MANAGED BY:
SENIN
26 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 18 Oktober 2018 12:01
2019, Pengembangan Hutan Kota Dimulai

Pemkab Hibahkan ke Kemen-PUPR

DIANGGARKAN MELALUI APBN: Tahun depan Hutan Kota Bunda Hayati ini akan dikembangkan menjadi kawasan wisata. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) memastikan tahun 2019 rencana pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor menjadi kawasan wisata akan dimulai.

Nantinya, bangunan yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan itu akan dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melalui satuan kerja (satker). “Tapi berapa anggaran yang disiapkan kami juga belum tahu,” ungkap Sudjadi, Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR-Perkim Kaltara, Selasa (16/10).

Sebab, anggaran baru akan diketuk di akhir Oktober. Jadi berapa nominal anggaran yang disiapkan belum tahu. “Kita tunggu saja, yang jelas pengerjaan fisik akan sudah dimulai pada awal tahun 2019 nanti,” ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga itu menambahkan, untuk detail engineering design (DED) sudah rampung sejak beberapa tahun lalu. Dalam konsep DED, lanjutnya, kawasan wisata hutan kota akan dilengkapi kebun binatang dan fasilitas penunjang lainnya seperti jogging track.“Kita harapkan tempat wisata itu nanti selain mampu menarik wisatawan lokal juga wisatawan asing masuk ke ibu kota Kaltara,” harapnya.

Namun untuk pembangunan fisiknya akan dilakukan secara bertahap. Jadi tidak langsung diselesaikan. “Untuk anggaran kita hanya berharap anggaran dari pemerintah pusat saja,” jelasnya.

Sebab, jika berharap APBD tingkat I maupun APBD tingkat II tidak akan terealisasi. “Kalau APBD itu hanya untuk kebutuhan dasar saja, jadi ini bentuk hubungan yang baik kita dengan pemerintah pusat,” jelasnya.

Sehingga dengan kondisi yang ada DPUPR-Perkim akan menyiasat itu semua, bahkan direncanakan membuat konsep kaplingan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). “Setelah APBN masuk akan ada beberapa CSR yang kita undang untuk membantu terwujudnya taman-taman, dengan catatan CSR nantinya memberikan merek atau branded,” jelasnya.

Selama ini perusahaan bukan tidak ingin menyalurkan CSR untuk pembangunan, hanya saja masih tidak tahu apa yang harus dikerjakan. Karenanya, program CSR akan disinergikan dengan program kabupaten kota dan pemerintah pusat. Dengan konsep apapun akan bisa dilakukan khususnya untuk fasilitas umum. “Kita akan menggunakan dana CSR semampunya,” imbuhnya.

Apalagi untuk infrastruktur di Ibu Kota Provinsi Kaltara saat ini dapat dikatakan sangat tertingal dengan pembangunan di Kota Tarakan, bahkan belum ada ikon wisata yang bisa diandalkan. “Jadi dengan adanya pembangunan hutan kota menjadi kawasan wisata, nanti bisa menjadi ikon Bulungan sebagai ibu kota provinsi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bulungan H. Sudjati mengatakan dalam proses hibah ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) itu tentunya bukan bersifat permanen atau tetap. Pemkab Bulungan sejatinya mengajukan kerja sama dalam bantuan pengembangan ke pusat yang dilakukan oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP). Dan jika hal itu telah disepakati dan dibangun hingga tahap finishing, maka proses hibah aset kembali ke Pemkab Bulungan akan dilakukannya lagi.

“Jadi, itu sementara pada saat proses pengembangan untuk pembangunan saja. Bukan permanen. Kami minta pusat yang membangunnya,” ungkapnya. (*/jai/eza)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*