MANAGED BY:
RABU
08 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 12:43
Gunakan Jalur Resmi, Perlu Sinergikan Puluhan Pengusaha

Terkait Impor Produk Malaysia di Kaltara

DIMUSNAHKAN: Ratusan karung berisi barang-barang sitaan ilegal asal Malaysia yang dimusnahkan pihak KPPBC Pabean B Tarakan belum lama ini. Pemusnahan dilakukan di samping Mapolres Bulungan, Tanjung Selor. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Pekan lalu tepatnya Kamis (13/9), Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Pabean B Tarakan melakukan pemusnahan 420 karung berisi pakaian, sepatu, dan tas besar, dan 116 ribu batang rokok ilegal di samping Mapolres Bulungan, Jalan Bhayangkara, Tanjung Selor. Hal ini bagian dari beberapa kasus yang ditangani KPPBC Pabean B Tarakan.

Kepala KPPBC Pabean B Tarakan Sutikno mengatakan, dalam setiap penindakan masuknya barang ilegal asal Malaysia, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, namun bekerja sama dengan TNI, Polri serta pihak terkait lainnya.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir intensitas masuknya barang ilegal asal negeri Jiran-sebutan Malaysia- cenderung menurun. Apalagi dengan keberadaan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, para penyelundup barang ilegal ini makin berpikir keras untuk melakukan kegiatannya. “Alhamdulillah dengan kehadiran Polda Kaltara sangat membantu tugas kami dalam menegakkan aturan,” ungkapnya belum lama ini.

Dari catatan KPPBC Pabean Tarakan, pada tahun 2017 ada upaya penyelundupan rotan sebanyak dua kali dan berpotensi merugikan negara hampir Rp 500 juta. Kasusnya sudah inkrah dan tersangkanya sudah diproses secara hukum, termasuk barang sitaan dilelang menjadi pendapatan negara.

Masih dikatakan Sutikno, modus pelaku penyelundupan lintas negara ini biasanya dari wilayah Kaltara membawa hasil alam, sedangkan dari Malaysia membawa berbagai jenis produk makanan dan minuman. “Meski sejatinya jenis produk makanan dan minuman tertentu boleh masuk wilayah kita terutama di perbatasan namun hanya untuk skala konsumsi di wilayah tersebut tidak boleh keluar,” ujarnya.

Namun yang terjadi, pelaku usaha mengumpulkan kelebihan konsumsi masyarakat perbatasan kemudian di bawa ke daerah lain yang ada di Kaltara. Sutikno menegaskan hal tersebut ilegal dan aparat penegak hukum yang lain boleh menindak tegas karena jelas melanggar hukum. “Terkait masih beredarnya berbagai jenis produk Malaysia di wilayah Kaltara sejatinya bukan hanya menjadi tanggung jawab Bea Cukai saja tapi seluruh penegak hukum lainnya,” ulasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers