MANAGED BY:
RABU
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 Agustus 2018 10:27
Sampaikan Pesan Positif Melalui Lukisan di Jalanan

Melihat Nasionalisme Masyarakat di Momen HUT RI (Bagian 2)

KREATIF: Warga di Gang Kumis, Jalan Sengkawit melukis jalan dengan berbagai motif. Tampak salah satu lukisan yang dibuat warga setempat.RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Melukis biasanya dilakukan masyarakat hanya di sebuah kertas. Namun, di momen HUT RI ke-73 ini masyarakat di Gang Kumis, Kelurahan Tanjung Selor Hilir justru melukis di atas badan jalan.Berikut liputannya.

RACHMAD RHOMADHANI

UNIK dan kreatif, itulah kesan awal yang dapat tergambarkan saat penulis pertama kali menginjakkan kaki di jalan Gang Kumis, Kelurahan Tanjung Selor Hilir.

Hal itu dikarenakan jalan yang dulu diketahui hanya semenisasi biasa. Namun, kali ini ‘disulap’ menjadi jalan yang nuansanya mengisyaratkan semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia.

Dan tampak jelas, berbagai motif lukisan terpampang di sepanjang jalan di gang tersebut. Bahkan, ada juga sebagian terdapat pada dinding bangunan. Mulai dari gambar yang mengarah pada penamaan lokasi daerah setempat. Kemudian, tokoh-tokoh kartun dan lukisan tiga dimensi, seperti tangga dan terowongan.

Maka, kesan saat melintasi jalan itu penulis ini ada rasa senang dan khawatir. Senang di sini karena disuguhkan pemandangan yang sejuk dipandang. Sedangkan, rasa khawatir karena ada sebagian pada motif-motif gambar terlihat ada yang seolah terlihat nyata. “Awas hati-hati jatuh dari tangga,” teriak salah seorang warga sembari tertawa dan bercanda kepada penulis.

Ya, apapun itu, langkah demi langkah hingga menjangkau lintasan cukup jauh yakni sekitar 300 meter. Penulis tetap merasakan dua hal itu, senang dan khawatir. Namun, karena ada sebagian masyarakat lain yang secara terang-terangan berkata bahwa itu hanya sebuah lukisan. Maka, penulis dapat dengan tenang menikmati suasana di gang itu. “Lewat saja, semua cuma gambar biasa yang kami buat,” kata salah seorang warga lainnya.

Teriak anak kecil pun yang tengah bermain sepeda di jalan itu pun menambah rasa keyakinan penulis. Sehingga selama menikmati perjalanan di lokasi itu semakin indah nan mempesona. “Kejar aku, gantian naik sepedanya,” teriak sekelompok anak yang tengah bermain sepeda bersama.

‘Priit’ bunyi sebuah pluit saat penulis nyaris tiba di ujung jalan gang. Ternyata tak hanya pada inovasi melukis jalan semenisasi. Warga di Gang Kumis pun tampak menyelenggarakan kegiatan perlombaan peringatan 17 Agustus. “Satu, dua, tiga. Mulai,” ajakan pemandu perlombaan kepada anak-anak yang meminta melaju membawa sebuah kelereng di atas sendok.

Dan saat penulis mencoba ingin mengetahui lebih jauh tentang keunikan dan kreativitas warga di Gang Kumis. Mukmin selaku ketua penyelenggara mengatakan bahwa ide itu muncul memang berdasarkan pemikiran bersama warga setempat. Yang ingin menjadikan momen HUT RI kali ini terlihat lebih semarak.

Oleh karenanya, ide melukis saat itu muncul. Karena diketahui kondisi jalan bukanlah aspal. Melainkan semenisasi sehingga lebih mudah untuk dilukis karena warna lebih cerah. “Kita ingin semarak HUT RI ini berbeda dari sebelumnya. Di samping daerah ini merupakan salah satu percontohan adipura,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, dalam bentuk lukisan sendiri diakuinya tidak pada satu jenis. Melainkan, setiap 100 meter gambar akan berbeda. Apakah, gambar awal hanya segitiga, atau kotak-kotak. “Ada juga, dari gambar yang 100 meter masuk di dalam bentuknya bintang dan love serta ketupat,” sebutnya.

Tapi, lanjutnya, ada sebagian jalan yang secara sengaja dikosongkan  untuk dilukis bersama masyarakat nantinya sesuai dengan kreativitas mereka sendiri. “Kalau yang sudah ada seperti odong-odong dan pesawat serta anak tangga. Ke depan bisa jadi motif lain yang lebih menyemarakkan HUT RI ini,” katanya.

Terkait anggaran dalam hal pembelian sekaleng cat. Mukmin menerangkan bahwa semua merupakan swadaya dari masyarakat di Gang Kumis RT 53. Tidak ada bantuan atau lainnya. “Swadaya, jadi untuk warna cat wajar jika berbagai motif. Karena itu sesuai dengan selera dari masing-masing warga di sini,” ujarnya.

Hal ini pun dibenarkan oleh salah seorang warga setempat. Ari Sapto Lestari mengatakan, program melukis jalan ini merupakan kali pertama di Bulungan. Untuk itu, ia sebagai warga sangat mendukung penuh. “Kita memang swadaya untuk membeli perlengkapannya. Seperti cat dan kuas,” ungkapnya.

Diakuinya juga, sekalipun sampai saat ini proses melukis belum sepenuhnya usai. Namun, di daerahnya sudah banyak mendapat perhatian dari warga-warga lain. Karena di Tanjung Selor hanya di Gang Kumis yang diketahui memiliki kreativitas unik tersebut. “Lebih semarak jadinya. Dan bisa menjadi sarana hiburan bagi warga di sini dan lainnya,” katanya.

Akan tetapi, di sisi lain, dengan adanya kreativitas itu sejatinya juga upaya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat pada lingkungannya. Oleh karenanya, ada beberapa lukisan disertai tulisan tentang menjaga kebersihan. “Ajakan untuk komitmen bebas narkoba pun ada. Intinya semua yang mengarah kebaikan bersama tersirat dalam lukisan di sepanjang jalan,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan tak hanya di Gang Kumis saja. Melainkan, gang lainnya juga, sehingga Tanjung Selor akan semakin semarak. “Kita bersama menjadikan daerah ini menjadi penuh inspirasi,” pungkasnya. (bersambung/eza)

Sampaikan Pesan Positif Melalui Lukisan di Jalanan


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*