MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 14 September 2015 15:37
8 Aspek Penilaian Jadi Penekanan Utata Tim

Salahsatunya Pemberantasan Buta Huruf dan Kematian Ibu Saat Melahirkan

BERI PENJELASAN : Tim penilai dari Provinsi Kaltara saat memberikan penjelasan kepada aparat desa dan masyarakat dalam pelaksanaan penilaian lomba desa dan lomba Kades berprestasi, Jumat (11/9).File f

 

 

 

MALINAU - Ketua tim penilaian lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs Junaid, mengaku sangat kagum dengan pelaksanaan program pembangunan desa di Kabupaten Malinau. Namun demikian, penilaian yang dilakukan oleh tim ini benar-benar selektif terhadap setiap indikator dan aspek yang akan dinilai sesuai dengan kondisi desa-desa yang dinilai.

Karena Desa Malinau Hilir merupakan desa ketiga yang sudah dikunjungi dan dilakukan penilaian langsung, setelah Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT). Tim penilai dalam lomba desa dan lomba Kades berprestasi tingkat Provinsi Kaltara ini terdiri dari Dinas Kesehatan, Tata Pemerintahan Setprov,  Biro Ekonomi Setprov, Dinas Pendidikan, Badan PMD. Lomba desa ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Apalagi tahun depan, diharapkan oleh Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) tetap dipertahankan peran desa, karena pembangunan desa dinilai sangat penting.

Penilaiannya, sebut Junaid, ada 8 aspek mendapat perhatian khusus dalam penilaian yang sangat penting. Yaitu masalah kesehatan, yang lebih menitikberatkan pada kematian ibu saat melahirkan selama dua tahun terakhir, dari bidang layanan pemerintahan yang lebih dititikberatkan pada sistem modern melalui teknologi dan informasi atau masih dilakukan secara manual.

Namun demikian Junaid berharap, kepala desanya itu dapat menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pembangunan di desanya. Karena ada kepala desa yang bekerja sendiri dan tidak membagi tugas dan kewenangan kepada stafnya.

“Sehingga terjadi suatu kerja sama yang baik, khususnya pada partisipasi masyarakat yang sangat penting sekali. Disamping  itu ekonomi masyarakat juga sangat menentukan,” tutur Junaid di hadapan masyarakat Desa Malinau Hilir.

Desa yang diunggulkan, terang junaid, setidaknya memiliki peraturan desa atau produk-produk unggulan yang tidak dimiliki oleh desa-desa lainnya secara keseluruhan. Karena dengan adanya produk-produk di Malinau Hilir ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dari perkembangan ekonomi keluarga miskin menjadi ekonomi meningkat dan sejahtera.

Aspek lainnya yang tidak kalah pentingnya dilakukan penilaian dalam lomba desa ini yaitu masalah keamanan dan ketertiban lingkungan desa. Jika ada pencurian, pembunuhan, perkelahian dan lainnya maka perlu ditertibkan lagi, fungsi aparat keamanan di tingkat desa bersama masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dini.

“Sehingga pembangunan yang dijalankan itu dilakukan secara utuh dengan penuh tanggung jawab dan kondisi lingkungan desa lebih aman,” paparnya.

Hal atau aspek lainnya, sebut Junaid lagi, yaitu peran dari organisasi yang ada di desa, baik organisasi wanita, pemuda dan lainnya. PKK juga merupakan salah satu ujung tombak dari keberhasilan sebuah desa secara utuh untuk melakukan aktivitas pembinaan terhadap posyandu, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sektor-sektor lain yang berdampak pada kemajuan dan kemandirian desa.

“Dalam hal ini, peran kepala sangat dibutuhkan bagaimana mengerahkan dan melibatkan langsung masyarakatnya dalam berbagai kegiatan pembangunan di desa,” tuturnya.

Terkait dengan aspek penilaian dibidang pendidikan, Junaid menjelaskan, lebih difokuskan pada pemberantasan buta huruf dan anak-anak yang putus sekolah pada usia sekolah. Termasuk juga bagaimana cara desa dan masyarakatnya  mengatasi terhadap permasalahan buta huruf dan anak-anak putus sekolah ini. “Mudah-mudahan, di Kabupaten Malinau ini desa Malinau Hilir Kecamatan Malinau bisa mewakili provinsi Kaltara nantinya. Karena sebelumnya itu, adalah desa dari Kabupaten Nunukan yang mewakili,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Junaid, dalam lomba desa dan kades berprestasi ini tidak hanya sekadar menjadi ajang mencari yang berbaik. Tetapi juga sebagai upaya untuk memotivasi desa untuk peningkatan layanan pemerintahan desa terhadap masyarakat di berbagai desa serta kegiatan pembangunan di desa. Selain itu, juga sebagai ajang memotivasi dasar bagi masyarakat di desa dan seluruh aparat pemerintah di desa baik itu di tingkat desa, RT dan RW serta lembaga-lembaga desanya berfungsi sesuai dengan tugas, bidang dan tanggung jawabnya.

“Sehingga masyarakat merasa memiliki bahwa setiap warga itu merupakan bagian dari sebagai bagian dari desa yang menjadi wilayah tempat tinggalnya selama ini,” ungkapnya mengakhiri. (ida/yan)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers