MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Minggu, 26 Agustus 2018 09:48
HET Daging Ayam Akan Ditetapkan Rp 45 Ribu
PAYUNG HUKUM: Pedagang daging ayam di Kaltara akan diatur dengan Pergub dan akan ada sanksi bagi yang menjual di atas HET. PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Tidak adanya regulasi yang mengatur harga eceran tertinggi (HET) daging ayam dan beberapa komoditas lainnya membuat harganya melambung tinggi. Alhasil, daging ayam yang terbilang mahal di Kaltara ini akan ditetapkan sebesar Rp 45 ribu sebagai HET.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kaltara pekan ini berencana mengundang pedagang dan instansi terkait guna membahas penetapan HET sebelum di atur dengan Peraturan Gubernur (Pergub).

Dalam pertemuan itu akan dibahas sanksi apa yang akan diberikan apabila ditemukan pedagang yang bermain dengan harga. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UKM Kaltara Hj. Hasriani mengatakan, sebenarnya di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 62 tahun 2018 tentang Penetapan Harga Khusus Daging Ayam Ras sudah ditetapkan Rp 32 ribu untuk luar pulau Jawa. “Tapi itu hanya berlaku saat Idul Fitri saja,” ungkap Hj. Hasriani kepada Radar Kaltara, Jumat (24/5).

Jika harga itu ditetapkan di Kaltara dinilai sangat sulit. Apalagi saat ini harga sudah mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu. “Jadi hasil kesepakatan kami dengan pedagang, harga ayam untuk di Kaltara sebesar Rp 45 ribu. Saya juga sadah sampaikan kepada Staf Ahli Menteri Perdagangan kalau mengikuti Permendag sangat tidak mungkin,” jelasnya.

Bahkan, kesepakatan harga itu sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 510/DPPK-UKM. Hanya saja yang menjadi kendala saat ini karena tidak adanya payung hukum tidak pernah ada sanksi yang diberikan kepada pedagang yang menaikkan harga melebihi Rp 45 ribu itu.

“Jadi itulah kami berencana membuat Pergub agar nantinya ada sanksi yang diberikan, kalau selama ini kami hanya memberikan imbauan saja,” ujarnya.

Dalam Permendag, pemberian sanksi sudah diatur. Sanksi itu hanya berlaku untuk distributor saja dan tidak berlaku untuk pedagang. “Itupun sanksinya hanya administrasi saja berupa pencabutan izin usaha,” jelasnya.

Namun, dari keterangan distributor untuk harga masih aman saja. Justru dari pedagang yang mengambil kesempatan untuk menaikkan harga untuk mendapatkan keuntungan lebih. “Pedagang ini juga sangat pintar, di momen tertentu selalu dimanfaatkan untuk menaikkan harga, tapi kita juga belum pernah mempertemukan pedagang dengan distributor,” kata Hasriani.

Bahkan saat melakukan pemeriksaan harga belum lama ini, pedagang itu mangatakan kalau daging ayam dijual dengan harga Rp 45 ribu. “Tapi saya juga tidak bisa memastikan, karena bisa saja saat kita lakukan pemeriksaan pedagang menjual Rp 45 ribu setelah kita selesai memeriksa harga dinaikkan lagi,” ujarnya.

Sementara, pada rapat sebelumnya dengan tim pengendalian inflasi daerah (TPID), rencana membuat payung hukum itu sudah disampaikan. “Jadi saya sampaikan bahwa kami akan membuat Pergub sebagai payung hukum, kalau nanti ditemukan ada pedagang yang menjual di atas HET yang sudah ditetapkan akan langsung kami berikan sanksi,” pungkasnya. (*/jai/eza)

HET Daging Ayam Akan Ditetapkan Rp 45 Ribu

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers