MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Jumat, 07 September 2018 10:55
Fatwa MUI Pengaruhi Animo Masyarakat

September, Imunisasi MR Fokuskan di Pusat Pelayanan Kesehatan

DILANJUTKAN: Meski sempat terhenti, pelaksanaan vaksi MR kembali dilanjutkan. Setidaknya Dinkes Tarakan berusaha mencapai target nasional 95 persen. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) pada September kini difokuskan di pusat pelayanan kesehatan yakni puskesmas dan posyandu yang ada di Bumi Paguntaka, dalam pelaksanaannya imunisasi MR kali ini menargetkan anak usia belum sekolah.

Kepala Dinkes Kaltara, Subono mengatakan dalam pelaksanaannya di lapangan terlihat animo masyarat mulai tinggi untuk memberikan imunisasi MR kepada anaknya. Tingginya animo masyarakat kali ini tidak lepas adanya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Vaksin MR yang menyebutkan vaksin tetap boleh digunakan karena keadaan darurat.

“Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang vaksin MR ini sangat mempengaruhi masyarakat untuk mengikut sertakan anaknya dalam imunisas MR,” tuturnya, Kamis (6/9).

Selain adanya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2018 tentang Vaksin MR, dukungan dari MUI Kaltara terhadap pelaksanaan imunisasi MR di Kaltara juga ikut membantu meningkatnya jumlah anak yang mendapatkan imunisasi MR.

“Meskipun saat ini jumlah cakupan imunisasi MR di Tarakan masih 25 persen, tapi kita tetap optimis target 95 persen yang ditetapkan secara nasional bisa kita capai,” ujarnya.

Dirinya juga mengimbau kepada orangtua yang memiliki anak usia sekolah yang belum mendapatkan imunisasi MR sebelumnya, untuk mendatangi pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi MR.

“Dari target 66 ribu anak mendapatkan imunisasi MR, kita berharap semuanya mendapatkan imunisasi tersebut karena berkaitan masa depan anak tersebut agar terbebas dari measles dan rubella,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kaltara, Usman optimis disisa satu bulan pelaksanaan imunisasi MR, target 95 persen anak usia 9 bulan hingga 15 tahun bisa terealisasi dengan memaksimalkan pelaksanaan imunisasi MR di waktu yang tersisa.

“Pada dasarnya di tingkat kabupaten/kota hingga saat ini masih optimis untuk bisa mencapai target 95 persen, jadi kita maksimalkan pelaksanaan imunisasi MR di waktu yang tersisa,” tuturnya.

Hal yang menjadi kendala masih rendahnya cakupan imunisasi MR hingga saat ini, adanya persoalan kehalalan vaksin MR untuk digunakan, namun dengan adanya fatwa MUI tersebut yang menyebutkan meskipun vaksin tersebut dinyatakan haram karena  mengandung babi, vaksin tersebut tetap boleh digunakan karena keadaan darurat.

“Kita berharap adanya Fatwa MUI nomor 33 Tahun 2018 ini, bisa meningkatkan jumlah cakupan pelaksanaan imunisasi MR disisa waktu yang ada,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan imunisasi MR pada bulan September, pusat pelayanan kesehatan seperti posyandu menjadi lokasi pemberian imunisasi MR untuk anak usia tidak sekolah.

“Untuk pemberian imunisasi MR dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, tidak hanya untuk anak usia tidak sekolah saja yang akan dilayani, tapi anak usia sekolah yang kemarin belum sempat mendapatkan imusasi MR karena menunggu fatwa MUI juga akan dilayani,” bebernya.

Bila nanti dalam pelaksanaan imunisasi MR pencapaian target 95 persen belum terealisasi, pihaknya akan melakukan sweeping ke rumah-rumah warga yang anaknya belum mendapatkan imunisasi MR. “Langkah terakhir untuk mengejar target itu adalah sweeping,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengejar target 95 persen cakupan anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang mendapatkan imunisasi MR, pihaknya juga sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan MUI Kaltara.

“Kita sudah melakukan kerja sama dukungan pelaksanaan imunisasi MR dengan MUI Kaltara, nanti surat edarannya akan kita kirimkan di kabupaten/kota yang ada di Kaltara,” ungkapnya.(jnr/udn)

 

 

 

 


BACA JUGA

Rabu, 16 Oktober 2019 09:57

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

 JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:45

Asik Ngopi, 4 PNS Terjaring Satpol PP

 TARAKAN – Razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:41

Penyelundupan Daging Kerbau Meningkat

 TARAKAN – Berbatasan dengan Malaysia, potensi penyelundupan barang dari Malaysia…

Rabu, 16 Oktober 2019 09:22

Pastikan Kaltara Kondusif Jelang Pelantikan Presiden

 TARAKAN- Jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20…

Selasa, 15 Oktober 2019 20:45

Lagi, Kaltara Mendapat Hadiah Dana Insentif

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali akan…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:54

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

   TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:42

Tertinggi Kedua, IPK Kaltara di Atas DKI Jakarta

 JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Provinsi Kalimantan Utara…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:30

KUMAT..!! Gas Elpiji 3 Kilogram Langka Lagi

 TARAKAN - Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kota…

Selasa, 15 Oktober 2019 08:22

Antara Prestasi dan Nama Daerah

   MOES Santoso, sangat menyayangkan keberhasilan cucunya ini tidak membawa…

Senin, 14 Oktober 2019 21:39

Perlu Ada Aturan Khusus Mengenai Hatchery

TARAKAN – Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu (BKIPM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*