MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 13:01
Dinkes Minta Tambahan Waktu

Menyoal Pelaksanaan Imunisasi MR

SUBONO. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Bumi Paguntaka yang hingga saat ini baru 20 persen.

Hal itu, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan berharap adanya penambahan waktu, agar bisa mencapai target secara nasional 95 persen.

Kepala Dinkes Tarakan, Subono menginginkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan kebijakan untuk menambah pelaksanaan imunisasi MR di daerah yang belum mencapai target.

“Bulan September ini, merupakan bulan terakhir untuk pelaksanaan imunisasi MR, kalau kami lihat dari jumlah cakupannya saat ini sangat jauh dari target, kami berharap ada kebijakan terkait hal ini dari Kemenkes, misalnya menambahkan waktu lagi untuk pelaksanaan imunisasi MR,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa hal yang memengaruhi rendahnya cakupan imunisasi MR di Bumi Paguntaka, di antaranya  masih adanya masyarakat yang pada pelaksanaan imunisasi MR di bulan sebelumnya masih menunggu keluarnya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait hal ini.

“Sekarang sudah keluar Fatwa MUI Nomor 33 tentang penggunaan vaksin MR,dimana di dalamnya menjelaskan penggunaannya diperbolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat),” ujarnya.

Meski sudah dikeluarkannya fatwa dari MUI tersebut, kenyataannya di lapangan cakupannya masih rendah, padahal sebelumnya Dinkes Tarakan sudah melakukan sosialisasi agar orang tua yang menunda untuk memberikan izin anaknya imunisasi MR sebelumnya, untuk dapat mendatangi pusat pelayanan kesehatan agar anaknya mendapatkan imunisasi MR.

“Silakan datangi pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, karena untuk bulan September ini pelaksanaan imunisasi MR difokuskan di pusat pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, ada faktor lain yang memengaruhi rendah cakupan pelaksanaan MR tahun ini, tidak lain banyaknya informasi berkaitan imunisasi MR yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan alias hoaks.

“Informasi hoaks ini juga sangat memengaruhi cakupan imunisasi MR, seharusnya orang tua jangan menelan mentah-mentah informasi tersebut, bila ragu bisa mendatangi oleh orang yang lebih ahli yakni dokter anak bila ada informasi kebenarannya masih dipertanyakan,” tuturnya.

Dia  memastikan informasi yang beredar saat ini terkait imunisasi MR yang menyebabkan kematian hingga kelumpuhan bukanlah, disebabkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Biasanya kita menemukan kasus KIPI di mana anak mengalami suhu tubuhnya panas pasca mendapatkan imunisasi MR, tapi hal itu normal karena reaksi tubuh ketika mendapatkan imunisi MR, tapi hal tersebut tidak terlalu lama, nanti panasnya akan turun dengan sendirinya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kaltara Usman mengungkapkan pihaknya akan terus melakukan evaluasi ke depannya dengan mengundang semua stakeholder dari kabupaten/kota untuk membahas kelanjutan imunisasi ini.

“Karena masih cukup jauh dari target yang diinginkan, jadi kami berharap semua anak yang di bawah 15 tahun bisa diimunisasi semuanya,” katanya.

Dinkes akan melakukan mengevaluasi demi percepatan capaian target minimal 90 persen. Kendala awal banyak masyarakat yang tidak menginginkan dilakukan imunisasi karena belum adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meskipun sudah adanya fatwa MUI yang bersifat mubah atau boleh, masyarakat sudah terlanjur tidak percaya.

“Kami masih berupaya melakukan pertemuan, karena ini sudah minggu kedua September sehingga harus berupaya tetap jalan dan bisa mencapai target yang diinginkan,” jelasnya.

Kabupaten dan kota di Kaltara juga tetap berlanjut sampai saat ini dan tidak ada yang terhenti meskipun cukup terlambat karena adanya hambatan itu. Bahkan dari MUI juga sudah memberikan dukungan karena imunisasi ini bersifat darurat. Bagi masyarakat yang masih keliru, lebih bijak menyeleksi informasi.

Diakuinya sampai saat ini, tidak ada satupun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang terjadi di Kaltara. Dan anak-anak yang diimunisasi tetap dalam kondisi yang sehat dan terjaga. Imunisasi MR sangat penting untuk menjaga anak-anak dari penyakit mematikan, bahkan yang paling ditakutkan terjadi pada ibu hamil. Bisa menjangkit anak yang akan dilahirkannya menjadi cacat.

“Kasus campak dan rubella ada di Kaltara, selama tahun 2018 ini kasus rubella ada 10 dan campak 11 kasus. Jadi memang sangat penting untuk dilakukan imunisasi,” ujarnya.(jnr/nri)

 

Jdusm: Dinkes Minta Tambahan Waktu

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 12:39

Bank Indonesia Inisiasi Transaksi via QR Code

ADA yang unik dalam festival kuliner di kegiatan pawai pembangunan…

Senin, 19 Agustus 2019 12:38

Janji Digelar sebagai Wisata Tahunan

TARAKAN – Akhirnya rindu masyarakat terobati dengan pawai pembangunan 2019…

Senin, 19 Agustus 2019 12:37

Terharu Pertama Kalinya Dapat Hadiah Jalan Sehat

TARAKAN – Jalan sehat BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:36

Al Rhazali, Janji Penambahan Fasilitas Pendidikan

Meski sempat ditentang sang istri untuk maju menjadi calon anggota…

Senin, 19 Agustus 2019 11:49

Banyak Pengendara Jatuh, Berharap Jalan Diaspal

TARAKAN - Hingga saat ini warga RT 09 Jalan Gunung…

Senin, 19 Agustus 2019 11:15

Polisi Dalami Keterangan Rekan Korban

  TARAKAN - Nasib nahas dialami Arnol Kristian (15) siswa…

Senin, 19 Agustus 2019 11:09

Target 95 Persen Anak Tarakan di Imunisasi

TARAKAN - Target imunisasi sampai saat ini masih terkendala di…

Senin, 19 Agustus 2019 11:08

Dino Andrian, Nelayan dengan Suara Terbanyak

Bak durian runtuh, nasib Dino Andrian (33) yang pertama kali…

Senin, 19 Agustus 2019 10:37

SAYANG SEKALI..!! Aset Sejarah di Kota Ini Kurang Terawat

Situs-situs peninggalan bersejarah salah satu jendela dunia, untuk mengetahui kejadian…

Senin, 19 Agustus 2019 10:36

Soal Isu Politis, KPU Menepis

TARAKAN – Usulan penundaan pelantikan atas KH, salah satu anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*