luang ia pun menjadwalkan berkumpul bersama keluarga kecilnya. Sering dinas luar, tentu ia pun berkeinginan berlibur bersama keluarga semasa ada waktu luang.

Diakuinya, tempat wisata di Tarakan ini masih minim dan sementara berkembang. Dari kota besar ke pulau, semua daerah memiliki tempat wisata khasnya tersendiri. “Kalau libur, usahakan kumpul dengan keluarga. Kami sudah ke Bais Hills, ke air terjun. Semua daerah punya ciri khasnya masing-masing,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*