MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:32
Jalan Perbatasan Terbentur Anggaran

Gubernur: Masyarakat Sudah Menikmati Infrastruktur

IRIANTO LAMBRIE Gubernur Kaltara.

PROKAL.CO, MALINAU - Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan pemerintah daerah untuk membuka keterisoliran masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Bahkan, hingga saat ini beberapa pembangunan masih terus berproses.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Refly Tangkere ST mengatakan, salah satunya di bidang infrastruktur. Tahun ini sedang dilakukan perbaikan jalan dari Malinau sampai Sei Ular, Nunukan. Kegiatan itu terbagi atas beberapa segmen dengan total panjang sekitar 220 kilometer.

"Ada yang dari batas Sei Menggaris sampai Sei Ular. Ada juga yang di Pulau Sebatik," ujar Refly kepada Radar Kaltara, di sela melakukan kunjungan kerja (kunker) bersama Gubernur Kaltara Irianto Lambrie ke perbatasan, Sabtu (13/10).

Namun, kegiatan perbaikan jalan di perbatasan provinsi termuda Indonesia ini masih terbentur dengan keterbatasan anggaran yang nilainya hanya Rp 9 miliar. Sementara lubang-lubang di sepanjang jalan tersebut cukup banyak.

"Jalan ini dilalui kendaraan yang mengangkut kelapa sawit. Ini yang jadi kendala kami. Sudah ditutup (lubangnya), ada lagi lubang baru yang muncul," jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis dapat melakukan perbaikan infrastruktur jalan tersebut, di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki. Pastinya, apa yang dilakukan tetap sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan.

Dengan upaya yang dilakukan, Refly berharap di tahun 2019, lubang-lubang yang masih ada di jalan perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 itu sudah teratasi semua.

"Dengan keterbatasan anggaran seperti saat ini. Mau tidak mau kita harus putar otak lagi untuk mengerjakannya. Karena angkutan kendaraan juga tidak dapat dikontrol terus," katanya.

Adapun, kegiatan yang dilakukan saat ini merupakan tindak lanjut dari pemeliharaan infrastruktur jalan di perbatasan dan pedalaman secara keseluruhan.

Pastinya, nanti akan tetap dievaluasi untuk menetapkan sistem pengerjaannya seperti apa. Rencananya, jalan yang baiknya masih panjang akan diswakelolakan. Jadi, yang kondisinya rusak parah baru dikontrakkan, supaya anggaran yang ada bisa cukup.

"Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai bentuk upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang sudah setia menjaga branda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie mengatakan, meskipun masih ada beberapa titik ruas jalan yang belum mendapatkan penanganan, tapi secara keseluruhan masyarakat di perbatasan sudah menikmati kualitas infrastruktur jalan dan jembatan yang cukup baik.

"Dengan kondisi jalan yang sudah membaik ini, kegiatan transportasi maupun perekonomian masyarakat serta kegiatan sosial lainnya sudah tidak ada hambatan lagi," kata Irianto.

Dengan begitu, Irianto berharap ke depannya kondisi infrastruktur perbatasan ini dapat dipromosikan ke luar daerah agar orang-orang tau bahwa di ujung negeri ini sudah ada fasilitas jalan yang bertujuan membuka keterisoliran masyarakat.

"Alhamdulillah pemerintah sudah mampu menjawab keluhan masyarakat perbatasan, khususnya jajaran Kementerian PUPR yang telah membangun jalan di Kaltara ini," punglasnya. (iwk/nri)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*