MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Kamis, 20 September 2018 12:05
Berkat Rasda, Kebutuhan Beras Daerah Terpencil Terpenuhi
POTENSI BESAR: Malinau mempunyai potensi besar dalam pertanian. Khususnya potensi pertanian untuk memenuhi kebuthan beras. Tampak Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan istri saat memanen padi di salah satu desa di Malinau beberapa waktu lalu. RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengungkapkan, program Beras Daerah (Rasda) menjadikan daerah-daerah pelosok, pedalaman dan terpencil bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Hal itu terbukti adanya beberapa desa yang sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Terbukti kan selama ini. Kini Desa Long Sule sudah bisa memenuhi kebutuhan (beras) sendiri dan Kecamatan Sungai Tubu juga. Itu daerah yang sangat terpencil,” ujar Bupati Malinau Yansen TP saat diwawancara di ruang kerjanya beberapa waktu lalu terkait program Rasda yang sudah menunjukkan hasil.

Terkait keberhasilan beberapa desa dan kecamatan tersebut, Bupati mengapresiasinya. Apalagi, desa seperti Desa Long Sule yang berada di Kecamatan Kayan Hilir tersebut akses transportasi sangat sulit dan hanya mengandalkan transportasi udara, sehingga dengan bisa terpenuhinya kebutuhan beras melalui program Rasda, dirinya sebagai pimpinan daerah sangat bersyukur.

Kemudian, dia juga mengapresiasi masyarakat yang berada di Sungai Tubu, yang saat ini juga sudah bisa memenuhi kebutuhan berasnya dan bahkan sudah bisa mengirimkan ke daerah perkotaan di ibu kota kabupaten. “Sungai Tubu itu daerah yang sangat terpencil, tapi mereka sekarang memproduksi beras untuk kebutuhan mereka sendiri, bahkan mereka membagi (menjual) ke kami. Bangga mereka menghasilkan beras, mereka bagi ke kami. Dulu kan kita yang bawa ke sana, tapi sekarang mereka yang membawa ke kita karena mereka bangga menghasilkan,” ungkap Bupati.

Untuk itulah, dirinya berharap daerah lainnya di Malinau juga meningkatkan produksi pertanian, supaya hasilnya tidak hanya untuk konsumsi pribadi, tapi juga bisa dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau sudah mengalokasikan dana miliaran untuk membeli gabah dari masyarakat Malinau. “Jadi saya kira pola berpikir yang saya tanamkan kepada masyarakat adalah bagaimana kita memanfaatkan potensi yang ada, menggunakan kekuatan kita, menjadi kuat karena kekuatan kita dan bertumbuh dari kekuatan kita sendiri. Jadi itu yang utamanya. Makanya rogram Rasda ini menjadi kekuatan Malinau,” jelasnya. (ags/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers