MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 19 September 2018 11:24
Menyanggupi Pengembangan Hutan Kota
TETAP DIKEMBANGKAN: Wacana pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor akan dilakukan Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Kemen-PUPR. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pengembangan Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor bukan hanya sekedar wacana.Terbaru, Pemkab Bulungan dalam hal ini telah menyelesaikan tahapan pelimpahan aset ke Kementerian Pekerjaan Umum – Perumahan Rakyat (Kemenpu-PR) RI.

Artinya, saat ini status Hutan Kota Bunda Hayati yang ada di Jalan Sengkawit merupakan milik aset Kemenpu-PR untuk sementara waktu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Bulungan H. Sudjati saat ditermui awak Radar Kaltara di ruang kerjanya, kemarin (18/9).

Bahkan, dikatakan orang nomor satu di Bulungan bahwa Kemenpu – PR dalam hal ini melalui Satuan Kerja (Satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan Kemenpu – PR menyatakan kesanggupannya dalam melakukan pengembangan hutan kota tersebut. Sehingga menurutnya ini merupakan langkah awal yang cukup baik bagi daerah ini.

Mengingat, dengan dikembangkannya hutan kota. Maka, akan menjadikan Tanjung Selor menjadi daerah yang banyak terdapat tempat rekreasi keluarga. Disamping, peningkatan sumber pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya dapat katakan peningkatan PAD, karena nantinya aset itu akan kembali ke Pemkab Bulungan,’’ ungkapnya seraya berkata penyerahan aset ke Kemenpu-PR lantaran akan dilakukan pengembangan saja. Bukan, pelimpahan secara permanen.

Namun, Sudjati mengakui belakangan pasca dilakukan penyerahan aset ternyata ada beberapa kendala yang muncul dalam pengembangannya nanti. Yang mana, pengembangan nantinya akan menunggu terlebih dahulu soal perpanjangan runway (landasan pacu).

“Tapi, tetap kami pastikan pengembangan akan dilakukan oleh satker,’’ katanya.

Sebelumnya, Kepala Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PUPR, Thamrin Husain bahwa bicara Detail Engineering Design (DED)  sudah ada dari Pemprov Kaltara.

“Rencana saya itu, mau dimasukkan di program 2019. Dan itu sudah saya serahkan ke Bappeda sebagai stok program 2019. Hanya saja saya tunda dulu,” ujar Thamrin kepada Radar Kaltara.

Dijelaskannya, penundaan itu dilakukan berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) dari Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kaltara yang mengatakan hutan kota itu akan terkena dampak dari perpanjangan runway Bandara Tanjung Harapan.

“Kalau perpanjangan runway sampai ke situ, maka secara otomatis harus dibuatkan desain baru lagi. Artinya desain yang lama tidak akan terpakai, karena itu merupakan satu kesatuan secara keseluruhan,” katanya.

Pastinya, meski terkena sebagian kecil, setengah, ataupun sebagian besarnya, revisi tetap wajib dilakukan untuk penyesuaian ulang. Makanya diharapkan rencana pengembangan bandara ke arah hutan kota itu batal agar program tersebut dapat dijalankan.

Sesuai usulannya, rencana pembangunannya dilakukan bertahap. Adapun, untuk anggaran pembangunan tahap awal sekitar Rp 20 miliar. Hanya saja rencana tersebut ditunda dengan waktu yang belum ditentukan. “Kita menunggu saja, kapan kepastiannya,” kata Thamrin. 

Namun, sangat disayangkan jika anggarannya tidak termanfaatkan atau anggarannya kembali ke pusat setelah diperjuangkan. Diakuinya, jika dari pusat, minimal lahannya sudah pasti dan tidak bermasalah, maka akan difasilitasi. Tapi jika tinggal sedikit, maka kemungkinan besar akan dibatalkan. Karena tidak akan dapat dikembangkan lagi, lebih baik mencari lahan lain.

Adapun, desain yang ada sekarang di hutan kota itu akan dibuatkan jogging track dan tempat bermain anak. Termasuk juga akan dibangunkan tempat peristirahatan bagi pengunjung hutan kota di Ibu Kota Kaltara itu. “Pastinya jika kita kelola, kita tidak akan menghilangkan kesan hutannya. Kita akan desain taman yang teduh dan nyaman,” pungkasnya.(omg/nri)

Judsm: Hutan Kota Dialihkan ke Kemenpu-PR

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 13 Desember 2019 13:55

Jadi Pasangan Irianto, Sudjati: Belum Bisa Pastikan

TANJUNG SELOR - Peta politik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga…

Jumat, 13 Desember 2019 13:53

Kemendes PDTT: Jangan Diperjualbelikan

TANJUNG SELOR – Sebanyak 7.021 sertifikat lahan transmigrasi diserahkan secara…

Jumat, 13 Desember 2019 13:51

Tak Tertib Administrasi, Kelapa Sawit Diekspor Ilegal

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi…

Jumat, 13 Desember 2019 13:49

Ratusan Pencandu Narkoba Direhabilitas BNNP

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan rehabilitasi terhadap klien pencandu narkotika, psikotropika,…

Jumat, 13 Desember 2019 13:38

5.567 Berkas CPNS Terverifikasi Online

TANJUNG SELOR - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di…

Kamis, 12 Desember 2019 11:47

Eks Koruptor Harus Jeda 5 Tahun

MAHKAMAH Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan judicial review (peninjauan kembali) atas…

Kamis, 12 Desember 2019 11:29

Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

TANJUNG SELOR - Direktur Jendral (Ditjen) Pengambangan Kawasan Transmigrasi (PK…

Kamis, 12 Desember 2019 11:23

Minim Anggaran, Jalan Longsor Tak Tersentuh Perbaikan

TANJUNG SELOR - Tanah longsor yang terjadi di jalan poros…

Kamis, 12 Desember 2019 11:19

Pilkada 2020, Waspada Politisasi Agama

TANJUNG SELOR - Setiap daerah pasti memiliki kerawanan dalam pelaksanaan…

Rabu, 11 Desember 2019 12:08

Dua Ribu Usulan Beasiswa Berpotensi Tidak Terakomodir

TANJUNG SELOR - Proposal bantuan pendidikan berupa Beasiswa Kaltara Cerdas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.