MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 12:43
Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

Terkait Impor Produk Malaysia di Kaltara

DIMUSNAHKAN: Ratusan karung berisi barang-barang sitaan ilegal asal Malaysia yang dimusnahkan pihak KPPBC Pabean B Tarakan belum lama ini. Pemusnahan dilakukan di samping Mapolres Bulungan, Tanjung Selor. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Pabean B Tarakan melakukan pemusnahan 420 karung berisi pakaian, sepatu, dan tas besar, dan 116 ribu batang rokok ilegal di samping Mapolres Bulungan, Jalan Bhayangkara, Tanjung Selor. Hal ini bagian dari beberapa kasus yang ditangani KPPBC Pabean B Tarakan.

Kepala KPPBC Pabean B Tarakan Sutikno mengatakan, dalam setiap penindakan masuknya barang ilegal asal Malaysia, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, namun bekerja sama dengan TNI, Polri serta pihak terkait lainnya.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir intensitas masuknya barang ilegal asal negeri Jiran-sebutan Malaysia- cenderung menurun. Apalagi dengan keberadaan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, para penyelundup barang ilegal ini makin berpikir keras untuk melakukan kegiatannya. “Alhamdulillah dengan kehadiran Polda Kaltara sangat membantu tugas kami dalam menegakkan aturan,” ungkapnya belum lama ini.

Dari catatan KPPBC Pabean Tarakan, pada tahun 2017 ada upaya penyelundupan rotan sebanyak dua kali dan berpotensi merugikan negara hampir Rp 500 juta. Kasusnya sudah inkrah dan tersangkanya sudah diproses secara hukum, termasuk barang sitaan dilelang menjadi pendapatan negara.

Masih dikatakan Sutikno, modus pelaku penyelundupan lintas negara ini biasanya dari wilayah Kaltara membawa hasil alam, sedangkan dari Malaysia membawa berbagai jenis produk makanan dan minuman. “Meski sejatinya jenis produk makanan dan minuman tertentu boleh masuk wilayah kita terutama di perbatasan namun hanya untuk skala konsumsi di wilayah tersebut tidak boleh keluar,” ujarnya.

Namun yang terjadi, pelaku usaha mengumpulkan kelebihan konsumsi masyarakat perbatasan kemudian di bawa ke daerah lain yang ada di Kaltara. Sutikno menegaskan hal tersebut ilegal dan aparat penegak hukum yang lain boleh menindak tegas karena jelas melanggar hukum. “Terkait masih beredarnya berbagai jenis produk Malaysia di wilayah Kaltara sejatinya bukan hanya menjadi tanggung jawab Bea Cukai saja tapi seluruh penegak hukum lainnya,” ulasnya.

Ada beberapa kasus berbagai jenis makanan dan minuman masuk secara legal (resmi) menggunakan PAS Lintas Batas untuk skala konsumsi, namun dibawa keluar sehingga barang tersebut menjadi ilegal. Terkait dengan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 87/M-DAG/PER/10/2015 tentang ketentuan impor produk tertentu melalui pelabuhan Tarakan, Sutikno menjelaskan sampai saat ini aturan tersebut belum bisa dilaksanakan.

“Kami sering mengimbau sosialisasi dengan pelaku usaha supaya menggunakan jalur legal tersebut, tapi sampai sekarang masih dalam proses. Saya minta mereka (pengusaha) melengkapi semua persyaratan sebelum melakukan impor agar tidak menemui kendala saat memasarkan produknya,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, beberapa pengusaha yang menjual barang Malaysia di Tarakan mengaku sangat ingin usaha berjalan secara legal. Namun terkendala berbagai hal, sehingga pihaknya terus melakukan pembinaan. “Mereka (penjual barang Malaysia,Red) tidak mungkin kami matikan, karena itu ladang hidup mereka. Kemudian dari segi supply and demand (penawaran dan permintaan) juga ada. Kami tentunya bisa mengendalikan dan optimistis bisa menjadikan mereka legal,” tegasnya.

Berkaitan kesulitan membina para pemasok barang Malaysia menjadi legal, menurut Sutikno karena kebanyakan dilakukan oleh pengusaha kecil namun usaha yang mereka lakukan sudah di tingkat internasional atau antar negara.

“Sehingga kami harus meng-upgrade mereka menjadi pedagang internasional dan untuk itu mereka tidak bisa berdiri sendiri. Harus beberapa pengusaha minimal 15 atau 20 orang melakukan sinergi berapa kebutuhan barang mereka, baru kita datangkan. Sehingga skalanya menjadi bisa jika mereka berdiri sendiri tentu tidak bisa memenuhi yang di syaratkan pihak Malaysia,” rincinya.

Kesulitan para pengusaha memasukkan barang Malaysia secara resmi melalui pelabuhan Tarakan sejauh ini masih menyangkut dengan kuota minimal barang yang akan diimpor. “Dari segi permodalan, pengusaha kita relatif terbatas. Sedangkan dari pihak Malaysia mensyaratkan untuk skala impor harus dalam jumlah tertentu,” pungkasnya. (dsh/fly)

 

 


 

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 12:15

Kaltara ‘Disuntik’ Rp 10,82 Triliun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Jumat, 22 November 2019 12:11

Distribusi Mesin Konverter Kit Diawasi Ketat

TANJUNG SELOR –Meski sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap…

Jumat, 22 November 2019 11:40

2020, Pembangunan Fisik PLBN Dimulai

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sungai…

Jumat, 22 November 2019 11:34

Pembangunan Gedung LPMP Masih Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Hingga kini, status lahan yang akan digunakan…

Jumat, 22 November 2019 11:31

Tiga Nelayan Indonesia Disandera Abu Sayyaf

TANJUNG SELOR – Kelompok bersenjata Abu Sayyaf kembali berulah. Kali…

Jumat, 22 November 2019 11:28

Polda Akan Bangun Gudang Senjata

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh…

Kamis, 21 November 2019 12:15

Mesin Koverter Kit Mulai Didistribusikan

TANJUNG SELOR – Jika sebelumnya, nelayan kecil yang menggunakan mesin…

Kamis, 21 November 2019 12:11

Polemik Suket, Bisa Terindikasi Maladministrasi

TANJUNG SELOR – Polemik tak berlakunya surat keterangan (suket) sebagai…

Kamis, 21 November 2019 12:07

Dua Pelamar CPNS Gugur

TANJUNG SELOR – Sejak dibukanya pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri…

Rabu, 20 November 2019 17:59

Listrik Padam 5 Jam Tanpa Pemberitahuan

TANJUNG SELOR – Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bulungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*