MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Minggu, 09 September 2018 08:21
62,34 Persen Penduduk Berstatus Karyawan
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, PENYERAPAN tenaga kerja pada 2017 cenderung bertambah. Indikatornya, pengangguran terbuka pada 2017 mencapai 5,59 persen, turun 0,01 persen dibandingkan 2015. Peranan sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan menjadi yang paling berpengaruh.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan Imam Sudarmadji mengatakan penyerapan tenaga kerja di sektor perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi mencapai 29,78 persen. Kemudian disusul oleh sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan sebesar 22,40 persen dan sektor industri sebesar 14,85 persen. Sektor yang paling kecil adalah sektor listrik, gas, dan air sebesar 1,07 persen.

Indikator yang dapat digunakan untuk memberi gambaran tentang kedudukan pekerjaan adalah status pekerjaan bagi penduduk yang bekerja. Dari seluruh pekerja di Kota Tarakan tahun 2017, terdapat 62,34 persen penduduk yang berstatus sebagai buruh, karyawan, dan pegawai. Selain sebagai buruh atau karyawan, sebagian yang besar lainnya adalah berstatus berusaha sendiri yang mencapai 15,30 persen.

“Bagian terkecil penduduk Kota Tarakan berstatus sebagai pekerja bebas di pertanian sebesar 0,92 persen yang seluruhnya diisi oleh penduduk laki laki.

Penduduk usia kerja di Kalimantan Utara pada Agustus 2017 mencapai 484.644 jiwa. Kota Tarakan memiliki jumlah penduduk usia kerja terbesar di kabupaten atau kota lainnya yaitu sebesar 180.059 jiwa, atau bertambah 13.797 orang (8,30 persen) dibandingkan tahun 2015 (166.262 jiwa). Jumlah angkatan kerja di Kota Tarakan pada tahun 2017 mencapai 119.169 orang, bertambah sekitar 14.801 orang (14,18 persen) dibandingkan tahun 2015.

Jumlah penduduk yang bekerja pada tahun 2017 sebesar 112.508 orang, bertambah sekitar 13.981 orang (14,19 persen) dibandingkan kondisi tahun 2015. Jumlah pengangguran terbuka pada tahun 2017 sebesar 6.661 orang, bertambah sekitar 840 orang (14,04 persen) dibandingkan tahun 2015.

“Perdagangan besar, eceran, rumah makan, dan hotel merupakan sektor yang paling menyerap tenaga kerja dengan menyerap 33.508 orang (29,78 persen) pekerja, sementara sektor listrik, gas, dan air paling sedikit menyerap tenaga kerja, yaitu hanya menyerap 1.207 orang (1,07 persen) pekerja,” jelasnya.

Penduduk usia kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja di Kota Tarakan paling banyak berada pada kelompok umur 20–39 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Penyebabnya adalah adanya migrasi masuk, penduduk dari luar Kota Tarakan pada kelompok umur 20-24 tahun serta pada kelompok umur 30–39 tahun. Sebagian migrasi pada kelompok umur tersebut disebabkan adanya penduduk yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dan mencari pekerjaan di Kota Tarakan.

Tingkat pendidikan penduduk usia kerja di Kota Tarakan cukup baik terbukti sebagian besar penduduk menamatkan jenjang SMA yaitu sebesar 43,90 persen, di mana 27,17 persen menamatkan SMA umum dan 16,73 persen menamatkan SMA kejuruan. Hal ini mengindikasikan bahwa penduduk sudah sadar akan pentingnya pendidikan dalam persaingan pasar tenaga kerja.

Bertentangan dengan kondisi tersebut, bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan minimal SD persentasenya cukup besar yaitu 27,03 persen. Namun hal itu belum tentu mengindikasikan kurangnya perhatian penduduk akan pendidikan.

Tingginya proporsi penduduk yang tamat SD dikarenakan adanya penduduk usia kerja yang bersekolah di jenjang selanjutkan (SMK). Penduduk usia kerja (PUK) dibagi atas angkatan kerja (labour force) dan bukan angkatan kerja (not in the labour force). Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja dan pencari kerja, sementara bukan angkatan kerja terdiri dari penduduk yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga, dan sebagai penerima pendapatan dan sebagainya.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) adalah perbandingan jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja Kota Tarakan tahun 2017 mencapai 66,18 persen. Nilai ini mengalami kenaikan sebasar 3,41 persen jika dibandingkan dengan tahun 2015. Rendahnya TPAK  tidak hanya mengindikasikan rendahnya penduduk usia kerja yang memasuki pasar kerja, tetapi juga mengindikasikan fenomena positif di bidang pendidikan.

Program pemerintah tentang pendidikan dasar 9 tahun yang mewajibkan  penduduk usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan secara langsung mengurangi jumlah pekerja anak. Program pendidikan dasar ini juga memberikan motivasi kepada masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2017 di Kota Tarakan sebasar 5,59 persen mengalami penurunan sebesar 0,01 persen jika dibandingkan tahun 2015. Hal ini mengidikasikan bahwa angkatan kerja yang diserap dalam pasar tenaga kerja semakin baik. Pada tahun 2017, tingkat pengangguran terbuka laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan yaitu selisih sebesar 0,04 poin persen.

Hal ini bertolak belakang dengan kondisi pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka penduduk laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan memiliki selisih sebesar 1,04 persen.

“Seiring berjalannya perubahan pengangguran tingkat terbuka, tingkat kesempatan kerja yang tersedia di daerah ini juga mengalami perubahan, hal ini disebabkan karena kedua komponen ini saling berkaitan. Tingkat kesempatan kerja di Kota Tarakan tahun 2017 mencapai 94,41 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Tarakan Hanto Bismoko mengatakan  penyerapan kerja yang paling banyak di Kota Tarakan yakni sektor industri, dan hotel dan perdagangan. Karena dari sector perdagangan, banyak orang keluar masuk ke Tarakan.

“Hotel saat ini sudah menjamur atau banyak jadi menyerap banyak tenaga kerja, begitu juga untuk sektor industri,” ungkapnya. (*/naa/lim)

 

62,34 Persen Penduduk Berstatus Karyawan

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…

Senin, 14 Oktober 2019 08:37

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

 TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Senin, 14 Oktober 2019 08:30

Bangayo, Kulineran Berbasis Non-tunai

 TARAKAN - Keberadaan Pusat Wisata Kuliner Baya Ngakan Mayo (Bangayo)…

Minggu, 13 Oktober 2019 23:00

Kelas VIP Bertanding hingga Dini Hari

TARAKAN – Sabtu (12/10) malam hingga Minggu (13/10) dini hari…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:41

Hari Ini, Final Domino Piala Irianto

TARAKAN – Hari ini, Sabtu (12/10) 24 pasang finalis Lomba…

Sabtu, 12 Oktober 2019 08:32

Mencicipi Kopi Racikan Barista Ala Warga Binaan

SUARA mesin penggilingan kopi memecahkan suasana hening di Workshop Bimbingan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*