MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | KRIMINAL

RADAR KALTARA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47
DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan
MELIMPAH: Hasil pertanian di Kaltara cukup melimpah. DPRD pun berharap isu dugaan beras plastik yang beredar di pasar tradisional hanya hoaks. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak (sidak) tim gabungan yang terdiri dari Disperindagkop Kaltara, Satpol PP, Polres Bulungan dan instansi terkait lainnya di Pasar Induk, Tanjung Selor membuat DPRD Kaltara ikut angkat bicara terkait persoalan itu.

Dikatakan Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon, bahwa instansi terkait yang tergabung di dalam tim seharusnya dapat segera menyampaikan hasil uji sampelnya. Sebab, menurutnya jika penyampaian tersebut berlarut. Hal itu justru menimbulkan keresahan masyarakat seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini.

“Instansi terkait seharusnya jangan membuat masyarakat resah. Untuk itu, sekiranya dapat merilis hasil uji sampel dari hasil sidaknya beberapa waktu lalu,” ungkap Marten kepada Radar Kaltara kemarin.

Jika dalam prosesnya hasil uji sampel beras yang diambil secara random di pasar-pasar tradisional tak kunjung keluar hasilnya. Maka, pihak wakil rakyat melalui anggota Komisi II DPRD Kaltara tak segan akan turun ke lapangan guna memastikan isu tersebut. “Tapi, kami nanti tak sendiri. Yang mana, akan menggandeng Dinas Pertanian Kaltara untuk memastikan apakah beras plastik itu benar beredar ataupun tidak,” ujarnya.

Namun, lebih jauh dikatakan, terkait isu beras plastik, pihaknya berharap hal itu tidak benar atau hanya hoaks. Sebab, di provinsi termuda di Indonesia ini potensi pertanian, khususnya beras cukup banyak. Bahkan, melimpah untuk dikonsumsi oleh masyarakat di Kaltara.

“Kita berharap beras plastik ini hanya isu atau dugaan yang tak benar. Tapi, sekali lagi untuk membuktikannya memang harus ada bukti uji sampel dan hasilnya seperti apa,” katanya.

Akan tetapi, dikatakannya kembali, jika beras plastik itu justru benar beredar di pasar-pasar tradisional. Pihaknya meminta hal itu dapat disikapi secara tegas. Khususnya, kepada agen atau distributor sebagai pemasok beras ke wilayah Kaltara. “Dan kami meminta hal itu diproses ke penegak hukum serta pelaku dapat diberi ganjaran sesuai dengan aturan yang berlaku,” bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya, Anwar Joko Prasetyo selaku anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Bulungan mengatakan, jika peredaran beras plastik di pasar-pasar tradisional tersebut terbukti. Maka, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi karena melanggar Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Sanksinya bisa pidana penjara 5 tahun dan denda sebanyak Rp 2 miliar,” ungkapnya.

Dikatakan juga, memang di dalam undang-undang perlindungan konsumen, hak konsumen di antaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa. Kemudian, hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan.

“Konsumen di sini dilindungi dalam undang-undang. Dan itulah yang saat ini terus kami perjuangkan tentang hak-hak konsumen yang belum sepenuhnya terpenuhi,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Dalam Negeri pada Diseperindagkop dan UMKM Kaltara, Hasriani sebelumnya juga mengatakan secara kasat mata beras plastik belum ada ditemukan di pasar-pasar tradisonal. Namun, pihaknya tetap akan uji kembali. Dan jika benar, pihaknya siap untuk terus memprosesnya. Karena itu dapat membahayakan kesehatan konsumen. “Tapi mudahanlah hal itu tak sampai terjadi,” pungkasnya. (omg/eza)

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 08:57

Damri di Kaltara Masih Kurang

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan wilayah yang cukup…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Janji Turun ke Kecamatan Mulai Januari 2020

Nama                     …

Rabu, 18 September 2019 08:57

Ribuan Kasus ISPA, Tarakan Tertinggi

TANJUNG SELOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Apung Segera Terlayani Air Bersih

TANJUNG SELOR – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis…

Rabu, 18 September 2019 08:57

Kaltara Aman Karhutla, Kapolda Bilang Tinggal Asap Saja...

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimanta Utara (Kaltara) saat ini aman…

Selasa, 17 September 2019 09:29

RS Tipe B Akan Dibangun dengan APBD

TANJUNG SELOR – Meski rencana peminjaman dana ke PT Sarana…

Selasa, 17 September 2019 09:25

Zona Hijau, DLH Klaim Kualitas Udara Baik

TANJUNG SELOR – Meski wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) tengah diselimuti…

Selasa, 17 September 2019 09:17

24 Hektare Lahan Hangus

TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi…

Selasa, 17 September 2019 09:12

Hanura Belum Rekomendasikan Nama

TANJUNG SELOR – Partai politik (parpol) yang akan menduduki kursi…

Senin, 16 September 2019 23:32

Suasana Haru Sambut Jamaah Haji Bulungan

    TANJUNG SELOR – Meski pemulangan jamaah haji asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*