MANAGED BY:
SELASA
07 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 18 September 2018 12:19
Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Melihat Usaha Jasa Percetakan Jelang Pemilu 2019

KOMPETITIF SOAL HARGA: Usaha jasa percetakan dengan berbagai tantangan, justru jauh dari ingar bingar Pemilu 2019. JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti pada pesta rakyat sebelumnya. Mereka yang biasanya menerima jasa pembuatan spanduk, baliho, banner dan lainnya mengakui orderan masih stagnan.

 

LISAWAN YOSEPH LOBO

 

PESTA demokrasi biasanya membawa keuntungan bagi usaha percetakan di Bumi Paguntaka. Namun menatap Pemilu 2019, justru sepi orderan.

Hingga saat ini sektor usaha percetakan belum mengalami peningkatan penjualan seiring pelaksanaan kampanye pemilihan legislatif. Minimnya order, bisnis percetakan digital justru mengalami perkembangan. Alhasil persaingan bisnis pun semakin ketat.

Pemilik Damo Printing Saipullah membeberkan selama pemilihan dibatasi dan ditentukan, baik dari segi ukuran maupun penempatannya, pemesanan pun terbatas. Apalagi masing-masing kontestan politik tidak diizinkan mencetak sesuai keinginannya.

“Tidak seperti dua atau tiga tahun lalu, mereka berlomba-lomba pasang atribut kampanye. Sekarang sudah diatur dan dibatasi dari KPU, kontestan juga takut didiskualifikasi. Jadi biar banyak uang, tidak bisa juga cetak banyak-banyak,” jelasnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/9).

Ternyata tak hanya dipengaruhi oleh pembatasan dari instansi terkait. Banyaknya pengusaha percetakan sangat mempengaruhi harga yang ditawarkan. Ia mengaku, dua tahun belakangan ini usaha percetakan berkembang pesat. Yang sebelumnya di Tarakan hanya delapan kompetitor, sekarang meningkat menjadi 13 kompetitor.

“Kalau kompetitor bertambah, biasanya bukan perang kualitas tapi perang harga. Yang pendatang kasih diskon, maka kami yang pemain lama jadi ikut-ikutan juga. Lebih gampang menurunkan harga lima ribu rupiah dibandingkan naikkan lima ratus rupiah,” katanya sambil tertawa.

Tahun-tahun sebelumnya ia menerima order dari luar kota, seperti dari Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Tanjung Selor. Namun pelaku usaha percetakan sudah berkembang hingga di daerah-daerah. “Di Tanjung Selor yang dahulu hanya dua, sekarang sudah lima percetakan. Di Malinau hanya satu, sekarang sudah ada empat, di Nunukan dahulunya hanya dua, sekarang sudah lima. Sekarang di Tana Tidung saja sudah ada dua, jadi masing-masing daerah sudah ada usaha itu,” jelasnya.

Jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, pada setiap pesta demokrasi omzet mencapai 80 hingga 100 persen peningkatan dari hari biasanya. Namun sejauh ini, pihaknya justru belum menerima order pembuatan spanduk, banner, baliho untuk mempromosikan diri dari masing-masing caleg.

Berkaca dari Pemilihan Wali Kota (Pilwali) sebelumnya, omzetnya naik sebesar 20 persen. Biasanya selain baliho dan banner, kontestan caleg pun mengincar kartu nama dan stiker.

“Per Senin ini (17/9) ini saja kami belum ada terima cetak spanduk caleg untuk promosi dirinya. Hanya spanduk ucapan-ucapan saja,” terangnya.

Sepengetahuannya, dalam waktu dekat ini kontestan pemilu sudah diperbolehkan memasang alat peraga kampanye (APK). Ia pun tidak dapat memastikan kapan waktu yang tepat dibanjiri order.

“Tahapan pemilu itu tanggal 23 September sudah boleh pasang alat peraga kampanye, tapi sampai sekarang belum ada pesanan,” katanya.

Belum lagi naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak terhadap harga bahan baku percetakan. Sebelumnya per meternya seharga Rp 6.500, justru melambung Rp 8 ribu. Sama halnya dengan harga tinta, yang sebelumnya Rp 500 ribu, kini dibeli seharga Rp 700 ribu.

“Kendalanya juga dolar naik sangat berpengaruh terhadap bahan-bahan printing. Kita ambil barang dari Surabaya, karena transportasinya juga kan lancar,” tutupnya. (***/lim)

 

Dibatasi maka Kurang Bergairah, Dolar Naik Kompetitor Menguat

 


BACA JUGA

Selasa, 07 Februari 2023 10:04

Ekonomi Kaltara Tumbuh 5,34 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat sumber pertumbuhan…

Selasa, 07 Februari 2023 10:02

Kerusakan Situs Sejarah di Tarakan, Pemilik Lahan Diminta Bertanggung Jawab

Kerusakan sebuah loopghraf, situs sejarah di Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah dalam…

Senin, 06 Februari 2023 12:57

Pemkot Tarakan Akan Bayarkan Iuran BPJS untuk 500 UMKM

Sebanyak 500 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tarakan…

Senin, 06 Februari 2023 12:55

Suplai BBM bagi Nelayan Tarakan Belum Membaik

 Kesulitan masih dirasakan nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kendati…

Senin, 06 Februari 2023 12:54

Pembebasan Lahan TPA Baru Kelar

Sesaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Hake Babu…

Senin, 06 Februari 2023 12:50

Tegaskan Masyarakat Wajib Minta Karcis

Demi mengejar target pendapatan asli daerah (PAD) retribusi parkir, Perumda…

Jumat, 03 Februari 2023 12:21

Desember 2022, Ekspor Komoditi Kaltara Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat ekspor komoditi…

Jumat, 03 Februari 2023 12:12

Anggaran Rp180 Miliar untuk Pemilu di Kaltara Kurang?

Mendekati pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan…

Jumat, 03 Februari 2023 12:11

DLH Tarakan Ingatkan Sanksi Kurungan bagi Oknum Pembuang Sampah Sembarangan

Hingga saat ini kondisi sampah di Gunung Selatan telah berkurang…

Jumat, 03 Februari 2023 12:09

Ombudsman Kaltara Nilai Perumda Belum Transparan Terhadap Soal Suntikan Dana

Adanya usulan DPRD Kota Tarakan terhadap pembubaran Perumda yang dianggap…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers