MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 25 September 2018 14:36
Pembahasan KUA PPAS APBD-P Terlambat
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN– Draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018, belum juga diserahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Seharusnya telah dilakukan sejak Juni lalu.

Wakil Ketua DPRD Tarakan Muddain pun mempertanyakan keterlambatan. Dikatakannya, berdasarkan Undang-Undang 23 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33/2017, seharusnya pembahasan APBD-P sudah dilakukan. Salah satu syarat pembahasan APBD-P, yakni laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun sebelumnya, sudah seharusnya selesai dan disahkan DPRD.

“DPRD sudah menyelesaikan salah satu tugas maupun salah satu syarat pembahasan APBD-P sejak bulan lalu. Sehingga muncul pertanyaan, sudah hampir Oktober, tetapi pemerintah sampai saat ini belum menyampaikan KUA-PPAS 2018.” Katanya.

DPRD pun menyurati dan memanggil pemerintah berkenaan keterlambatan pembahasan. Selain itu juga pihaknya menepis isu yang berkembang di tengah masyarakat bahwa ada keinginan pemerintah menunda pembahasan.

Bisa saja ke depannya, pembahasan dilakukan lebih dari sekali, jika tidak sesuai asumsi. Lalu ada kegiatan yang mendesak untuk dilakukan pergeseran kegiatan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) maupun ada perubahan nomenklatur. “Pergeseran kegiatan nomenklatur, pergeseran kegiatan berdasarkan amanat undang-undang di SKPD teknisnya, pergeseran kegiatan berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) itu harus dilakukan di APBD-P. Selanjutnya adalah sisa lebih anggaran tahun sebelumnya harus dibelanjakan di tahun yang berjalan dan dimasukkan dalam anggaran di tahun yang berjalan,” jelasnya.

“Ini kan syarat yang harus dilakukan, sehingga pada saat dipertanyakan memang keterlambatan yang dilakukan bukan karena APBD-P itu tidak dilaksanakan. Jelas APBD-P tetap akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dari Pemerintah Kota Tarakan mengaku keterlambatan itu dikarenakan, di akhir masa jabatan Wali Kota, ada dua yang harus berjalan. APBD dalam kondisi defisit, sehingga pemerintah berhati-hati dalam melakukan perubahan anggaran karena ada kolerasi anggaran perubahan dengan anggaran 2019.

Undang-undang juga mengamanatkan Wali Kota, kebijakan anggaran tahun jamak itu boleh dilakukan selagi tidak melebihi batas masa jabatan. Sehingga kegiatan-kegiatan multiyears yang dilakukan oleh wali kota sebelumnya harus berakhir di akhir masa jabatan yakni 1 maret 2019.

Ini akan menjadi acuan pembahasan anggaran perubahan dan anggaran 2019. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, penyampaian akhir masa jabatan Wali Kota itu bersamaan dengan penyampaian laporan pertanggung jawaban akhir tahun dan akhir masa jabatan. Ini juga dilakukan dalam wujud rekomendasi perbaikan untuk Wali Kota selanjutnya.

DPRD merekomendasikan kepada Pemkot, UU juga mengamanatkan Wali Kota terpilih bisa memberikan pendapat dalam bentuk tim teknokrat menyangkut APBD 2019. Tetapi tak dapat diintervensi.

“Jadi komisi yang ada akan mengundang mitra kerjanya berkenaan dengan APBD-P yang akan dibahas. Sehingga nanti sebelum KUA-PPAS dilakukan pimpinan DPRD atas nama Badan Anggaran akan merekomendasikan komisi-komisi untuk memanggil mitra kerjanya,” urainya.

“Setelah KUA-PPAS masuk kami di pimpinan akan menginstruksikan kepada komisi-komisi untuk melaksanakan kerja komisi dalam rangka rekomendasi ke Badan Anggaran. Dan mungkin juga akan melakukan rapat sinkronisasi kepada TAPD untuk membahas permasalahan jadwal kegiatan mekanisme pembahasan anggaran dan sampai di akhir penetapan jadwal pembahasan anggaran,” terangnya. (*/naa/lim)

Pembahasan KUA PPAS APBD-P Terlambat

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 11:09

Ingatkan Pengelola Tak Tebang Pilih

TARAKAN – Kamis (15/8) pagi, Ombusdman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:08

Diduga Mesin Mati, Truk Kontainer Terbalik

TARAKAN - Sebuah truk kontainer berukuran 12 meter dengan muatan…

Jumat, 16 Agustus 2019 11:01

BPJS Pastikan Tetap Jamin Persalinan

TARAKAN – Meski tanpa surat rujukan, ibu melahirkan di rumah…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:56

Tiga Hari Lagi Bumi Paguntaka Diramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Tinggal menghitung hari, masyarakat Kota Tarakan dimeriahkan dengan…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:54

Meraup Pundi-Pundi Rupiah dari Balik Jeruji

“Kegiatan ini bisa menjadi wadah kami warga binaan yang ada…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:24

Warga Lapas Ikut Pemecahan Rekor Muri

TARAKAN – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-74 Republik Indonesia (RI)…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:17

Ratusan Ambal Diamankan Pihak Bea Cukai

TARAKAN – Kantor Bea Cukai Tarakan mengamankan ratusan bal ambal…

Jumat, 16 Agustus 2019 10:02

Jalan Rawan Kecelakaan, Warga Harapkan Pelebaran Jalan

TARAKAN - Sering terjadinya kecelakaan di Jalan Aki Balak, Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:18

Kerugian Negara hingga Rp 500 Juta

TARAKAN - Perkara dugaan korupsi anggaran pengadaan lahan fasilitas Kelurahan…

Kamis, 15 Agustus 2019 10:12

WNA Filipina Terdampar di Perairan Tolitoli

TARAKAN – Sempat terombang-ambing di laut selama 5 hari, Antonius…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*