MANAGED BY:
JUMAT
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Sabtu, 15 September 2018 22:21
Agen Desak Kenaikan, HET di Tangan Pemda
HET DISOAL: LPG 3 kg di Tarakan yang masih sering ditemui mengalami kelangkaan. FOTO: BANK DATA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Harga eceran tertinggi (HET) tabung gas elpiji 3 kilogram yang tak pernah masih sama sejak tiga tahun lalu, dirasa agen sudah harus dikoreksi. Usulan kenaikan itu sudah disampaikan beberapa kali ke Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Kepada Radar Tarakan, Direktur PT Tarakan Mitra Andalan Iwan Setiawan mengatakan telah melayangkan surat secara resmi kepada Pemkot Tarakan. Namun belum ada jawaban atas usulan tersebut. “Bagaimana sih kalau orang ketuk pintu terus enggak dibukakan? Ya pulanglah,” ungkap Iwan, kemarin (15/9).

Iwan menyampaikan bahwa seharusnya koreksi dapat dilakukan di awal 2018. “Seharusnya Januari atau Februari 2018 itu pemerintah mengoreksi untuk kenaikan HET, tapi malah tidak ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, HET penjualan tabung gas elpiji 3 kilogram di Tarakan saat ini masih Rp 16.500 per tabung. Meski mengaku tak merugi dengan HET saat ini, Iwan menilai harga seharusnya berkorelasi dengan upah minimun kota (UMK) sebesar Rp 3,2 juta. Sedang di Balikpapan dengan UMK Rp 2,6 juta, HET ditetapkan sebesar Rp 17.500 per tabung.

Secara proporsional, agen dan pangkalan menginginkan agar HET penjualan tabung gas elpiji dapat mencapai Rp 19-20 ribu per tabung. Masih ada beberapa komponen yang akan dihitung kembali oleh agen untuk menentukan kenaikan HET tersebut.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Adnan Hasan Galoeng mengatakan aspirasi dari agen dan pangkalan untuk menaikkan HET salah satunya dipicu kenaikan harga suku cadang, termasuk biaya untuk pengadaan tabung.

“Mereka, agen dan pangkalan kesulitan menjelaskan bahwa profit yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan sistem kerja, apalagi mereka harus memberikan gaji terhadap beberapa karyawan, sehingga hal ini tidak mudah,” tuturnya.

DPRD telah berkoordinasi dengan Pemkot Tarakan untuk menaikkan HET elpiji 3 kg. “Ini nanti akan menjadi pembahasan selanjutnya. Tapi hal ini tergantung lagi pada keputusan Pemkot, apakah ingin mengkoordinasikan masalah tersebut atau tidak,” urainya.

Sementara itu Communication and Relation Pertamina MOR VI Didi mengatakan HET merupakan kebijakan pemerintah setempat. “Selama ini, orderan yang dikirim ke sana, belum sampai bisa di-review. Penentuan HET, lebih kepada domain pemerintah menentukan. Di tiap daerah, dituangkan dalam SK Gubernur,” terangnya.

Pertamina selama ini mengikuti kebijakan tersebut. Menurutnya, jika harus dikoreksi, maka banyak hal yang harus ditinjau ulang. “Tidak semudah itu menentukan harga baru,” sebut Didi.

Menyoal elpiji 3 kg nonsubsidi sejauh ini masih diujicoba di Pulau Jawa. “Kalau yang nonsubsidi masih akan di-review perkembangannya,” ujarnya. (*/shy/lim)

 

 


BACA JUGA

Selasa, 01 September 2015 09:51

Pamitan, Budiman Sebut ‘Jas Merah’ dan ‘Semut Api’

<p>TANJUNG SELOR-Masa jabatan Budiman Arifin dan Liet Ingai sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers