MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 25 Oktober 2018 16:06
Masyarakat Jangan Terprovokasi
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Masyarakat Bumi Paguntaka diminta untuk tidak terprovokasi terkait viralnya video oknum anggota Banser yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid, saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10) lalu.

Kapolres Tarakan, AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, hal tersebut terjadi di luar Tarakan, sehingga dia tetap meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat berwajib yang ada di tempat terjadinya kasus tersebut.

"Saya harapkan masyarakat berpikir positif, jangan sampai hal ini bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Tarakan, bila hal tersebut sudah terjadi siapa lagi yang rugi, kita semua," ujarnya.

Dia meminta masyarakat Tarakan untuk tetap kompak dan bersatu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Paguntaka. Kepolisian tidak segan-segan menindak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mengganggu kamtibmas Tarakan.

"Bila ada pihak yang berusaha memprovokasi atau memperkeruh suasana terkait hal ini, akan dilakukan langkah-langkah penindakan mulai dari persuasif, edukatif, bila sudah mengarah ke potensi konflik akan kita lakukan penindakan tegas secara bertahap," tuturnya.

Terpisah Kepala Kesbangpol Tarakan, Agus Sutanto mengatakan pihaknya sudah mengetahui pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

"Iya sudah tahu, rencananya informasi ini akan kita bawa dalam pembahasan di Komunitas Intelijen Daerah (Kominda)," tuturnya.

Sejauh ini, Kesbangpol belum mendapatkan adanya pihak-pihak yang akan melakukan aksi protes berkaitan peristiwa yang terjadi di Kabupaten Garut tersebut.

"Belum ada informasi terkait rencana aksi, tapi saya mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi, karena orang-orang yang melakukan pembakaran tersebut merupakan oknum," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Zainuddin Dalillah mengungkapkan, adanya insiden pembakaran atribut sebuah ormas di Jawa Barat, menurutnya tindakan tersebut tidak perlu mendapat respons yang besar.

Karena, motif pembakaran tersebut belum diketahui secara pasti dan kelompok yang memiliki atribut tersebut juga belum diketahui. Terlepas dari adanya kalimat tauhid, menurutnya masyarakat jangan mudah terpancing dan tetap berpikir positif agar suasana tidak semakin keruh.

"Sekarang ini informasi dari media sosial sangat cepat sekali menyebar ke seluruh penjuru daerah. Artinya, biarlah itu terjadi di sana dan kita di sini jangan mudah terpancing apalagi ikut membakar maupun merasa terbakar. Marilah jaga kondusifitas masyarakat. Karena sama-sama umat Islam jangan sampai dengan mudah dipecah belah," terangnya, Rabu (24/10).

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika hal tersebut terbukti mengandung penistaan, ia berharap agar ketegangan ini tidak meluas dan masyarakat tidak turut menyebarluaskan provokasi yang bisa memecah belah ummat.  "Apapun yang terjadi di daerah lain, Kaltara dan Tarakan wajib kita jaga kondusifitasnya. Dengan tidak ikut menyebarkan dan menanggapinya secara berlarut-larut,” ungkapnya.

Menurutnya, isu SARA sangat sensitif dan sangat cepat menimbulkan kemarahan masyarakat. Sehingga ia mengharapkan tidak adanya kelompok yang memanfaatkan keadaan tersebut. "Karena, isu SARA ini sifatnya sangat sensitif sehingga sangat muda dimaanfaatkan untuk kelompok-kelompok tertentu," bebernya.

Di era yang serba canggih ini kata Zainuddin, setiap orang bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuan tertentu. Selain itu menurutnya bisa saja kejadian ini telah direncanakan oleh sebuah kelompok untuk maksud yang lebih besar.

"Nah kembali apa yang saya katakan sebelumnya, kita harus mengkroscek kebenarannya terdahulu," terangnya.

Meski demikian, ia menerangkan jika sebagai muslim masyarakat tidak boleh memandang kalimat tauhid dengan stigma negatif. Karena kalimat tersebut merupakan syahadat umat Islam yang disucikan.

"Yang jelas kita jangan memanfaatkan simbol itu untuk kepentingan pribadi. Katakanlah merubah pancasila atau keamanan negara itu tentu sangat diharamkan. Dan sebagai umat Islam kita juga tidak boleh anti terhadap bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid karena itu adalah syahadat kita," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Tarakan Setiadi Al Aziz mengungkapkan, pihaknya belum bisa berkomentar lebih lanjut terhadap insiden yang terjadi di Garut, Jawa Barat ini. Mereka masih menunggu keputusan dari pemerintah.

"Biar pusat yang menatralisir dulu. Kita juga masih menunggu instruksi apalagi Polda Jawa Barat, masih menunggu hasil penyelidikan," singkatnya. (jnr/*/zac/nri)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 13:28

DEMI 'HIJRAH', HAPUS TATO

TARAKAN - Selasa (12/11) sekira pukul 09.00 WITA, Gedung Komite…

Rabu, 13 November 2019 13:23

Besaran UMK Diusulkan Rp 3,7 Juta

TARAKAN – Para buruh merasa lega, setelah pembahasan mengenai angka…

Rabu, 13 November 2019 13:00

Portal Digital Tengkayu I Berlaku Tarif per Jam

TARAKAN – Setelah terpasang, portal digital pada Pelabuhan Tengkayu I…

Rabu, 13 November 2019 12:56

Divonis MA 3 Tahun, Terpidana Menyerahkan Diri

TARAKAN - Menerima surat pemanggilan kedua, terpidana kasus korupsi kegiatan…

Selasa, 12 November 2019 14:16

DIKELUHKAN..!! Makanya Tarif Jasa Pengiriman Perlu Diatur

TARAKAN - Sistem baru dalam aktivitas pengiriman barang pada Pelabuhan…

Selasa, 12 November 2019 13:59

Kenaikan Hanya Berdampak pada Warga Mampu

TARAKAN - Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan…

Selasa, 12 November 2019 10:50

APBD Tarakan Tahun 2020 Diprediksi Rp 1 Triliun

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020…

Senin, 11 November 2019 11:57

Ditinggal Berbelanja, Rumah Terbakar

TARAKAN - Kebakaran menimpa dua rumah dan satu gudang yang…

Sabtu, 09 November 2019 09:58

Ular 8 Meter Bolak-balik Masuk Pasar

TARAKAN – Beberapa warga berlarian meninggalkan kiosnya di bagian Selatan…

Sabtu, 09 November 2019 09:56

Jusuf SK: Dukungan Nasdem Belum Tentu

MESKI tercatat sebagai kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dr. H.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*