MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Senin, 24 September 2018 13:43
Penjemput Jemaah Haji Padati PLBL Liem Hie Djung
DIPELUK: Ketika bertemu, keluarga salah satu jemaah haji asal Nunukan memeluk dan menangis penuh haru, bersyukur keluarga mereka tiba dengan selamat setelah melakukan ibadah haji. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tak berbeda jauh dengan tahun lalu, jemaah haji yang baru tiba di Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung disambut haru sanak keluarganya yang telah menunggu di pintu keluar kedatangan penumpang, Minggu (23/9).

Tangis haru menyertai jemaah haji ketika bersentuhan dengan keluarganya lalu saling berpelukan melepas segala kerinduan setelah hampir sebulan terpisah jarak dan waktu. Aroma wewangian yang digunakan jemaah haji begitu menyengat hidung setiap kali berpapasan dengan mereka. Penampilan yang super mewah juga tak ketinggalan digunakan jemaah haji wanita sama persis seperti tahun lalu juga.

Alhamdulillah, semua jemaah sehat,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Nunukan Drs. H. Muhammad Tahir kepada media ini kemarin.

Dikatakan, sama dengan keberangkatannya, jemaah haji Kabupaten Nunukan ini harus terpisah lagi dari Kota Tarakan. Sebab, dari 112 jamaah haji ini, asal Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Lumbis dan Seimanggaris sebanyak 53 orang tiba di PLBL Liem Hie Djung Nunukan dan asal Pulau Sebatik sebanyak 59 orang tiba di Dermaga Sungai Nyamuk, Sebatik Timur. “Setiap tahun memang sudah begitu juga,” ujarnya.

Dari pantauan media ini, terlihat kendaraan penjemput yang didominasi keluarga jemaah haji telah memadati halaman parkir PLBL Liem Hie Dhjung dua jam sebelum kedatangan. Para penjemput hanya diperbolehkan berada di pintu masuk ruang tunggu penumpang. Bahkan, kendaraan yang ingin keluar dari halaman parkir melewati pintu keluar yang masih ditempati penjual ikan.

Pengamanan ketat dilakukan jajaran Polsek Nunukan dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan, Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan. Termasuk sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan. Ketika jemaah haji keluar dari ruang terminal kedatangan, warga terlihat berdesak-desakan untuk menjabat tangan jemaah haji. Akibatnya, pertugas keamanan sedikit kewalahan karena banyak dari mereka merupakan wanita.

Tak semua jemaah haji yang tiba menggunakan pakaian mewah. Namun, ada juga beberapa yang tampil sederhana. Bahkan, seperti ketika ingin berangkat hanya menggunakan batik hijau ciri khas jemaah haji Indonesia. Wajah gembira seluruh jemaah sudah terlihat dari jauh ketika disambut di pintu keluar. “Sudah bisa sampai dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga sudah sangat bersyukur nak,” ungkap Anwar, salah seorang jemaah yang sempat ditegur media ini.

Kontroversi menggunakan pakaian mewah dan memperlihatkan aurat bagi wanita ketika tiba usai menjalan ibadah haji memang terjadi di kalangan masyarakat. Termasuk di Kabupaten Nunukan ini. Ada yang mendukung ada yang menolak karena berlebihan tapi ada juga yang biasa-biasa saja. Kendati demikian, hal tersebut tidak menjadi persoalan yang berarti. Yang jelas, para jemaah haji Kabupaten Nunukan dapat kembali ke tanah air dengan selamat. (oya/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*