MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Rabu, 12 September 2018 13:52
Investigasi Double Seat, Lion Air Harus Terbuka
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO,  INSIDEN double seat masih menyisakan pertanyaan bagi maskapai penerbangan Lion Air. Seperti diungkap H. Nuwardi Pakki, yang menjadi korban Sabtu (8/9), jika kejadian itu membuatnya kecewa usai diminta turun dari dalam pesawat dengan nomor penerbangan JT 739 tujuan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Itu yang membuat saya bertanya-tanya. Masalahnya kan boarding pass dengan seat 2D tercetak dua kali. Dua-duanya lolos dari pemeriksaan pula. Misalnya, tiket atau boarding pass saya tidak, seharusnya ditolak sistem dari awal pemeriksaan. Kenapa di dalam pesawat, baru ketahuan kalau saya tidak masuk manifes. Alasannya tiket yang saya pegang, di-cancel,” kata H. Nuwardi yang tengah menghadiri acara keluarganya di Sulawesi Selatan, kemarin (10/9).

Menurutnya, apa pun penjelasan maskapai Lion Air tetap harus dibuktikan. Salah satunya bagaimana sistem Lion Air bekerja. “Kenapa sistem itu dipertanyakan? Karena, penerbangan ini bukan naik angkutan biasa, seperti speedboat. Boleh duduk di mana saja. Apakah ada check-in atau tidak dan prosedur lainnya. Ketika terjadi seperti ini, ada hal lain di baliknya,” sebutnya.

Nuwardi juga meminta Lion Air secara terbuka menjelaskan hasil investigasinya atas kasus tersebut. Jika dianggap sebagai masalah biasa, sangat memungkinkan kejadian serupa akan terulang. “Itu citra penerbangan loh, citra perhubungan, bukan hanya Lion Air. Tiket saya dibatalkan atau cancel, juga harus dibuktikan. Siapa yang membatalkan? Apakah itu terbukti atas permintaan saya? Jangan asal sebut atas permintaan. Tidak dijelaskan permintaan siapa. Ini seolah-olah sama saya salahnya persoalan ini. Sekali lagi, saya tidak mungkin membatalkan tiket saya, di tengah agenda bisnis dan keluarga saya di Sulawesi,” urainya.

Lion Air Tarakan sebelumnya mengumumkan klarifikasi masalah tersebut yang mereka anggap sebagai miskomunikasi.

Lion Air dan Bandara Juwata Tarakan pun sebelumnya mengagendakan pertemuan tertutup. Salah satunya membahas mengenai Charlie, seorang petugas aviation security (avsec) yang dikaitkan dengan pembatalan tiket atas nama H. Nuwardi Pakki pada Sabtu 7 September 2018.

Radar Tarakan pun kembali mengonfirmasi Airport Manager Lion Air Tarakan Muhammad Arif. Ia membenarkan jika pihaknya telah melangsungkan pertemuan dengan pihak Bandara Juwata terkait masalah tersebut. Meski begitu, ia belum dapat memberi keterangan hasil rapat itu mengingat pihaknya akan mengagendakan rilis pada hari ini.

“Mohon maaf saya tidak bisa memberikan keterangan apa pun terkait masalah ini, yang jelas besok kami adakan rilis kepada media supaya masalah ini bisa diselesaikan dengan jelas,” ungkapnya, Senin (10/9).

Selain itu, Arif mengungkapkan jika rilis yang mereka agendakan akan menghadirkan Charlie, orang yang disebut-sebut bertanggung jawab atas insiden tersebut. Selain itu, ia menerangkan jika kejadian ini merupakan kejadian pertama kalinya. “Besok kami akan menghadirkan Charlie, orang yang mem-booking tiket untuk bapak Nuwardi ini. Nanti langsung tanya sama orangnya sajalah,” terangnya.

District Manager Lion Air Tarakan Siti Igelima menolak memberi penjelasan mengenai tindak lanjut penanganan masalah tersebut. Saat dikonfirmasi, wanita yang akrab disapa Ima tersebut tampak sangat kesal dan menjawab dengan nada tinggi.

“Kamu mau apalagi? Saya tidak bisa kasih keterangan. Kalau mau keterangan, besok (hari ini, Red) saja,” katanya kesal. (*/zac/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:17

Pipa Gas Bunyu-Tarakan Diserahkan ke Pertamina EP

JAKARTA - Pipa penyalur gas yang membentang dari Bunyu hingga…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:00

Disnaker Gagal di Persidangan

TARAKAN- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Tarakan memperkarakan salah satu pengusaha yang…

Jumat, 21 Februari 2020 10:08

Tawarkan Jembatan Bulungan-Tarakan ke Kedutaan Amerika

TARAKAN - Kedutaan Amerika Serikat mengaku tertarik untuk berinvestasi di…

Rabu, 19 Februari 2020 10:38

Radar Tarakan Diganjar Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan

TARAKAN – Radar Tarakan lagi-lagi menerima penghargaan. Kali ini sebagai…

Rabu, 19 Februari 2020 10:36

Satlantas Selidiki Anak Tewas Disenggol Gerobak

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan…

Rabu, 19 Februari 2020 10:33

Sinyal Irianto ke Irwan Sabri?

BEREDAR foto pertemuan H. Irwan Sabri dengan Gubernur Kalimantan Utara…

Selasa, 18 Februari 2020 10:54

AHY Sedot Perhatian di Pembukaan CFD

TARAKAN - Launching car free day (CFD) pada Minggu (16/2)…

Selasa, 18 Februari 2020 10:50

Mereka Belum Tahu Kapan Balik ke Tiongkok, Di Natuna Seperti Liburan

USAI menjalani masa observasi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau…

Minggu, 16 Februari 2020 11:57

BREAKING NEWS! Tangis Haru Sambut Mahasiswa Kaltara, Usai Diobservasi di Natuna

TARAKAN - 19 mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang dipulangkan…

Rabu, 12 Februari 2020 15:31

Lima Mahasiswa ‘Terkurung’ di Shandong

 LIMA mahasiswa asal Kota Tarakan saat ini masih terjebak di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers