MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 22 Oktober 2018 10:00
Politik Uang Ancaman Pemilu 2019
Ratna Dewi Pettalolo. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kursi legislatif memang sedang dalam incaran banyak orang saat ini. Tak jarang, untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat, banyak bakal calon yang menggunakan kesempatan politik uang sebagai senjata yang dianggap ampuh. Hal inilah yang menyebabkan capaian politik uang bagi penyelenggara saat ini menjadi sulit.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu) Divisi Penindakan, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH mengatakan bahwa, pada dasarnya politik uang menjadi bahaya dalam pemilu 2019. Untuk itu, persoalan politik uang tak hanya menjadi bagian dari Bawaslu, namun juga menjadi perhatian masyarakat.

“Masyarakat harus terdorong untuk bisa menjadi bagian penting menyelamatkan pemilu,” ujarnya.

Untuk itu, demi menjaga jalannya pemilu yang jujur, setiap masyarakat wajib menolak adanya politik uang kemudian mengajak pemilih yang lain agar tidak terlibat dalam pelaksanaan politik uang.

Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu memiliki gerakan politik uang dengan mengajak masyarakat secara luas. Sebab, yang menjadi objek dalam pelaksanaan politik uang merupakan masyarakat. Sehingga jika masyarakat telah menutup ruang politik uang, maka pelaksanaan politik uang dapat diminimalisir. “Tapi kalau harapan kami agar politik uang tidak terjadi sama sekali, itu masih belum tercapai,” ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya berharap agar di pemilu 2019 mendatang, setiap masyarakat yang akan melakukan pemilihan dapat semakin cerdas untuk melakukan pemilihan. Sebab pada prinsipnya proses pemilihan tidak dilandasi pada proses jual beli suara, tetapi berdasarkan keyakinan akan potensi kepemimpinan calon yang akan dipilih tersebut.

“Jadi salah satu strategi kami adalah mengajak masyarakat untuk melakukan penolakan terhadap politik uang,” tegasnya.

Gerakan politik uang sudah dilaksanakan pihaknya sejak proses pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 lalu. Sehingga menurutnya pelaksanaan gerakan politik uang sudah lumrah dan dikenal masyarakat luas. (*/shy/eza)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*