MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46
“Anak-Anakku Kalian di Mana?”
TANPA HENTI: Kahar (34) saat di salah satu sudut bekas permukiman Balaroa. Ia masih terus menyusuri titik-titik lokasi bencana mencari kedua putrinya. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Segenap upaya terus dilakukan korban, yang hingga kini terus mencari keluarga yang hilang.

SEPANJANGmata memandang, hanya reruntuhan bangunan amblas ditelan bumi. Rumah-rumah seperti tabrakan beruntun, saling menghimpit, porak poranda. Jalan beraspal sudah tak berbentuk lagi. Pohon-pohon sudah bergeser dari tempatnya. Bau jenazah kian menyengat tak bisa dipastikan asalnya dari reruntuhan yang mana, karena baunya menyerbak.

Seorang pria dengan pakaian lusuhnya, berjalan di antara puing-puing bangunan yang tenggelam ke dalam tanah. Wajahnya menyiratkan duka yang mendalam. Rumah yang ditumpanginya telah perpindah posisi dari asalnya, bahkan ia sendiri tak tahu ke mana pergi rumah itu lantaran terbawa tanah yang bergerak.

Dialah Kahar, pria berusia 34 tahun yang menjajal setiap sudut reruntuhan rumah demi mencari kedua buah hatinya yang hilang saat tragedi likuefaksi di Balaroa. Fenomena seperti itu tak pernah terbayangkan olehnya. Baginya, ini seperti cerita film yang menjadi kenyataan. “Sudah beberapa hari ini saya terus mencari anak-anak saya. Tanpa mereka seketika hidup saya hampa. Mereka tersiksa tanpa ada saya di samping mereka,” ucap Kahar yang terus memikirkan kedua buah hatinya itu.

Kepada Radar Tarakan, Kahar menceritakan bagaimana ia menyaksikan sendiri tanah yang tadinya keras kemudian bergerak dan tiba-tiba bergelombang seperti air. Bahkan tanah itu ia lihat terbelah menjadi dua bagian, seakan dunia telah benar-benar kiamat. “Ketika itu menjelang magrib, saya sedang berada di luar rumah. Antara rumah dan saya itu jaraknya kurang lebih 10 meter. Dua anak perempuan saya Nabila (12) dan Putri (16) saat itu sedang berada di dapur, satunya masak dan satunya lagi mencuci. Sedangkan yang kecil bermain di luar rumah,” kenangnya ditemui baru-baru ini.

Saat itulah kejadian berlangsung. Tak ada peringatan sama sekali, tiba-tiba tanah bergoyang dengan sangat kencangnya. Tak selesai, tanah dari dalam terdorong ke atas membuat Kahar dipisahkan dengan anak-anaknya.

“Saya sudah enggak bisa ke mana-mana. Bangunan semua runtuh, posisi rumah yang ada dua anak saya berjalan begitu cepat. Saya hanya bisa berteriak memanggil mereka, namun seperti tak ada gunanya lagi,” katanya.

Kahar tak tahu bagaimana nasib kedua anak kesayangannya itu.  Selama kurang lebih sejam kejadian itu, ia mencoba mencari anak-anaknya. Namun ia tak tahu harus dimulai dari mana. Pasalnya, seluruh rumah sudah hancur tak beraturan. Bahkan, jalanan di Balaroa sudah seperti lokasi yang tak dapat dikenali, ditambah lagi tak penerangan lampu sama sekali. “Anak kecil saya Ari yang berusia 3 tahun itu selamat karena saya suruh keluar saat itu. Hanya kedua kakaknya ini hingga sekarang belum ketemu,” katanya.

Kahar tak tahu harus berbuat apa lagi. Setiap sudut jalan di Balaroa sudah ia kunjungi. Bahkan sertiap mendengar ada penemuan mayat oleh petugas ia bergegas menuju lokasi itu, sekadar untuk mencari tahu apakah itu anak-anaknya yang ia cari selama ini.

“Saya sudah seperti orang gila, ke mana saya bisa pergi, ke sana saya akan datangi untuk mencari anak saya. Bahkan, saya puluhan kantong jenazah sudah saya buka untuk mencari wajah-wajah anak saya itu,” tangis Kahar.

Kahar berharap anak-anaknya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Dan berharap mukjizat Tuhan kepadanya. “Semoga anak saya masih hidup. Tapi jika mereka benar-benar sudah tidak ada. Saya berdoa, ya Allah tenangkan mereka di sisi-Mu, mereka putri-putri kesayanganku yang sangat saya cintai. Ampuni kami yang penuh dosa ini,” doa Kahar dengan linangan air mata. (eru/lim)


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:44

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:43

Kecepatan Ideal di Gunung Selatan 40 Km per Jam

TARAKAN – Sejumlah kecelakaan terjadi di Jalan Gunung Selatan. Minimnya…

Minggu, 23 Februari 2020 10:41

Ujian Nasional Tetap Berjalan Tahun Ini

TARAKAN - Wacana penghapusan ujian nasional (UN) ternyata menuai perhatian…

Minggu, 23 Februari 2020 10:40

Banyak Masyarakat Belum Tahu e-Parking

TARAKAN - Meski telah diterapkan selama dua bulan, namun pelaksanaan…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:21

Irwan Ditugasi Bawa Dukungan Parpol

TARAKAN – Desas-desus H. Irwan Sabri akan mendampingi Dr. H.…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers