MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 26 Oktober 2018 00:02
Warga 4 RT Resah, Tukar Guling 61 Hektare Dipertanyakan
PADAT PERMUKIMAN: Kawasan RT 11, 14, 15 dan 16 Karang Anyar, Tarakan Barat. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Warga di RT 11, 14, 15 dan 16, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat belum bisa tidur nyenyak. Ini menyusul status lahan yang mereka diami saat ini.

TNI AL berencana menggunakan lahan-lahan tersebut. Pembahasan awal pekan ini mulai mengerucut pada sebuah solusi penyelesaian. Yakni membawa persoalan tersebut ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Sekretaris Forum Kampung Bugis Bersatu Mochammad Azis Alfatah mengungkapkan, solusi untuk duduk bersama di Kemenhan ditempuh sebagai muara dari beberapa kali pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII. 

Selasa 23 Oktober lalu, ada tiga kesepakatan. Pertama segera menjadwalkan pertemuan seluruh pihak yang berkepentingan di Kemenhan. Kedua, Pemkot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta BPN segera menyiapkan dokumen dan aturan terkait seluruh lahan TNI AL yang ditempati masyarakat.

“Terlepas dari rencana, Pemkot dan DPRD akan berkoordinasi dengan Kemenhan. Dalam hal ini kami tetap meminta kepada pemerintah supaya kami dilibatkan dalam pengurusan itu, supaya bisa kami tahu dan bisa menjelaskan kepada masyarakat karena kami adalah lembaga resmi di sini. Berkewajiban dan punya tanggung jawab moral pada masyarakat untuk mengawal permasalahan ini,” ujar Azis.

Permasalahan lahan terjadi sejak 1982 dan belum menemui titik terang. Meski demikian, Azis mewakili warga mengaku tetap berharap akan ada penyelesaian. Selama ini pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya musyawarah kekeluargaan bersama TNI AL.

“Pihak (Lantamal XII) di sini tidak bisa memutuskan, jadi mereka harus bisa mengkoordinasikan dengan atasannya di pusat. Untuk menempuh jalur hukum pun tidak bisa, karena di BPN, tanah ini sudah ada keterangan milik TNI AL. Makanya kemudian kami menempuh cara kekeluargaan, Komandan (Danlantamal) pun bilang tidak mungkin akan digusur, karena  sudah dimukim oleh masyarakat,” ungkapnya.

Disebutkan Azis, Pemkot pada periode 2009-2014 sempat menganggarkan dana untuk tukar guling tanah yang diklaim TNI AL seluas 61 hektare. Namun, warga tidak mengetahui apakah lahan yang dimaksud termasuk daerah permukiman mereka.

“Versi DPRD telah meminta Pemkot tukar guling, dalam hearing  2009 sampai 2014, ada anggaran sejumlah puluhan miliar untuk tukar guling tanah TNI AL kepada masyarakat yang sudah ditempati. Hanya, sampai sekarang belum ada penjelasan, makanya sampai sekarang kami pun bertanya masalah itu,” tambahnya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghormati proses yang sedang berjalan. Apa pun keputusannya kelak, warga tetap akan menerima. Dengan harapan tidak memberatkan dan membebani masyarakat.

“Warga di sini hanya meminta kepastian akan legalitas lahan yang mereka tempati, yang penting jelas, dan tidak memberatkan masyarakat. kami di sini juga sama-sama sedang berusaha, dan mengikuti tahapannya. Kalau mentok di Kemenhan, mau tidak mau kami ke Presiden,” tuturnya.

Ketua Forum Kampung Bugis Bersatu Hendry Sere Tilo menambahkan, rencana pertemuan di Kemenhan akan diadakan pada November mendatang. “Rencana November kita mau ke Jakarta, ke Kemenhan RI, karena tidak bisa diselesaikan di sini. Kami berharap ini segera ada ujung penyelesaiannya, agar semua bisa menjadi jelas,” jelasnya.

Sebelumnya, Komandan Lantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto menceritakan awal mula kepemilikan tanah tersebut. Tanah yang berada di empat RT tersebut merupakan hibah dari TNI AD kepada TNI AL pada 1963. “Pada saat itu Lanal Tarakan masih kecil, sehingga untuk mengelola lahan yang ada di sana tidak bisa dilakukan, pada saat itu ada warga yang menyewa lahan tersebut kepada TNI AL dan diberikan surat izin menempati, bukti suratnya ada pada kami hingga saat ini,” bebernya.

Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut dipadati penduduk. Status lahan tersebut masih milik Lantamal XIII Tarakan, tidak sekali pun pihaknya mengusir warga yang tinggal di lokasi tersebut. “Tidak mungkin kami mengusir warga yang tinggal di sana, karena kami punya iktikad baik untuk menyelasaikan permasalahan ini,” bebernya.

Ada dua opsi yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ini. Pertama, melalui jalur hukum. Kedua diselesaikan secara kekeluargaan. “Kalau opsi melalui jalur hukum tentunya ke depan akan menimbulkan konflik, opsi kedua menurut saya yang bisa menjadi jalan keluar yang baik untuk semua pihak,” tuturnya.

Opsi kedua tidak dalam lingkup kota atau provinsi, karena tanah yang ditempati warga tersebut merupakan tanah negara yakni Kementerian Pertahanan. “Jadi untuk menyelesaikannya, harus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, pastinya tidak mudah untuk menyelesaikan persoalan di pusat, harus ada sinergi antara warga, Pemkot Tarakan dan DPRD Tarakan, pada dasarnya Lantamal XIII Tarakan siap menfasilitasi persoalan ini,” ungkapnya.

Wali Kota Tarakan Ir. Sofian Raga mengungkapkan bahwa tumpang tindih lahan di lokasi tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, sehingga tidak berlarut-larut.

“Persoalan ini sudah pernah dibahas, senyap, muncul lagi, begitu terus menerus, sehingga adanya pertemuan kali ini kami pastikan persoalan ini sudah bisa diselesaikan,” ujarnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 30 Mei 2020 11:54

Dunia Usaha Bergairah sambut New Normal di Tarakan

Di Tarakan, sejumlah sektor usaha seperti perhotelan dan kafe sudah…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:53

Kawal New Normal di Tarakan Tanpa Sanksi

TARAKAN - Untuk melihat kesiapan Kota Tarakan dalam menjalani tatanan…

Sabtu, 30 Mei 2020 11:47

Di Tarakan, Pasien Sembuh Terus Bertambah

JUMLAH pasien positif Covid-19 yang dirawat terus berkurang. Gugus Tugas…

Jumat, 29 Mei 2020 11:53

Pola Ibadah di Masjid pada New Normal Bertahap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengakui jika sebagian masjid di Kaltara…

Jumat, 29 Mei 2020 11:24

Kapolda: PSBB Tarakan Berhasil

TARAKAN - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tarakan…

Jumat, 29 Mei 2020 10:54

Buronan Perampok Berhasil Dibekuk di Rumah Mertua, Lihat Tuh Kakinya Bolong..!!

TARAKAN- Pelarian pelaku perampokan di area tambak Sungai Liu, Kabupaten…

Jumat, 29 Mei 2020 10:44

Dua Reaktif Rapid Test di Jalan Kusuma Bangsa Sudah Diisolasi

TARAKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan,…

Jumat, 29 Mei 2020 10:24

Soal Rapid Test ke Karyawan, STB: Kerja Sama dengan Dinkes

TARAKAN - Beredar foto-foto sejumlah tenaga medis di salah satu…

Jumat, 29 Mei 2020 09:53

Bekantan 3 Tahun Dievakuasi dari Rumah Warga

EVAKUASI seekor bekantan (nasalis larvatus) berusia tiga tahun dari rumah…

Jumat, 29 Mei 2020 09:50

Urus Kambing, Rumah Jadi Arang

TARAKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers