MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 12:24
KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

DLH Sebut Masih Ideal

KURUS: Tiga ekor beruang di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah dengan kondisi memprihatinkan, kemarin (16/9). JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Tengah, Minggu (16/9). Hewan langka itu tampak kurus.

Perilakunya merespons sedang kelaparan. Seperti ketika Radar Tarakan melihatnya lebih dekat. Satu per satu beruang itu mendekati pagar, berharap diberi makan.

Sejarahnya tiga ekor beruang tersebut merupakan milik warga yang diserahkan secara sukarela. Penghuni baru bernama Bruntus, berusia tiga tahun. Bruntus diserahkan warga Selasa 21 Februari 2017 lalu.

Dua beruang lain merupakan beruang yang lama menghuni Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, usianya antara 11-12 tahun.

Kandang ketiganya cukup bagus. Baru beberapa bulan belakangan dihuni. Sebelum dipindahkan ke kandang yang ada saat ini, dua beruang terdahulu menghuni sebuah kandang berukuran 3 X 2 meter. “Beruangnya kurus. Saya biasa ke sini, ini sudah kelihatan kurus. Kasihan lihatnya,” ungkap Mariani, warga Kampung Satu Skip yang berkunjung ke Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Minggu (16/9).

Pengelolaan pemeliharaan di tangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan. Viktor (36) petugas pemberi makan beruang madu di Hutan Kota Sawah Lunto-Skip mengungkapkan, ia pakan rutin diberikan. Sejak 5 tahun dipercaya merawat, menurutnya perawatan sudah berjalan baik. Pemberian pakan dua kali sehari dan kandang rutin dibersihkan sekali dalam seminggu.

Setiap hari tiga ekor beruang tersebut menghabiskan 15 kilogram buah-buahan seperti semangka, pepaya, melon dan pisang. “Di sini kami selalu memberi makan rutin dua kali sehari. Kandangnya juga rutin dibersihkan jadi kami  merawatnya seperti anak sendiri,” ungkapnya, Senin (17/9).

Namun, ia mengakui kondisi badan beruang tersebut lebih kurus dibanding saat pertama kali dirawat. Meski demikian, ia tidak mengetahui penyebab pasti menurunnya berat badan hewan tersebut. “Iya, memang sekarang lebih kurus, saya kurang tahu juga penyebabnya. Padahal makanannya memang sudah begini dari dulu,” kata Viktor.

Kepala DLH Tarakan mengungkapkan saat ini pihaknya melakukan perawatan sesuai anjuran yang disarankan dokter hewan. Selama ini selalu mengikuti prosedur perawatan hewan tersebut. Mengenai kondisi hewan yang terlihat kurus, menurutnya berat badan sudah ideal. “Kami sudah melakukan perawatan sesuai anjuran dokter, seperti jadwal makan,porsi dan desain kandang yang kami samakan dengan habitatnya. Kalau kondisi badan sekarang, saya rasa itu ukuran badan ideal dari spesies beruang madu. Karena, ukuran beruang madu tidak sama dengan jenis beruang yang lain,” akunya.
Menurutnya lagi, beruang tersebut selama ini masih dalam pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Dede Hendra Setiawan aktivis lingkungan WWF mengungkapkan, saat ini ia belum bisa berkomentar banyak mengenai kondisi hewan tersebut. Hal tersebut dikarenakan saat ini pihak belum melihat langsung kondisi beruang dan melakukan analisis secara spesifik.

“Saya belum bisa berkomentar banyak. Karena kami juga belum melihat secara langsung tapi untuk pemeliharaan, mesti dilihat izinnya. Apakah sudah ada izin untuk memelihara satwa yang dilindungi? Jika tidak ada izin berarti ilegal,” bebernya.
Selain itu, ia menerangkan jika hak pemeliharaan dikeluarkan oleh kementerian terkait. Biasanya badan yang dipercaya melakukan perawatan dianggap mempunyai kemampuan dalam menangani hewan yang dilindungi itu.

“Penanganan seharusnya sesuai dengan izin dan aturan yang berlaku terhadap pemeliharaan satwa yang dilindungi. Dalam hal ini, saya pikir BKSDA adalah badan yang mempunyai wewenang itu. Standar-standar atau kewajiban pihak yg pengelola harus dipenuhi tentunya. Jika ada izinnya, maka pemberi izin melakukan pengawasan terhadap implementasinya,” tuturnya.

Hutan Kota Sawah Lunto-Skip merupakan kawasan dengan potensi hayati yang beragam. Lokasinya sangat strategis di pusat kota dan mudah dijangkau. Di dalamnya terdapat sejumlah spesies tumbuhan tropis Asia Tenggara seperti agathis, ulin, meranti, tengkawang, serta 82 jenis buah-buahan dan satwa liar.

Hutan Kota Sawah Lunto juga menjadi sarana olahraga masyarakat sekitar. Luasnya sekira 6,5 hektare dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tarakan Nomor 49/2002 dan Perda Tarakan Nomor 4/2012.

Pemberian nama Sawah Lunto-Skip dari dua nama kawasan, Sawah Lunto di Kelurahan Pamusian (barat) dan Skip di Kelurahan Kampung Satu Skip (timur).

Di dalamnya juga terdapat cagar budaya berupa bungker zaman penjajahan Jepang pada Perang Dunia II. (*/zac/lim)

 

Beruang Kurus di ‘Istana’ Megah

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*