MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 13 September 2018 10:38
Sungai Dangkal, Turap Jadi Korban

Pengerukan Terkendala Anggaran

PENDANGKALAN: Kondisi Sungai Selimau sudah tidak layak untuk dilalui kapal berukuran besar. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Alur pelayaran di Sungai Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur sudah tidak layak dilalui kapal barang. Sebabnya, alur yang kerap dilalui kapal besar tersebut dinilai mengalami pendangkalan.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tanjung Selor, H. Juniansyah.Ia  melanjutkan, kondisinya pula, tak jarang kapal yang melintas menabrak sheet pile yang dibangun Pemkab Bulungan lantaran mencari jalur yang airnya masih dalam dan layak dilalui kapal.

 “Jadi sudah seharusnya Pemkab  Bulungan mencari solusi dengan memindahkan alur yang sekarang ini,” ungkap Juniansyah kepada Radar Kaltara,  Rabu (12/9).

Apalagi lanjutnya, alur pelayaran digunakan untuk jangka panjang dan bukan untuk jangka pendek. Dengan kondisinya saat ini saja demikian, menurutnya  akan berimbas beberapa tahun ke depan dan  tentu semakin memprihatinkan.

“Kalau alur itu sudah tidak bisa dilalui, itu akan berdampak pada perekonomian di Bulungan,” jelasnya.

Sebab barang dari Surabaya masuk ke Bulungan semua akan melalui alur sungai  tersebut. Oleh sebab itu pihaknya berharap pemerintah daerah bisa secepatnya mencari solusi terbaik menyikapi permasalahan ini.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Irigasi dan Rawa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR)  Bulungan, Achmad Marzuki. Sebenarnya lanjut Achmad Marzuki, pihak DPU-PR berencana akan melakukan pengerukan Sungai Selimau dengan melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan.

 “Kami akan berkoordinasi dengan Dishub untuk proses pengerukan,” ungkapnya.

Pengerukan harus cepat dilakukan, jika tidak kejadian kapal barang menabrak sheet pile bisa terjadi lagi. Apalagi kejadian tersebut bukan kali pertama tapi sudah berulang kali.

“Yang paling parah itu kalau tidak salah di tahun 2016, tapi sudah kami lakukan perbaikan,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Bupati Bulungan H. Sudjati mengatakan, permasalahan anggaran yang menjadi kendala sampai saat ini pemindahan alur atau pengerukan sungai belum dilakukan.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk pengerukan itu tidak kecil membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Sementara, anggaran APBD Bulungan saja semakin tahun semakin minim. Bahkan APBD 2019 juga diyakini akan kembali menurun dari APBD tahun 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.

“Jadi sangat susah, sementara masih banyak program lain yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Meski begitu, Pemkab Bulungan akan mengupayakan mengusulkan anggaran ke pusat. “Tapi itu pun belum tentu juga bisa disetujui,” pungkasnya.

Sudah Dibayar, DPU-PR Tunggu TSP

Kerugian pemerintah sejak insiden penabrakan turap (sheet pile)  Selimau,  9 November 2017 lalu di Kelurahan Tanjung Selor, akhirnya  digantikan pihak  KM Cahaya Nusantara (CN) I.

Kepala Seksi Irigasi dan Rawa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Achmad Marzuki mengungkapkan, bahwa pihak KM Cahaya Nusantara I sudah melakukan pembayaran ke kas daerah.

“Tapi untuk bukti surat term saving protection (TSP) atau pembayaran yang dibayar langsung ke kas daerah dari pemilik kapal kami belum terima,” ungkap Marzuki kepada Radar Kaltara, Selasa (11/9).

Lanjutnya, jika bukti itu belum diterima oleh pihak DPU-PR, maka pembayaran belum dinyatakan sah. “Jadi kami  tunggu saja dalam waktu dekat ini, yang jelas dari pihak kapal sudah ada iktikad baik untuk mengganti rugi,” ujarnya.

Apalagi sebelumnya, sudah ada perjanjian antara Kepala  DPU-PR dengan pemilik kapal untuk mengganti kerusakan.

“Kami juga sempat melaporkan kasus ini ke Polres Bulungan, tapi karena dari pihak pemilik kapal sudah melakukan pembayaran laporan itu sudah kami cabut,” beber Marzuki.

Marzuki menjelaskan, sebelumnya pada hitungan awal telah dilakukan oleh pihak DPU-PR dengan kontraktor. Pemilik kapal harus membayar ganti rugi sebesar Rp 1,4 miliar. Tapi setelah dilakukan perhitungan ulang bersama pihak pemilik kapal, kerugian atas ambruknya turap sepanjang 8 meter itu totalnya hanya Rp 300 juta.

“Jadi hitungan kami dengan kontraktor itu hanya hitungan kotor saja,” jelasnya.

Akhirnya, nominal itu pun disepakati kedua belah pihak. Sedangkan untuk proses ganti rugi turap lainnya yang juga  ditabrak kapal berbeda masih dalam proses.

“Jadi di titik yang tidak jauh berbeda (turap yang ditabrak pertama) ada juga sheet pile yang ditabrak kapal kayu, tapi untuk kapan pastinya kejadian itu saya tidak ingat juga,” ujar Marzuki.

Namun, DPU-PR sudah bersurat kepada pemilik kapal untuk mengganti kerusakan yang ditabrak, meski pihak pemilik kapal tidak mengakui kesalahannya.

 “Tapi, apa pun alasannya kami punya buktinya, jadi kalau dalam waktu dekat ini tidak ada juga iktikad baik dari pihak kapal untuk membayar maka akan kami laporkan ke polisi,” tegas Marzuki.

Ke depan untuk menghindari kasus serupa, DPU-PR berencana memasang fender atau sepatbor di tiap titik yang rawan ditabrak kapal.

“Jadi kalau sudah ada fender kapal dan  hanya menabrak fander saja, tidak lagi menabrak sheet pile,” ujarnya.

Karena kondisi air justru lebih dalam ke arah sheet pile, jadi kapal yang melintas lebih dekat  sheet pile hal itulah yang membuat banyak kapal yang melintas menabrak sheet pile.

Marzuki menambahkan, perbaikan turap sudah dianggarkan Rp 2,4 miliar dengan paket kontrak multiyears sampai 2021. Anggaran itu juga sudah termasuk melanjutkan pengerjaan sheet pile Sabanar Lama, sheet pile Desa Teras Nawang dan perbaikan sheet pile Selimau.

“Kami akan terus berupaya agar secepatnya terselesaikan, apalagi waktu terus berjalan,” pungkasnya. (*/jai/zia


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*